Gamereactor / Dansk / Svenska / Norsk / Suomi / English / Deutsch / Italiano / Español / Português / Français / Nederlands / 中國 / Polski
Gamereactor Close White
Log in member






Lupa password?
Saya bukan member, tapi saya ingin bergabung

Atau log in menggunakan akun Facebook
Gamereactor Indonesia
review
Red Dead Redemption 2

Red Dead Redemption 2

Saatnya menunggang kuda dan beraksi di petualangan epik terbaru dari Rockstar ini.

Facebook
TwitterRedditGoogle-Plus

Di dalam hidupmu, persepsi kita tentang story-telling dan seni bisa berubah, tidak akan pernah sama lagi. Kita semua mengingat pengalaman ini dengan senyuman, di mana entah bagaimana diri kita terbentuk kembali, entah karena The Wall dari Pink Floyd, menyaksikan kota terlipat-lipat dalam Inception, atau tiba di Vice City yang penuh dengan lampu kota untuk pertama kalinya. Semua pengalaman itu sangat berharga bagi kita, dan membutuhkan para maestro sejati untuk menciptakannya. Oleh karena itulah, Rockstar memiliki tempat spesial di industri game, karena hampir semua dari kita memiliki setidaknya sebuah momen dari salah satu proyek mereka. Entah itu merampok bank di Grand Theft Auto V, menembaki bistro Saint Mark di San Andreas, atau menyelamatkan band Love Fist di Vice City.

Bagi sebagian gamer lain, melarikan diri dari kematian di atas tunggangan kuda di perbatasan AS/Meksiko dengan jutaan bintang di langit, dan lagu Far Away dari José González yang menemani perjalanan karakter protagonis kita, John Marston, merupakan salah satu momen paling mengesankan dari Red Dead Redemption original. Tentunya juga merupakan salah satu pengalaman yang mengubah cara pandang kita terhadap storytelling, karakter, dan kekuatan dari cerita digital yang dengan beruntung telah kita dapatkan.

Keberhasilan dari momen-momen tersebutlah yang membuat Rockstar ingin kembali ke dunia ala Barat ini, menggunakan momen tersebut sebagai sebuah pondasi untuk menciptakan Red Dead Redemption 2. Sebuah perjalanan untuk menjadi lebih baik, untuk mengusahakan sesuatu yang lebih agar kamu sekali lagi dapat kagum dan terpesona. Sekarang akhirnya kami dapat memberitahumu apakah pekerjaan ambisius dari Rockstar sedari bertahun-tahun lalu ini telah berhasil, apakah mereka telah sekali lagi berhasil menciptakan sebuah pengalaman mencengangkan, sebuah momen yang akan kita ingat dan membentuk ulang pengertian kita atas kemampuan dari media ini.

Red Dead Redemption 2, di satu sisi, memiliki kesamaan dengan Grand Theft Auto dan Red Dead Redemption original dari tahun 2010, tapi di sisi lain, game ini telah membuang banyak mekanika dasar dari game pendahulunya agar dapat menciptakan sesuatu yang baru dan lebih berat. Hal ini adalah awal dari sesuatu yang baru dari Rockstar, namun tetap dibuat dengan sesuatu yang sangat familiar.

