Cookie

Gamereactor menggunakan cookie untuk memastikan kami dapat memberikanmu pengalaman terbaik dalam menjelajahi situs kami. Jika kamu melanjutkan, kami menganggap bahwa kamu menyetujui kebijakan cookie kami.

Indonesia
Gamereactor Indonesia
review
Spider-Man

Spider-Man: The City That Never Sleeps

Ekspansi dari salah satu game terbaik 2018 ini sangat kuat dari segi cerita, sayangnya tak ada hal baru dari segi gameplay.

Bukan hanya kami saja yang berpikir bahwa Spider-Man adalah salah satu game terbaik di tahun 2018, kami pun sudah tak sabar untuk menunggu sekuelnya yang tak bisa dipungkiri lagi akan dikerjakan, mengingat kesuksesannya. Untungnya, kita tak perlu menunggu lama untuk mendapatkan konten baru dari si manusia laba-laba ini, karena tak lama kemudian Insomniac menghadirkan tiga DLC dari rangkaian ekspansi The City That Never Sleeps.

Setelah menghabiskan kurang lebih dua belas jam melakukan setiap hal yang ada di ekspansi ini, tak dapat dipungkiri bahwa aspek terbaik dari The City That Never Sleeps adalah ceritanya. Tentu, jam-jam pertama dari Turf Wars terasa hambar dan kosong, tapi sisanya terasa keren. Kehadiran Felicia Hardy alias Black Cat, dan mengetahui tentang hubungannya dengan Peter yang... rumit, merupakan salah satu sorotan terbesar dari kisah tiga bagian ini. Gurauan mereka yang lucu dan agak saling menggoda serta interaksi mereka memberikan contoh baik akan penulisan yang baik, yang berlanjut dari game intinya.

Kemampuan menggabungkan drama dan humor adalah sebuah seni yang hanya dikuasai oleh sedikit developer, namun Insomniac menunjukkan bagaimana cara melakukannya dengan benar dan semuanya menyatu dengan baik ketika kami berhadapan dengan Hammerhead dan Silver Sable di Silver Lining. Hammerhead mungkin tak mendapatkan cukup waktu untuk bersinar layaknya Mister Negative dan sang dokter, tapi sudah cukup untuk membuat motivasinya dan karakter lain jelas. Beberapa alur terbaik juga berperan sebagai teaser untuk ke depannya dan membuat kami semakin tak sabar menunggu konten apa lagi yang akan Spider-Man hadirkan nanti. Tapi perlu dicatat, bahwa kamu akan bertemu dengan banyak pengulangan gameplay hingga kamu sampai ke sana.

Spider-ManSpider-Man

Kamu tak perlu mengharapkan banyak mekanika, aktivitas, dan perubahan umum baru. Selain cerita dan misi sampingan, kebanyakan ekspansi ini adalah reskin dari apa yang telah kamu lakukan berjam-jam di game dasarnya. Setiap episode memperkenalkan satu tipe musuh baru, tiga kostum baru tanpa kemampuan spesial, tantangan mirip Taskmaster yang diberikan kepadamu oleh Screwball yang sangat cerewet, dan perubahan sangat minor dalam tindakan kriminal.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, kami sangat menikmati hal-hal ini di game dasarnya, tapi mereka jadi terasa repetitif mendekati akhir. Jadi, melihat hal ini di-"copy paste" ke dalam ekspansinya membuatnya tak 100% menarik. Menambahkan misi di mana kita harus mencari bom dengan spider-bot, mempertahankan area tertentu dari serangan musuh, dan membersihkan markas musuh mulai kehilangan pesonanya dengan cepat karena hal baru yang ditawarkan hanyalah tipe musuh baru saja.

Mengingat banyaknya hal yang sama di beberapa area tertentu, hadirnya musuh baru untungnya memaksamu untuk mengubah gaya bermain. Penjahat dengan minigun besar membuat menghindar lebih sulit, musuh dengan jetpack dan perisai listrik yang meninggalkan jejak api mengharuskan kamu untuk menghindari area-area tertentu di medan pertempuran, sementara granat yang memunculkan listrik anti web membuatmu berpikir ulang untuk melayang di udara. Bahaya-bahaya baru ini tak benar-benar sebuah terobosan, tapi mereka menawarkan cukup variasi untuk membuat pertarungannya lebih mengasyikkan dan segar sepanjang ekspansi. Tapi apa yang membuat kami terus bermain sebagian besarnya adalah dari sisi cerita, karakter-karakternya, dan misi-misi yang diberikan.

Spider-Man

Seperti keseluruhan ekspansi ini, misi-misi yang ada terasa oke-oke saja di dua episode awal dan langsung memasuki klimaks di episode terakhir. Jadi kamu akan tetap merasa cukup puas meskipun di dua episode pertama merasa sedikit kering dan membosankan dari segi konten. SIlver Lining tak hanya akan membuatmu lebih menyukai Silver Sable, tetapi juga akan membawamu ke dalam adegan-adegan paling berkesan di sepanjang game, dengan sebuah pertarungan bos yang sangat kuat di puncaknya (yang secara mengejutkan mudah untuk dikalahkan), yang disusul dengan beberapa kabar terbaru dari beberapa karakter yang tampaknya sebagai petunjuk awal dari sebuah sekuel.

Sederhananya, Spider-Man, Spider-Man, does whatever a spider can. Tidak kurang, tidak lebih. The City That Never Sleeps setimpal dengan uang yang dikeluarkan bagi kamu yang menyukai cerita dan gameplay di game dasarnya dan ingin lebih banyak hal yang sama. Peter merupakan karakter yang mudah disukai seperti sebelumnya, dengan karakter-karakter lain seperti Black Cat, Silver Sable, dan teman-teman Peter lainnya membuat segalanya menjadi lebih menarik dan memberikan jalan bagi sekuelnya.

Masalah kami satu-satunya adalah kami mengharapkan akan sesuatu yang baru dan segar, dan momen-momen ini hanya sedikit dan terpaut jauh satu sama lain. Kamu bisa membandingkannya dengan menonton salah satu acara TV Marvel sebelum menonton film blockbuster-nya; cerita dan aksinya jarang mencapai level dari ajang utamanya, tapi kamu tetap menontonnya sambil menunggu sesuatu yang lebih besar. Tetap saja, kami yakin bahwa ekspansi ini akan tetap cukup untuk memuaskan kebutuhanmu akan asupan Spidey.

07 Gamereactor Indonesia
7 / 10
+
Cerita yang menarik, Black Cat, tipe musuh baru, lebih banyak lagi hal-hal yang kamu senangi di game utama.
-
Tak ada kemampuan baru, aktivitas sampingan yang repetitif, tak banyak hal baru dari segi gameplay.
overall score
ini adalah skor dari jaringan kami. Bagaimana dengan kamu? Skor jaringan adalah rata-rata dari skor setiap negara