Gamereactor / Dansk / Svenska / Norsk / Suomi / English / Deutsch / Italiano / Español / Português / Français / Nederlands / 中國 / Polski
Gamereactor Close White
Log in member






Lupa password?
Saya bukan member, tapi saya ingin bergabung

Atau log in menggunakan akun Facebook
Gamereactor Indonesia
review
Call of Duty: Black Ops 4

Call of Duty: Black Ops 4

Mode campaign digantikan dengan Blackout dan Zombies. Apakah cukup untuk mengembalikan seri ini ke posisi teratas?

Facebook
TwitterReddit

Infinity Ward menarik perhatian kita ke franchise Call of Duty dengan entri pertama di tahun 2003 silam dan kemudian mengembangkannya ke level yang berbeda dengan game legendaris Call of Duty 4: Modern Warfare. Sayangnya, kesuksesan game legendaris tersebut telah membuat Activision menciptakan setiap entri barunya dengan berbeda, setiap kalinya semakin jauh dari Call of Duty yang kita sukai pertama kali. Petanya menjadi terlalu rumit dengan desain yang mengutamakan ketangkasan dan refleks ketimbang pemikiran taktis, sementara gameplaynya terkadang miskin inovasi dibanding developer lain di masanya. Hanya menyebutkan bahwa game ini kembali ke gaya permainan "boots on the ground" tidaklah cukup - mereka harus membuktikannya. Saat itulah Call of Duty: Black Ops 4 hadir. Treyarch sadar akan kegagalannya dan kembali dengan ide yang baru dengan menghilangkan fitur aneh seperti berlari di dinding dan teknologi masa depan, serta membuat beberapa perubahan menarik pada formula yang membuat penggemarnya jatuh cinta pertama kali. Hasilnya, sebuah game yang sungguh-sungguh menarik kami kembali dan kemungkinan akan membuat kami takjub.

Hal ini menjadi jelas setelah kami melewati beberapa menit di pertandingan multiplayer. Militia adalah peta yang betul-betul baru di Black Ops 4, tapi terasa seperti teman lama. Kami langsung mengetahui di mana kira-kira sniper berada, perlindungan seperti apa yang menunggu di pojokan, dan di mana saja choke point/titik sempit berada. Kenapa? Bukan hanya karena kami tidak perlu memperhitungkan musuh yang seringkali mengejutkan hampir di setiap tempat dengan wall-running atau parkour, tapi juga karena filosofi utama di balik setiap peta kembali ke apa yang membuat Crash, Estate, Favela, Nuke Town, Terminal, dan Overgrown menjadi favorit para penggemar beberapa tahun lalu.

Sebagian besar peta di Black Ops 4 memiliki sesuatu yang hanya bisa digambarkan sebagai alur yang natural dan elegan yang secara intuitif membawa beragam jenis pemain ke area-area yang cocok dengan gaya permainan mereka. Kamu akan dengan cukup mudah yakin di mana kira-kira ancaman akan datang hanya dalam hitungan detik dalam setiap situasi, yang membuat petanya terasa sangat seimbang untuk semua jenis pemain. Tambahkan hal-hal ini dengan empat peta klasik dari Black Ops yang akan hadir kembali, dan juga Nuketown di bulan November, dan kamu mendapatkan sesuatu yang mungkin adalah daftar game terbaik dalam beberapa tahun.

Mode seperti Team Deathmatch, Kill Confirmed, dan Domination juga kembali, dan tambahan seperti mode Control dan Heist membawa sensasi baru pada pilihan yang tidak asing lagi. Mode Control pada dasarnya adalah evolusi dari Domination di mana setiap tim bergantian menyerang dan mempertahankan dua area. Kejutannya ada di 25 nyawa kolektif per babak yang dimiliki setiap tim, sehingga menghadirkan lapisan ekstra untuk strategi pada pertarungannya. Di sinilah semua Specialist memiliki kesempatan untuk bersinar. Memilih Specialist defensive seperti Torque atau Recon akan memungkinkamu untuk tetap berada di tempat sambil bertahan, melawan banyaknya musuh. Di sisi lain, jika kamu memilih tipe offensive seperti Firebreak dan Battery, akan memudahkanmu untuk membasmi musuh-musuhmu entah dengan menyerbu posisi mereka dengan kekuatan penuh atau mendapatkan keuntungan pada saat duel. Sangat seru untuk memperebutkan kendali dari area-area berbeda seiring berkurangnya nyawamu. Hal tersebut membuat mode ini akan dengan mudah menjadi salah satu mode yang digemari sejak awal.

Call of Duty: Black Ops 4

Heist juga merupakan mode baru di Black Ops 4, seharusnya terasa familiar untuk kalian yang bermain Counter-Strike atau Payday 2. Dua tim mencoba untuk mengumpulkan kantong-kantong uang dan mengambil isinya. Namun, kamu tidak memulai mode ini dengan kelas dan senjata regulermu. Setiap pemain memulai hanya dengan sebuah pistol dan $500 di babak pertama dan kemudian harus mempertimbangkan apa yang ingin mereka beli dengan uang mereka. Senjata, equipment, dan perk yang lebih baik tentunya lebih mahal, jadi kamu harus menentukan apa yang kamu inginkan di antara tiap babak tanpa respawn ini. Mengambil isi kantong uang akan memberikanmu keuntungan yang lumayan karena membuatmu memiliki banyak uang di babak berikutnya. Namun, mencari-cari kantong uang sembarangan juga dapat mengantarmu ke kematian yang terlalu cepat dan bukan tidak mungkin kamu akan kehilangan armor yang sudah mahal-mahal kamu beli. Heist merupakan mode yang seru bagi kalian yang menyukai ketegangan dan gameplay yang lebih lambat, tapi hal ini tidak akan berlaku bagi kalian yang menginginkan aksi-aksi cepat dan kill yang banyak.

