Gamereactor / Dansk / Svenska / Norsk / Suomi / English / Deutsch / Italiano / Español / Português / Français / Nederlands / 中國 / Polski
Gamereactor Close White
Log in member






Lupa password?
Saya bukan member, tapi saya ingin bergabung

Atau log in menggunakan akun Facebook
Gamereactor Indonesia
review
Football Manager 2019

Football Manager 2019

Waktunya untuk mengucapkan selamat tinggal pada waktu luangmu, karena Football Manager terbaru telah hadir.

Facebook
TwitterReddit

Kami telah memainkan Football Manager sejak tahun 90-an, bahkan sebelum game ini disebut Football Manager, dan dengan penuh pengharapan kami selalu menantikan setiap game terbarunya. Kami tidak mungkin bisa menghitung berapa jam yang telah kami habiskan untuk memainkan game ini (perlu diingat bahwa kami telah memainkannya jauh sebelum Steam memperhatikan hal seperti ini untuk kami), maka kemudian pertanyaan yang ada di benak kami ketika waktunya telah tiba untuk memainkan Football Manager 2019 adalah: apakah game ini lebih baik dari tahun kemarin?

Tahun ini kami mencoba mengasuh Forest Green Rovers yang menjanjikan dari League Two menuju kejayaan. Kami cenderung memainkan game ini dengan cara ini, melewatkan klub-klub sukses karena kami menikmati membawa sebuah klub menaiki tingkatan-tingkatan dalam sebuah liga (walaupun untuk memberikan sebuah review yang adil untuk game ini secara keseluruhan, kami juga memainkan tim yang jauh lebih baik dalam data yang terpisah). Akan tetapi, hal yang paling pertama harus dilakukan adalah mencoba menciptakan seorang manajer yang mirip denganmu.

Tahun sebelumnya kamu bisa menciptakannya berdasarkan sebuah foto dengan hasil yang cukup bagus. Hasil untuk tahun ini tidak sebaik dari yang sebelumnya, dan akhirnya kami hanya mengambil karakter yang disediakan komputer dan sedikit mengubahnya. Di sini ada opsi untuk itu, tetapi tidak sedalam pembuatan karakter yang biasa terdapat pada game-game RPG. Ini memang bukan fitur utama, tetapi kami harap hal ini diperbaiki tahun depan. Lagipula, manajermu akan berdiri di sana, di pinggir lapangan dari pertandingan ke pertandingan.

Segera setelah kamu memulai karirmu, kamu akan diperkenalkan dengan dua perbaikan besar untuk versi tahun ini, modul tactical dan training. Sekarang keduanya lebih dalam dari sebelumnya. Kamu bisa memilih di antara 11 gaya taktik yang berbeda, mulai dari seperti tiki-taka (yang dibuat terkenal oleh Barca) yang fokus pada umpan-umpan pendek dan menekan dengan kuat, hingga memarkir bus sambil mengharapkan sebuah clean sheet dan mengabaikan penguasaan bola. Ada juga representasi grafis dari bagaimana gaya ini akan terlihat dalam pertandingan, game ini kemudian akan menyarankan formasi yang cocok dengan filosofi yang kamu pilih.

Football Manager 2019

Untuk kali ini batasan training sangat ekstrim. Jika kamu suka menangani setiap detail yang kecil dari pengelolaan harian klub, kamu akan menghabiskan waktu berjam-jam di sini. Game ini benar benar detail. Kamu memiliki opsi yang jelas mengenai apa yang harus dilakukan tim dalam setiap sesi. Apakah kamu terlalu banyak kemasukan? Mungkin kamu harus menghabiskan sesi pertamamu bertahan dari umpan-umpan panjang, diikuti sebuah sesi di mana kamu fokus pada pertahanan yang agresif. Kamu juga bisa mengatur latihan individual, mengatur sendiri jadwal, memilih apa yang ditangani oleh setiap coach, dan mengawasi pemain mana yang mengalami kemajuan (atau yang performanya buruk) pada sesi terakhir. Kami sangat terkesan dengan modul training terbaru ini, dan di sini jauh lebih mudah untuk mengawasi segalanya daripada sebelumnya.

