Gamereactor Close White
Log in member






Lupa password?
Saya bukan member, tapi saya ingin bergabung

Atau log in menggunakan akun Facebook
Gamereactor Indonesia
review
Assassin's Creed Odyssey

Assassin's Creed Odyssey

Petualangan Yunani yang besar dan padat.

  • Teks: Bengt Lemne
Facebook
TwitterReddit

Franchise Assassin's Creed telah mengalami perubahan selama bertahun-tahun. Sejak franchisenya dimulai, perubahan terbesar terjadi pada Origins yang rilis tahun lalu. Odyssey melanjutkan di jalur yang sama dengan menambah beberapa fitur baru yang mengalihkan gaya permainan lebih jauh dari akar adventure yang berfokus pada stealth. Stealth masih ada di dalamnya, masih juga berupa petualangan, tapi secara keseluruhan game ini merupakan sebuah action-RPG open-world dan sejujurnya perubahan ini sangat kami terima.

Assassin's Creed Odyssey melangkah mundur lebih jauh dari waktu sebelumnya, sebelum Bayek menemukan brotherhood. Dengan kata lain, game ini menawarkan wawasan lebih pada "first civilisation" (peradaban pertama) secara menyeluruh. Dan dengan sedikit kejutan, para penggemar setia akan sangat tertarik bukan hanya dengan latar sejarahnya (yang luar biasa), tapi juga dengan cerita peradaban pertamanya. Terdapat tiga rangkaian utama dari cerita dan semuanya terjalin untuk menciptakan narasi yang secara mengejutkan telah berhasil, sekalipun game ini memang sudah besar dalam hal konten, karakter, dan cakupan dunianya.

Pertama, cerita utama dari game ini, sama seperti Origins, adalah tentang keluarga - sebuah tragedi Yunani. Kedua, ceritanya tentang menjatuhkan mereka yang bertanggung jawab atas tragedi tersebut (Sekte) dan mempelajari banyak hal tentang peradaban pertama (yang diceritakan setengah jalan dari permainan). Peradaban pertama sendiri merupakan bagian utama dari kepentingan yang ada di zaman modern (seperti biasa, di sini kamu "bertualang" menuju masa nenek moyang dari masa depan), tapi seperti dalam Origins, ia sedikit, singkat, dan saling berjauhan. Seperti yang kamu harapkan dari seri ini, game ini adalah perpaduan dari masalah yang serius, hal yang lebih ringan, dan beberapa intrik keluarga yang akan membuat penulis dari The Bold and The Beautiful cemburu. Bagi kami, karakter-karakter yang ada telah membuat Odyssey dapat kami nikmati.

Assassin's Creed OdysseyAssassin's Creed Odyssey
Layla kembali, dan kamu memiliki banyak pilihan untuk mengkustomisasi penampilan dan gaya permainan karaktermu termasuk penampilan tudung non-Creed.

Hal utama dari inovasi terbaru ini adalah pilihan pemain, bukan hanya dari sisi dialog, tapi juga dari sisi aksi. Mulai dari memilih protagonis antara saudara kandung Alexios dan Kassandra. Walaupun kamu harus memilih, sebenarnya siapapun yang kamu pilih akan menjadi saudara kandung yang lebih tua dalam cerita. Kamu akan mendapatkan konsekuensi dari setiap pilihanmu nantinya. Contohnya, terdapat quest sekte di mana kamu dapat memilih untuk menyelamatkan seseorang, tapi hanya jika kamu sebelumnya telah memutuskan untuk membunuh target diam-diam ketimbang menjadi tontonan publik. Pilihan-pilihan tersebut juga menjadi warna dalam dialog dengan orang-orang penting. Apakah kamu memilih untuk menjadi religius atau memilih gaya modern yang lebih pragmatis, pilihanmu akan membentuk alur cerita Alexios atau Kassandra. Jika kamu memilih kekerasan pada adegan-adegan utama, hal ini juga terkadang menjadi faktor. Hal ini bisa terasa langsung atau tidak, tapi secara keseluruhan semua berjalan dengan baik dan telah menjadi sesuatu yang melekat pada Assassin's Creed, jadi sulit untuk dibayangkan jika ke depannya tidak ada fitur ini lagi ke depannya.

Bagian yang juga ada di Origins, tapi hanya pada bagian yang ditulis skrip (dan mungkin adalah bagian yang tidak terlalu kami sukai), adalah pertempuran laut. Dilihat dari geografi Yunani, sangat wajar jika banyak terjadi pertempuran di laut. Tapi di sini semuanya terikat pada satu open world, seperti Black Flag. Sementara sebagian besar game berlangsung di daratan Yunani dan pulau-pulau sekitarnya, dapat dikatakan bahwa pertempuran kapalnya menyenangkan dan dibuat dengan baik. Sistem keseluruhan untuk meningkatkan kualitas kapalmu (Adestria) dan merekrut awak kapal cukup mendalam. Seringkali kamu akan mendapatkan tamu di atas kapal yang akan memberikanmu update seputar misi yang sedang kamu jalani. Barnabas, yang dengan senang hati menyerahkan posisi kapten padamu setelah kamu menyelamatkannya, juga selalu ada di kapal. Ia sangat senang membicarakan petualangan yang telah kamu lewati di daratan.

Pertempurannya mungkin agak terlihat sama dengan Origins, tapi tambahan kemampuan (yang kamu letakkan di tombol controller) dan perisai yang dienyahkan (pilihan yang cukup aneh untuk sebuah game tentang orang Spartan buangan), membuatnya sangat berbeda, khususnya nanti jika kamu telah cukup jauh memainkannya. Kamu sangat kuat di pertempuran langsung berkat kemampuanmu. Kemampuan untuk menyembuhkan diri juga sangat mengubah caramu menaklukkan musuh. Pengelakan dan pengalihan serangan menggantikan tangkisan dan membuat pertarungannya lebih agresif dan ofensif. Kami juga mengapresiasi mungkinnya pengalokasian poin skill yang bebas, membuatmu bisa menyesuaikannya dengan pertempuran tertentu atau sesederhana jika kamu ingin memfokuskan karaktermu pada jenis skill tertentu (Hunter, Assassin, Warrior). Sebagian besar pemain kemungkinan akan membuat gabungan antara kemampuan pasif dan aktif. Tapi di luar itu, keleluasaan untuk mengganti penggunaan poin skill pada kemampuan yang tidak kamu gunakan selalu menjadi hal yang bagus.

Assassin's Creed OdysseyAssassin's Creed Odyssey
Assassin's Creed OdysseyAssassin's Creed Odyssey
Assassin's Creed OdysseyAssassin's Creed OdysseyAssassin's Creed Odyssey