Cookie

Gamereactor menggunakan cookie untuk memastikan kami dapat memberikanmu pengalaman terbaik dalam menjelajahi situs kami. Jika kamu melanjutkan, kami menganggap bahwa kamu menyetujui kebijakan cookie kami.

Indonesia
Gamereactor Indonesia
review
A Plague Tale: Innocence

A Plague Tale: Innocence

Dalam petualangan yang gelap dan mematikan dari Asobo Studio ini, jika tikus-tikus yang membawa wabah tidak membunuhmu, maka Inquisition yang jahat akan melakukannya.

Kamu sedang menonton

Preview 10s
Next 10s
Iklan

Ada sesuatu yang cukup mendebarkan mengenai petualangan yang berlatar di masa yang sangat lampau ini, dan sedikit mengejutkan bahwa tidak ada lebih anyak game yang membuka lembaran-lembaran sejarah untuk mendapatkan inspirasi, kami menyaksikan Assassin's Creed mengunjungi sejumlah era yang berbeda, dan baru-baru ini Kingdom Come: Deliverance membawa kita ke Eropa abad pertengahan untuk sedikit bersenang-senang melewati sistem feodal. Dan sekarang giliran Asobo Studio dari Perancis, developer yang sampai saat ini telah mengkhususkan diri dalam membuat sebuah petualangan ramah keluarga yang dibangun dari beberapa IP yang sudah dikenal. A Plague Tale: Innocence sangat jauh dari proyek pertama dari studio ini, tetapi ini terasa seperti saat-saat perubahan bagi developer yang ingin mendapatkan posisi dalam industri ini.

Semuanya diawali dengan menjanjikan. Kami diperkenalkan dengan kontrol dasar selama perkenalan tutorial di mana kami bertemu dengan Amicia de Rune, protagonis muda kami dan memandu kami dalam petualangan yang penuh wabah ini. itu adalah sebuah pembuka yang dilakukan dengan sangat baik yang membantu kami untuk terbiasa dengan kontrol umumnya di saat Amicia dalam pelarian dengan adik laki-lakinya, Hugo. Tensinya meningkat dengan sangat cepat dan tidak perlu lama sebelum kami harus mulai merunduk dari lirikan para penjaga yang marah dan bergerak dengan cepat melalui taman yang menyerupai labirin dari kediaman keluarga de Rune.

Momentum awal itu terbawa sampai sepanjang petualangan ini, dan Asobo layak mendapatkan pujian untuk pengaturan tempo A Plague Tale secara keseluruhan. Bagian-bagiannya jarang sekali berlebihan, dan semuanya seimbang dalam artian perkembangannya relatif jelas. Beberapa orang mungkin akan mengeluhkan kurangnya tantangan yang kadang-kadang terasa, dan memang benar bahwa dalam beberapa momen tertentu kami menginginkan sedikit lebih banyak gesekan, tetapi tingkat kesulitan yang sedikit rendah berarti bahwa paparan cerita bisa menjadi pusat perhatian.

Di samping sedikit wilayah yang menantang, pemain tidak benar-benar merasakan tantangan, setidaknya tidak sampai mendekati akhir dari ceritanya. Sebelum itu, kami merasa cukup yakin mengenai solusi yang jelas dan teratur diarahkan oleh instruksi yang cukup mudah dipahami. Dalam kebanyakan bagiannya A Plague Tale bersandar pada mekanika stealth dasar, dengan puzzle-puzzle ringan diberikan untuk memberi variasi. Mendekati akhir dari petualangan ini, reaksimu harus lebih cepat dan pikiranmu harus lebih tajam, tetapi ini bukanlah Dark Souls. Salah satu kekurangan utama game ini adalah kualitas jelek dari AI musuh. Dengan para penjaga yang mudah dieksploitasi yang memiliki beberapa penglihatan yang paling buruk yang pernah dilihat di abad pertengahan.

A Plague Tale: Innocence

Sisi baik dari mekanika stealth yang sederhana adalah langkah dari ceritanya tetap tanpa kompromi, dan walaupun kami tidak bisa menghitung berapa lama waktu yang kami perlukan untuk menyelesaikan game ini, terasa tidak terlalu pendek dan lebih dari 10 jam. Selama campaign, kami mengunjungi sejumlah lokasi yang menarik, termasuk istana-istana, kota-kota, medan-medan pertempuran, dan pertanian di pedesaan. Kunjungan-kunjungan pendek ke Perancis abad pertengahan ini diperkuat dengan perkenalan akan beberapa karakter yang bergabung dengan Amicia dan Hugo dalam petualangan mereka, dan kumpulan orang-orang yang bertahan hidup ini benar-benar memperkuatnya.

Langkah yang sangat baik dari cerita ini didukung oleh beberapa tokoh jahat yang hebat dan ancaman konstan dari tikus-tikus yang mematikan yang sangat baik ketika melakukan penyerbuan dan memakan setiap orang yang cukup bodoh untuk berada dekat-dekat dengan mereka. Tikus-tikus tersebut bereaksi terhadap cahaya, yang merupakan pondasi utama dari banyak puzzle dalam game ini, dan seiring waktu berjalan kamu akan membuka berbagai ramuan yang memiliki beragam efek bagi tikus-tikus tersebut, dan dalam beberapa kasus, karakter-karakter NPC. Setelah kamu membuka sejumlah opsi inilah di mana game ini paling bersinar. Hal ini akan kemudian membantu saat kami diberikan area-area yang jauh lebih kompleks dengan para penjaga ekstra yang membuat beberapa kemampuan menjadi tidak berguna, yang menuntutmu untuk lebih kreatif dengan peralatan yang kamu miliki.

Seluruh ceritanya sangat misterius dan bahkan setelah melihat kredit berjalan, kami tidak 100% yakin tentang apa yang baru saja kami saksikan. Memang, narasinya tersandung pada beberapa lubang di awal, tetapi setidaknya semuanya semakin jelas di akhir walaupun tidak sepenuhnya. Tikus-tikus dan perilaku mereka membawa fantasi untuk terus berpetualang, dan mereka adalah sesuatu yang konstan dan berbahaya yang akan menghukum setiap kesalahan dengan kematian yang cepat dan menyakitkan. Musuh-musuh manusianya pun tidak kalah bengisnya, dimana kepala Omnius yang jahat itu akan melakukan segalanya untuk memburu kedua bersaudara itu dan juga teman-teman mereka. Dengan mempertimbangkan semuanya, ini adalah sebuah alur cerita yang dipaparkan dengan baik dan seru yang kami nikmati dari awal sampai akhir, walaupun usia muda dari Amicia, Hugo, dan teman-teman mereka membuatnya seperti sebuah drama remaja, jenis petualangan yang membuktikan bahwa anak-anak juga bisa menjadi pahlawan.

A Plague Tale: Innocence
A Plague Tale: InnocenceA Plague Tale: Innocence