Football Manager 2019

Kami sadar bahwa ini terlihat mengintimidasi bagi pemain-pemain baru. Game ini dipenuhi detail-detail, informasi, statistik, dan fitur -fitur yang kadang-kadang membuat kewalahan. Ada sebuah berita bagus. Jika kamu ingin hanya fokus membeli dan memilih anggota tim sebelum pertandingan berikutnya, kamu bisa. Kamu bisa menugaskan asisten manajer untuk menangani latihan, negosiasi kontrak, dan taktik untuk pertandingan berikutnya. Kamu benar-benar bisa memilih apa yang ingin dan tidak ingin kamu lakukan. Tetapi bagaimanapun itu, kami sarankan kamu membiarkan orang lain mengurusi konferensi pers. Menurut kami ini adalah bagian paling buruk dari game ini. Hal ini diperkenalkan beberapa tahun yang lalu, dan sekarang masih membosankan sama seperti dulu. Kamu diberi pertanyaan oleh jurnalis pada waktu yang berbeda, kebanyakan setelah sebuah pertandingan, dan pertanyaannya hampir sama dan berulang-ulang. Apakah kamu telah membeli seorang pemain baru? Maka kamu akan tahu pertanyaan apa yang akan diberikan, dengan urutan seperti apa, dan bagaimana menjawabnya. Untungnya kamu bisa memilih untuk melewatkannya, dan walaupun mungkin itu realistis (manajer mana yang menyukai konferensi pers?), tetapi masih saja sulit untuk dilalui.

Bukan rahasia lagi jika game ini akan menghabiskan waktu luangmu. Ada begitu banyak hal yang harus dilakukan, ada begitu banyak pemain yang harus diawasi, begitu banyak staf yang harus direkrut dan dipecat. Akan menghabiskan beberapa jam sebelum kamu bisa melewati masa pra-musim. Jika kamu menginginkan sebuah game yang lebih streamline, ada Football Manager Touch 2019. Ini adalah game versi dasar dari game utamanya. Dalam banyak hal, ini seperti versi update dari petualangan serupa yang bisa kamu temukan 5 atau 10 tahun yang lalu. Bukan sesuatu yang kami mainkan untuk review ini, tetapi ini sudah termasuk di dalam paket game utamanya.

Football Manager 2019

Sports Interactive bersungguh-sungguh untuk bisa sama seperti dunia yang sebenarnya. Mungkin ada beberapa event yang sedikit banyak mengalami perubahan untuk masa yang akan datang. Salah satu contohnya adalah Piala Dunia 2022 yang dipindahkan dari Qatar ke negara lain (untuk kasus kami ke Australia) sebagai akibat dari tekanan dan berbagai pembatasan yang diakibatkan oleh Brexit terhadap klub-klub Inggris. Fitur baru lainnya adalah dimasukkan adalah VAR (wasit video yang menjadi sorotan pada Piala Dunia kemarin) dan goal-line technology.

Tentu saja, akan ada hal lain yang terjadi yang tidak akan ada di dunia nyata. Salah satu pemain pertama yang kami rekrut untuk Forest green adalah Antonio Cassano (yang sebenarnya telah memutuskan untuk pensiun beberapa waktu yang lalu). Dia adalah seorang pemain dengan 39 caps untuk Timnas Italia yang telah bermain untuk klub-klub seperti AS Roma, AC Milan, Inter, dan Real Madrid. Sekarang dia bermain untuk The New Lawn dari Nailsworth, sebuah desa kecil dengan jumlah penduduk 5,700 jiwa. Untuk memperburuk keadaan, kami kalah dalam pertandingan pertama kami di kandang dari MK Dons... 0-10. Ya memang begitulah League Two, tapi tetap saja...

Football Manager 2019