Gamereactor Close White
Log in member






Lupa password?
Saya bukan member, tapi saya ingin bergabung

Atau log in menggunakan akun Facebook
Gamereactor Indonesia
review
Fallout 76

Fallout 76

Setelah bertahun-tahun bertualang solo, akhirnya pintu vault di wasteland terbuka secara online.

  • Teks: Kieran Harris
Facebook
TwitterReddit

Fallout 76 menandai usaha kedua di wilayah MMO untuk sebuah franchise game Bethesda. Game ini mengambil langkah baru dari seri utamanya dan memungkinkan para pemain untuk membangun markas-markas, menyelesaikan quest, dan menjelajahi sisa-sisa badai nuklir di West Virginia dengan rekan penyintas lainnya di penjelajahan online pertama dari seri ini. Versi betanya mungkin telah menjadi bukti bahwa bug yang berlebihan dan rasa kesepian menjadi keluhan utama para pemain, tapi kami memutuskan untuk bermain dengan pikiran terbuka dan melintasi dunia game yang baru ini.

76 berlatar dua dekade setelah bom nuklir jatuh dan merupakan sebuah prekuel dari semua game Fallout terdahulu, dengan cerita yang berada pada tahun 2102. Petualanganmu dimulai pada Reclamation Day dan kamu bermain sebagai salah satu manusia pertama yang muncul di vault dan memasuki wasteland (sebuah hak istimewa yang tidak dihargai oleh banyak orang). Setelah melengkapi dirimu dengan perlengkapan yang sesuai (sebuah topi berwarna biru dan kuning), kamu akan dikirim untuk memenuhi permintaan dari sang Overseer dan bekerja untuk membangun kembali kemanusiaan dari peradaban yang tersisa.

Mungkin terdapat beberapa perubahan besar dalam berbagai aspek, tapi 76 masih hadir seperti game Fallout yang kamu kenal (setidaknya Fallout 3 dan seterusnya). Pertempuran cepat dari instalmen terdahulunya masih sama. Kamu akan memungut benda-benda seperti biasa dan menyelesaikan quest untuk dapat melanjutkan cerita. Selain itu, semuanya bisa kamu mainkan sendiri dan kamu dapat memainkan semuanya seperti yang bisa kamu lakukan di Fallout 4. Hal ini merupakan sesuatu yang akan kami tekankan sebelum kita sama-sama menyelidiki seluk beluknya. Selain itu, untuk materi promosinya, kamu dapat dengan mudah melihat 76 sebagai sebuah game yang sepenuhnya berbeda.

Fallout 76 memiliki area lingkup yang mempesona, dengan reruntuhan di West Virginia yang lebih besar empat kali lipat dari Fallout 4, membuat game ini memiliki area terbesar untuk kami jelajahi. Negara bagian selatannya terlihat sangat cantik di sini meskipun terdapat mesin-mesin tua dari 76, dan terlihat luar biasa nyaman dengan nuansa keemasan musim gugur. Menjelajahi ruang virtual ini bersama teman-teman sangatlah menyenangkan, karena desain lingkungannya membuat kami ingin menjelajahi setiap incinya bersama-sama. Mesin-mesinnya kelihatan tua, dengan beberapa model karakter yang tampak kasar dan tekstur lusuh, tapi merupakan desain terbaik Fallout sejauh ini.

Fallout 76
Fallout 76Fallout 76Fallout 76

Mungkin perubahan yang paling kontroversial dari 76 adalah tidak adanya lagi NPC manusia. Kamu hanya akan menemukan robot, dokumen, dan holotape yang menyuguhkanmu sebagian kecil cerita. Karena kurangnya hubungan manusia, kami menjadi kurang terikat dengan quest-quest yang ada. Hal ini menjadikan West Virginia terasa seperti kota hantu post-apocalyptic yang luas. Area-area di game terdahulu seperti Diamond City Market dari Fallout 4 terasa hidup, tapi kali ini rasa kesepian yang abadi telah diimplementasikan, yang cukup masuk akal tapi juga terasa dangkal. Kami mengerti bahwa Bethesda memutuskan untuk menambahkan sensasi ini agar setiap pertemuan dengan manusianya terasa lebih berkesan, tapi tentunya hal ini membutuhkan keahlian storytelling yang hebat dari beberapa studio yang terlibat.

Seperti yang sudah dibahas, quest di Fallout 76 tidak terlalu bekerja seperti yang kami harapkan dari seri ini. Alih-alih berbicara dengan NPC, kami malah mendapatkan misi lewat komputer, robot, dan audio log, dan kemudian daftarnya yang terus bertambah (masing-masing dengan objektifnya sendiri). Cerita utamanya mengharuskanmu untuk melacak sang overseer vault-mu, tapi tak lama kemudian kamu akan meneliti, memasak, dan pergi untuk menyelesaikan quest. Hal-hal ini tidak berbeda sejauh itu dengan formula terdahulu. Yang baru dari formulanya adalah event-event acak yang bermunculan, membuat kamu dan rekanmu berkesempatan untuk pergi dan menyelesaikan tugas untuk mendapatkan imbalan. Cara kerja formula ini agak mirip dengan Destiny, dan kamu akan secara rutin melihat event-event ini bermunculan dan menyita perhatianmu selama di wasteland.

Bermain bersama teman-teman dapat meningkatkan pengalamannya berlipat ganda karena kamu bersama-sama bertempur melawan monster-monster bermutasi dan membangun markas bersebelahan. Bagi mereka yang bermain sendirian juga dapat menemukan kesenangan di konektivitas tambahannya. Terdapat 22 pemain di tiap server dan kamu dapat menemukan lokasi mereka di peta untuk melakukan transaksi dagang, bekerja sama, atau bertarung PvP. Menurut kami, PvP-nya merupakan formula yang membuat Fallout bersinar, karena menampilkan mekanik yang menyenangkan seperti bounty untuk kepala para pemain yang telah membunuh mereka yang tidak bersalah.

Peralihan ke dunia online ini telah mendatangkan cukup banyak masalah. Selama quest tutorial awalnya, kami harus membersihkan air dengan merebusnya di cooking station, dan satu-satunya tempat yang harus kami gunakan dipakai oleh pemain lain. Entah pemain itu sedang mengejek kami atau sedang istirahat, tapi ia tidak bergerak sama sekali dan kami tidak bisa melanjutkan game hingga ia keluar dari game dan masuk ke server lain. Hal ini hanyalah salah satu contoh kecil, tapi sudah cukup menunjukkan bagaimana beberapa aspek pengalamannya menjadi agak cacat demi peralihannya ke dunia online. Bagaimanapun juga, keharusan untuk menunggu seseorang yang sedang menggunakan workbench atau kompor agaknya kurang ideal.

Fallout 76Fallout 76
Fallout 76Fallout 76
Fallout 76Fallout 76Fallout 76
Fallout 76