Keseimbangan juga merupakan kata yang penting untuk beragam Specialist di sini. Tidak masalah apakah gaya bermainmu offensive, defensive, atau supportive, kamu tidak akan kesulitan menemukan salah satunya di setiap situasi. Kami tidak membicarakan karakter dengan kepribadian dan karisma yang sama dengan mereka dari Overwatch, tapi tidak salah lagi bahwa Treyarch terinspirasi dari hero-shooter dengan tiap Specialist yang memiliki kemampuan dan perlengkapan unik. Kamu menyukai tipe offensive dan ingin mengejutkan musuh dengan serangan mematikan? Maka kamu akan terhibur dengan Grav Slam dan Grapple Gun dari Ruin. Kamu lebih suka tipe supportive? Tak-5 dari Crash akan menyembuhkanmu dan rekan tim di dekatmu, dan juga ammo lebih di Assault Pack untuk temanmu. Singkatnya, setiap kemampuan Specialist dapat memutarbalikkan kondisi perang dalam hitungan detik dengan equipment mereka yang dapat seketika menyulitkan musuh. Satu-satunya kekhawatiran kami terhadap sistem game ini adalah ketidakgunaan beberapa kelas dalam mode tertentu. Penutup dan kawat berduri milik Torque hampir sama bergunanya dengan sebuah pistol air di mode Team Deathmatch. Tapi di sisi lain, pada mode Control yang baru, Torque adalah tipe karakter yang akan kamu butuhkan untuk menyusun seluruh strategimu. Hal ini bukan merupakan masalah yang besar jika kita memiliki sejumlah pilihan mode, tapi menjadi penjelas kenapa game-game serupa memiliki mode lebih sedikit.

Call of Duty: Black Ops 4Call of Duty: Black Ops 4

Membiasakan dirimu dengan kemampuan yang berbeda seharusnya tidak sulit, karena sebuah mode bernama Specialist HQ bekerja baik sebagai tutorial dan lore-builder. Hal ini bukanlah sebuah campaign, tapi Treyarch tidak berniat untuk menghemat budget untuk sinematik besarnya antar tiap segmen. Treyarch bisa dipastikan terinspirasi dari Overwatch dan telah mencoba untuk memberi kepribadian pada tiap Specialist lewat film pendek dan kartun ini, dan di waktu yang sama memberikan kita sekuens yang bagus untuk memoles kemampuan tanpa ketakutan terhadap pemain lain yang mengganggu latihan kita.

Hal lain yang menjadi keluhan minor kami adalah kembalinya sistem Pick 10, yang memungkinkanmu untuk mempergunakan senjata, attachment, equipment, perk, scorestreak, dan Wildcard yang kamu kehendaki pada pasukanmu (yang lagi-lagi membuat bebrapa Specialist terasa tak berguna). Hilangnya benda-benda futuristik tidak terlalu mengganggu pilihanmu; masih terdapat banyak barang untuk dipilih, dengan tiap senjata yang memiliki sistem perkembangan dan attachment. Call of Duty telah dikenal dengan penanganan senjata yang paling memuaskan di industri game, dan Black Ops 4 memperkuat reputasi ini. Kamu dapat merasakan pukulan dari shotgun; letupan dari sniper rifle; kamu merasakan setiap pergerakan kecil dari senjata-senjata berbeda. Treyarch memenuhi harapan kami, dan kami menyukainya.

Sayangnya, Treyarch mengubah aspek lain dari formula mereka. Kami memainkan game ini sebelum adanya update, tapi kami harap beberapa senjatanya akan diseimbangkan kembali. Suka atau tidak, scoping cepat masih menjadi opsi, dan sebagian sniper rifle tampak over-powered karenanya. Tewas dalam sekali tembak oleh seorang sniper yang bahkan tidak menggunakan scope sangat membuat frustasi (masalah yang seringkali terjadi pada konsol karena fitur aim assist). Terdapat juga beberapa contoh lain dari senjata yang kami sukai/tidak selama waktu kami sebelum game ini rilis, jadi kami harap Treyarch akan memenuhi janjinya tentang update yang singkat.

Banyak hal yang masih sama di game ini dengan pendahulunya, tapi Treyarch tidak mengikuti resep tradisionalnya dalam semua aspek. Satu hal yang paling banyak dibicarakan seputar perubahan yang ada adalah healing manual. Waktu telah berlalu sejak karakter kita secara ajaib sembuh dari luka-luka pertempuran setelah pergi dari kericuhan untuk beberapa detik. Sekarang kami harus mengisi sendiri nyawa dengan mengorbankan beberapa milidetik untuk menyuntikkan diri dengan jarum suntik. Hal ini merupakan salah satu perubahan terbaik dari Call of Duty sejak sistem progresi di Modern Warfare. Ketidakharusan untuk lari dan bersembunyi setelah terkena serangan musuh melainkan menunggu bar nyawa terisi kembali cukup membuatmu pelan-pelan kelimpungan tapi juga cukup cepat untuk memberimu harapan, dan hal ini telah membuat setiap pertempurannya menyenangkan. Healingnya memiliki waktu yang kira-kira sama lamanya dengan reload senjata berat, yang artinya alur pertempurannya tidak sama seperti dulu.

Hal ini, dan keleluasaan untuk menembak sambil melakukan hal lain dengan satu tangan dan peta Fog of War yang baru, membuatnya menjadi pengalaman multiplayer terbaik di Call of Duty hingga saat ini. Lalu bagaimana dengan Zombies dan Blackout?

Call of Duty: Black Ops 4