Red Dead Redemption 2

Old West, Wild West, pelan-pelan menuju kepunahan. Melalui kemelorotan industri, negerimu dibangun ulang untuk tujuan yang berbeda; diperlengkapi kebutuhan yang disesuaikan dengan populasi yang lebih modern, menjadi pengusaha ketimbang menjadi korban, bergerak melakukan sesuatu ketimbang hanya mengkhayal. Penyesuaian dengan cara berpikir yang dimodernisasi adalah tanda-tanda datangnya kekuasaan pemerintah, legislatif dan hukum, dan kerangka masyarakat yang menciptakan keselamatan dan keamanan, tapi mengorbankan kebebasan yang juga dicari oleh para pemukim dari Eropa. Cara berpikir ini tidak cocok dengan Dutch Van der Linde. Ia ingin lepas dari tekanan pemerintah, dari aturan, dari lembaga, dan ia melakukannya dengan menghindar dari semua hal tersebut. Tindakannya mengantarkan para individu yang berpikiran sama untuk bergabung bersamanya di medan liar, melindungi diri mereka dari cara berpikir yang lebih modern lagi. Di sini lah kita akan bermain sebagai Arthur Morgan, kaki tangan Dutch, seorang pengawal terpercaya dan anggota geng yang setia. Morgan ditemukan oleh Dutch saat masih kecil dan dibesarkan untuk mengikuti cita-cita yang sama. Kesetiaannya tak kenal batas, tekadnya tak tergoyahkan, dan meskipun gengnya seringkali bertahan hidup dengan bersembunyi di atas penderitaan orang lain yang malang nasibnya, ia tidak menemukan banyak alasan lain untuk mempertanyakan motif dari Dutch. Bagaimanapun juga, Dutch telah mengorbankan pernikahan, anak, dan harta bendanya demi cita-cita yang juga dipegang teguh oleh Arthur tersebut.

Namun, seperti yang mungkin telah kamu duga, game ini bukanlah dongeng tentang orang-orang yang menemukan kebahagiaan dan masa pensiun yang damai. Game ini adalah tentang tragedi, seperti seharusnya. Sebuah cerita di mana kamu sangat dekat dengan impianmu, tapi tidak pernah bisa mencapainya, seperti kisah nyawa-nyawa yang hilang, perampokan yang seru, dan hubungan yang rusak di game-game Rockstar lainnya. Pertama, game ini menunjukkan hasil kerja yang baik pada pengenalan karakter-karakter lama dan barunya. Mereka tidak hanya memiliki sesuatu yang menarik untuk dikatakan, tapi juga memiliki keterlibatan dengan Arthur, yang dengan sendirinya menciptakan sebuah alur narasi. Di tengah-teangah cerita, ada Arthur, seorang yang setia dan serius yang menghargai orang-orang yang tidak banyak basa-basi. Ia merasa bertanggung jawab atas gengnya, sama seperti Dutch. Baik itu Bill Williamson si pemabuk, Sadie Adler si genit, Hosea Matthews si bijak, atau Charles Smith si pendiam, ia melindungi semua orang ini, seperti mereka yang juga melindunginya. Di seluruh cerita, mereka bersumpah satu sama lain, berbagi momen akrab di sekitar api unggun, melakukan tindakan kejam terhadap orang lain dan minum bir bersama setelahnya. Mereka bukanlah para pahlawan, tapi kelompok ini perlahan terasa seperti satu identitas tersendiri, dengan masing-masing karakter memberikan keunikannya pada identitas tersebut.

Sangat jarang untuk sebuah game yang mengharuskan pemainnya melindungi sebuah komunitas dengan individu-individu berkepribadian berbeda di dalamnya. Sekalipun sangat mudah membedakan kelemahan dan kekuatan dari masing-masing karakter, tetap saja membuatmu merasa bertanggung jawab untuk menjaga mereka semua. Hal ini terjadi karena rentetan kata-kata cerdas pada penulisannya, yang terus menerus mengingatkanmu pada event-event yang telah lalu, serta tindak lanjut pada alur cerita pentingnya. Ini adalah sebuah narasi yang memperhatikan detail dan jarang ditemukan di manapun, bahkan game Rockstar yang lainnya pun tidak mencapai tingkat narasi seperti ini.

