Gamereactor Close White
Log in member






Lupa password?
Saya bukan member, tapi saya ingin bergabung

Atau log in menggunakan akun Facebook
Gamereactor Indonesia
review
Artifact

Artifact

Valve membuktikan bahwa CCG bisa hadir dengan detail yang hebat tanpa kerumitan.

Facebook
TwitterReddit

Kita hidup di masa terbaik CCG (collectible card games) dan fakta ini tidak bisa dipungkiri. Beberapa studio besar mencoba peruntungan dalam genre ini, masing-masingnya menghadirkan sesuatu yang baru, baik itu besar maupun kecil. Dimulai dengan game sekolah favorit yang kompleks, Magic: The Gathering, ada juga Hearthstone dari Blizzard, Gwent dari CD Projekt Red dengan pengalaman stand-alone yang besar, dan The Elder Scrolls: Legends dari Bethesda - para penggemar game tampaknya menggilai game pertempuran kartu. Yang terakhir dalam gelombang CCG ini adalah Artifact dari Valve yang terinspirasi dari Dota. Game ini memberikan kita pengalaman yang sangat unik bahkan bagi para pemain yang lebih berpengalaman sekalipun.

Perbedaan utama dari game hebat lainnya dalam genre ini adalah tiga jalur dalam Artifact (ya, jalur seperti pada game MOBA; bagaimana pun juga Artifact terinspirasi dari Dota 2). Alih-alih gaya permainan kartu papan biasa yang memiliki beberapa fase, Artifact membawakan tiga jalur berbeda yang dimainkan dalam waktu yang sama, bergerak dengan tempo cepat dari sisi kiri ke kanan layar. Untuk bisa menang, pemain harus menyusun strategi untuk menghancurkan tower di tiga lini depan. Strategi ini termasuk memainkan dan mengatur para jagoan dan juga sumber daya untuk tiap jalurnya dan memeriksa nyawa tower baik milikmu maupun milik lawanmu. Dalam dek kartu, kamu dapat menambah hingga lima jagoan dalam warna berbeda dengan beragam kemampuan yang dapat digunakan di ketiga jalur tersebut (masing-masingnya akan respawn setelah beberapa saat setelah ditaklukkan musuh). Yang pentingnya lagi, untuk memainkan kaki tangan berwarna tertentu dan kartu kemampuan, seorang jagoan dari warna tersebut harus hadir dalam jalur di mana kamu mau memainkan kartunya, menambah alasan lain untuk menyusun strategi.

Semua kartu hero dapat diperlengkapi dengan buff tanpa warna khusus, kartu kemampuan, dan armor serta senjata, membuat mereka lebih kuat entah untuk menaklukkan musuh dan towernya atau untuk menyelamatkan diri mereka sendiri dari kematian tertentu sebelum fase serangan musuh datang. Warna-warna yang dapat dimainkan adalah: merah, warna yang mahal untuk dimainkan tapi memiliki nilai serangan yang tinggi; biru, terdiri dari banyak kartu bermantra hebat; hijau, dek yang penuh dengan minion; dan hitam, serupa dengan dek merah tapi lebih berfokus pada kartu-kartu buff dan debuff. Sebuah dek yang lengkap berisikan minimal 40 kartu, termasuk kartu-kartu hero, dan kamu dapat menyusun dekmu sendiri dengan kapasitas kartu yang tak terbatas. Kamu menginginkan dek dengan 100 kartu? Kamu bisa memilikinya, namun, dengan dek berjumlah besar seperti itu, kamu mungkin akan menghadapi masalah seperti memiliki banyak kartu berbiaya tinggi untuk sumber daya yang akan membuat tidak adanya permainan hingga setelah beberapa fase pertarungan.

ArtifactArtifact

Selain dek dasar yang berisikan 40 kartu, terdapat juga kartu item untuk kamu perhatikan. Item-item ini termasuk boost nyawa, buff hero, senjata, armor, dan buff jalur (seperti add-on jalur menara khusus yang digunakan sekali setiap putaran). Semua item ini bebas digunakan kapanpun pada jagoan manapun. Ketika kamu memutuskan jagoan mana mendapatkan buff apa dan karakter mana harus melakukan apa, kamu dapat memutuskan untuk melewati putaran tersebut (pastikan kamu memerhatikan papan, karena kamu dapat melihat seberapa banyak damage yang akan diterima oleh kartu-kartumu di arena sebelum kamu memulai pertarungan) dan setelah lawanmu melakukan hal yang sama, saatnya untuk bertarung. Desain game ini membuat kartu-kartu kita berbenturan dengan kartu lawan (atau langsung membentur sebuah tower jika tidak ada jagoan lawan yang menghalangi). Setelah fase pertarungan di ketiga jalurnya selesai, sebuah fase seperti toko dalam game akan muncul dan kartu-kartu dapat dibeli untuk sumber daya dalam game (dalam hal ini, sumber daya tersebut adalah koin emas). Setelah memilih kartu yang kamu inginkan (dan mampu kamu beli), kamu harus menempatkan jagoan-jagoanmu di jalur manapun.

Tiap gamenya dimenangkan dengan menghancurkan dua tower di dua jalur berbeda. Masing-masing tower memiliki 40 poin nyawa dan berada di belakang arena. Atau kamu dapat memenangkan gamenya dengan mengambil salah satu towernya serta jiwa seperti kristal dari tower tersebut. Fase tower kedua memiliki nilai nyawa dua kali lipat dari tower biasa, dan kami menemukan bahwa lebih mudah untuk mengambil dua tower ketimbang mengambil satu jiwa.