Red Dead Redemption 2Red Dead Redemption 2

Seiring dengan progres game, kamp akan bermigrasi ke berbagai tempat di game ini. Hal ini mengantarkan cerita dari satu aksi ke aksi lainnya, menciptakan perasaan yang melekat pada progres dan momentumnya dari awal hingga akhir. Saat kampnya menetap, kamu bebas untuk menggunakan berbagai sistem yang ada. Sementara game-game Rockstar lain menyediakanmu markas, perumahan, atau setidaknya sebuah rumah untukmu singgah, di Red Dead Redemption 2 kamu hanya memiliki tempat penampungan. Dari sini, kamu akan berinteraksi dengan setiap karakter yang ada. Mereka akan memiliki kisah unik dan menarik tiap kali kamu kembali. Kamu bisa mengkustomisasi penampilan Arthur, dari pakaian hingga sepatu, yang bisa kamu beli di seluruh dunia dalam game, dan kamu juga bisa bercukur. Rambut, kumis, dan jenggot Arthur tumbuh seperti seharusnya, artinya kamu akan melihat pangkal janggut yang tumbuh sekitar satu atau dua hari setelah kamu melakukan cukur total. Selain itu, terdapat juga mini-game yang dapat kamu mainkan dan kuasai (seperti bermain kartu atau domino). Kampnya akan berkembang dengan usaha lebih yang kamu berikan. Contohnya, jika kamu membawa beberapa hewan, mendonasikan beberapa dolar di sana sini, juru masakmu akan menyediakan makanan yang lebih baik, yang akan berdampak pada stamina. Selain itu, penghuni kamp juga akan menawarkanmu amunisi yang bisa kamu beli. Tidak hanya itu, kamu bisa menemukan upgrade untuk tenda milik tiap karakter, persediaan obat-obatan, amunisi, dan makanan di kampmu. Bahkan kamu bisa menggunakan kulit hewan untuk mengkustomisasi penampilan kamp.

Kamp ini memang merupakan sebuah mekanik, yang menyediakan sebuah motivasi sistemik untuk para pemain dan melabuhkan Arthur lebih jauh dalam dunia game melalui desain detail, seperti bercukur, makan, tidur, memotong kayu, dan memilih misi baru. Namun yang lebih penting lagi, kamp ini mengikat hubunganmu, yang telah disebutkan di atas, dengan gerombolan bandit ini. Kamp ini menjadi sangat berarti bagimu, dan lebih penting lagi - menjadi rumah dengan cara yang belum pernah dicapai oleh Rockstar sebelumnya.

Namun sesekali, bahkan orang rumahan pun harus pergi dari markas untuk menjelajah sekitar. Ketika Arthur pergi, kamu akan terpana lagi dan lagi oleh dunia game yang sangat berbeda dari yang lainnya, sebuah ruang yang sangat memukau hingga kamu tak bisa berhenti terpesona. Latarnya sangat realistis, dan tidak menyimpang terlalu jauh dari dunia dan periode sejarah yang Rockstar coba gambarkan. Walaupun demikian, dunia gamenya tetap dirancang dengan variasi estetis, dari deru sungai hingga puncak gunung yang tertimbun salju, dari gurun berdebu hingga rawa yang dipenuhi buaya. Terdapat berbagai bioma yang terdiri dari beragam jenis satwa liar, dengan perilaku dan ciri-ciri yang berbeda. Hampir semuanya bisa dijadikan sebagai tantangan berburu. Kulit hewan-hewan ini dapat dijual di berbagai kota, dan dagingnya dapat didonasikan di kamp. Satwa liarnya berlimpah, dari kawanan bison yang memakan rumput di berbagai dataran, beruang grizzly yang sedang berburu di pegunungan, dan pronghorn yang melesat keluar masuk pepohonan. Kamu bisa berburu hewan dengan panah, menemukan dan menunggangi kuda baru, dan memancing ikan di sungai dan danau untuk sturgeon dan salmon. Dunia di Red Dead Redemption 2 penuh dengan karakter, tapi yang akan mengejutkanmu adalah ketika kamu pergi keluar bersama Arthur tanpa ditemani orang lain. Selain besar, sebagian besar dunia game ini juga liar dan buas, artinya kamu akan berburu, mengumpulkan herba dan memancing di lokasi terpencil. Tempatnya berada di luar wilayah peradaban, setidaknya untuk beberapa saat, tapi kamu tidak akan pernah merasa berada di ruang kosong. Untuk dapat menciptakan hal seperti ini, sangat membutuhkan desain yang teliti, dan itu membutuhkan bakat.

Red Dead Redemption 2
Red Dead Redemption 2Red Dead Redemption 2