Aspek utama yang membedakan Artifact dari CCG lainnya adalah tingkat kerumitan yang disajikan, karena walaupun game ini sangat detail, gameplaynya tidak pernah terasa membingungkan ataupun terlalu rumit. Terdapat banyak kartu berbeda dalam permainan, tapi semuanya terasa mengalir saja dan masuk akal. Hal tersebut membuat para pemain yang kurang berpengalaman dalam genre ini tidak akan kesulitan di awal permainan, sementara para pemain profesional CCG akan mendapatkan banyak hal dan cara untuk melakukan beberapa permainan taktis yang hebat melawan lawan yang sama hebatnya. Terdapat juga banyak mode game yang bisa kamu pilih; Featured menghadirkan event kompetitif untuk mereka yang mencari sebuah tantangan berbeda; Solo Play memungkinkan para pemain bertarung melawan bot, entah untuk latihan atau hanya sedang tidak ingin bermain secara kompetitif; Social Play memungkinkanmu bermain melawan pemain dalam daftar temanmu untuk bersenang-senang; Casual Play adalah mode PvP yang ringan; dan Expert Play adalah mode PvP yang lebih kompetitif dengan sistem rank di dalamnya. Saat bermain dalam mode Expert, terdapat beberapa cara berbeda dalam gameplaynya, salah satunya adalah mode standar di mana kedua pemain diperlengkapi dengan dek milik mereka sendiri, dua di antaranya menyajikan para pemain dengan opsi draft.

Artifact

Sebagai penggemar Magic: The Gathering, kami sangat familier dengan memainkan draft untuk masuk ke turnamen. Bagi kalian yang tidak terbiasa, maksud dari memainkan draft adalah kamu membeli beberapa pak kartu dan menyusun dek terbaik yang bisa kamu susun dari pak tersebut. Hal yang sama juga dilakukan oleh lawanmu. Setelah itu, baru kamu bertempur. Ini adalah cara paling seimbang untuk bermain karena pemenangnya tidak semata-mata seorang pemain yang membayar lebih banyak untuk dek yang lebih baik.

Draft phantom memungkinkanmu bermain dengan sebuah dek berisikan 60 kartu gratis dan kamu menyusun deknya sebelum pertandingan (yang tidak dapat kamu simpan setelah permainan) dan setelah jumlah kemenangan yang cukup, kamu dapat memiliki beberapa pak kartu gratis. Draft keeper, di sisi lain, memungkinkanmu menyimpan kartu yang kamu siapkan, tapi kamu harus memiliki lima pak kartu yang belum dibuka dalam inventori. Intinya sama saja, kamu akan bermain melawan musuh dengan kondisi yang sama sepertimu dan jika kamu memenangkan sejumlah pertandingan, kamu mendapatkan beberapa pak kartu. Walaupun begitu, untuk memainkan sebuah pertandingan yang melibatkan rank, kamu harus menggunakan tiket yang kamu dapatkan dari membuang kartu, jadi draft-draft ini tidak sepenuhnya gratis.

Beragam pilihan menjadikan Artifact sebuah game bagi setiap penggemar CCG, bahkan terdapat beberapa pilihan bagi para pemain yang tidak mau menghamburkan uang yang sudah susah payah mereka dapatkan. Meskipun begitu, dengan membayar ekstra untuk mendapatkan kartu-kartu baru, kamu akan meningkatkan pilihanmu. Terdapat detail di sini yang harus memberikan imbalan kepada para pemain yang rajin mengeksplorasi dek mereka sepenuhnya. Jika kamu ingin menyusun dekmu, tidak terlalu banyak opsi selain bermain di Expert Play (atau Ranked Play, jika kamu lebih suka). Microtransaction dalam game ini juga telah mendapatkan reaksi yang buruk. Sulit untuk mengatakan bahwa game ini tidak sedikit terhambat oleh integrasi pasarnya, tapi setidaknya kamu memiliki opsi untuk menukar kartu yang tidak diinginkan dengan pemain lain.

Artifact

Kembali ke gamenya sendiri, Artifact tampak sangat luar biasa dan sungguh terasa seperti game ciptaan Valve, di luar fakta bahwa studio ini sedang mengeksplorasi genre baru. Kami tidak mendapatkan masalah seperti crash dalam game, layar loading yang lama, atau masalah visual selama kami memainkan game ini berjam-jam. Satu-satunya masalah besar adalah pemain harus membeli pak kartu untuk mengembangkan dek. Walaupun pada akhirnya kami membeli beberapa pak kartu karena penasaran.

CCG yang baru dari Valve ini tidak salah lagi tampak menjadi salah satu game terbaik dalam genre ini dan masih banyak ruang untuk mengembangkan game ini lagi. Akan menarik untuk melihat bagaimana mereka akan terus mendukung game dengan pengalaman menyenangkan ini. Untuk sekarang, game ini sangatlah layak untuk dicoba bagi semua orang yang bahkan tidak terlalu tertarik - dan harganya tidak terlalu mahal juga.

ArtifactArtifactArtifact
07 Gamereactor Indonesia
7 / 10
+
Menghadirkan sesuatu yang baru dalam genre CCG, detail yang gila tanpa kerumitan yang berarti, banyak cara dan mode untuk dimainkan.
-
-Deck builder yang agak membosankan, fase belanja terasa tidak terlalu penting, menyusun dek yang layak membutuhkan biaya mahal.
overall score
ini adalah skor dari jaringan kami. Bagaimana dengan kamu? Skor jaringan adalah rata-rata dari skor setiap negara