Gamereactor follow Gamereactor / Dansk / Svenska / Norsk / Suomi / English / Deutsch / Italiano / Español / Português / Français / Nederlands / 中國 / Polski
Gamereactor Close White
Log in member






Lupa password?
Saya bukan member, tapi saya ingin bergabung

Atau log in menggunakan akun Facebook
Gamereactor Indonesia
review
FIFA 19

FIFA 19 (Switch)

Bisakah versi terbaru FIFA untuk Switch ini lebih baik daripada edisi tahun lalu?

  • Teks: Mike Holmes
Facebook
TwitterRedditGoogle-Plus

FIFA 18 di Switch adalah suatu kejutan yang menyenangkan, setidaknya dengan caranya sendiri. Walaupun tidak bisa dibandingkan dengan level kualitas game utamanya di PC, PS4, dan Xbox One, game ini masih menawarkan pengalaman sepak bola yang cukup memuaskan. Ada yang hilang dari game ini yaitu modenya yang berdasarkan cerita, The Journey. Versi Switch juga dibangun dengan engine yang lebih lama sehingga tidak memiliki pengembangan dari gameplay yang terbaru, tetapi masih memberikan sepakbola yang cukup menantang dan fitur seru yang bisa kamu mainkan di mana saja.

Kami pun bermain. Tidak di mana saja, lebih sering kami bermain ketika anak-anak sudah tertidur, duduk di tangga rumah dengan Switch di tangan ketika memainkan beberapa musim di career mode. Dan dengan cara itulah kami membawa Norwich City dari level kedua sepak bola Inggris sampai ke puncak kompetisi Eropa, merombak hampir seluruh anggota tim dalam campaign sebagai manajer yang berlangsung selama bertahun-tahun dalam game. Bisa memainkan game FIFA yang cukup baik dalam sebuah konsol portabel untuk pertama kalinya (versi Vita pada waktu itu cukup lumayan, tetapi tidak spesial) cukup membangkitkan kembali rasa sayang kami terhadap serial ini.

Dan kami pun mengambil kesempatan untuk melihat lebih dekat FIFA 19 di Switch, tidak sabar untuk terpaku pada satu campaign lagi. Kali ini terdapat peningkatan gameplay yang selalu kamu bisa harapkan dari sebuah game FIFA yang baru. Game pertama yang hadir di Switch memang tidak begitu sempurna sehingga tentu saja banyak hal yang bisa ditingkatkan untuk edisi kali ini.

Versi FIFA 19 kali ini juga menonjolkan permainan portabel, tetapi inovasi untuk hal tersebut sedikit memudar untuk kali ini dan kami kecewa untuk melaporkan bahwa tidak ada lagi yang benar-benar menonjol dalam versi Switch untuk tahun ini. Hanya sedikit sekali evolusi untuk bagian gameplay. Perubahan yang ada dari platform lain pun di Switch terasa... terburu-buru. Dalam hal ini, kami mengalami beberapa bug kecil dan kesalahan-kesalahan yang menjengkelkan yang mengurangi apa yang seharusnya bisa sangat baik dalam penyajiannya.

FIFA 19

Contohnya adalah ketika selebrasi gol, seringkali sebuah karakter mengulang-ulang sebuah animasi beberapa kali, atau berlari melewati jala gawang, atau menembus pemain lainnya. Kesalahan lain yang membuat frustasi adalah hilangnya kursor yang menunjukkan pemain yang dipilih, sesuatu yang juga terjadi berulang-ulang adalah permasalahan dengan koneksi Joy-Con kiri (juga menjengkelkan, tetapi kami tidak menyalahkan EA untuk itu). Komentar juga kadang-kadang hilang, begitu juga replay dan papan waktu dan skor dari layar; detailnya secara keseluruhan terasa kasar, terutama dari sebuah serial yang selalu tampil baik dalam hal presentasi.

Tampilan baru UI terlihat menarik dan bersih, dan kami kembali terkesan dengan menunya, tetapi pengalaman di matchday tidak terkemas dengan baik. Setidaknya game ini masih terlihat baik dalam mode handheld (ketika terhubung dengan layar yang lebih besar, penampilannya tidak sama baiknya). Walau bagaimanapun, game ini masih termasuk game yang cukup bagus berkat animasi pemainnya yang baik. Teksturnya mungkin tidak begitu mencengangkan dan kerumunan penontonnya terlihat kaku, tetapi versi Switch ini berjalan dengan baik secara keseluruhan.

Kami belum memainkan satu musim penuh dari campaign, tetapi semuanya kurang lebih sama, dan itu sedikit mengecewakan karena merupakan bagian yang paling kami sukai dari game ini, dan penyegaran musiman selalu memberikan warna baru. Di lain pihak, FUT masih didukung sistem rumit untuk mendukung pemain dalam usaha membangun sebuah skuad juara dengan menyelesaikan tantangan yang beragam. Mode pay-to-win EA membuatmu bisa menciptakan sebuah tim dengan paket booster pemain dan performa, semuanya dimotori oleh sedikit keseruan membuka reward secara acak. Beberapa tantangannya sedikit membingungkan, tetapi kami masih bisa menikmati membuka paket-paket dan membangun tim dari bagian-bagian yang kami temukan di dalamnya. Kami juga menikmati bermain tanpa membayar apapun, tetapi dari awal kami memang tidak mencoba untuk kompetitif.

FIFA 19FIFA 19

Salah satu bagian yang kami sangat sukai dari game ini adalah mode game yang telah ditambahkan dalam Kickoff 2.0. Kamu bisa sedikit menyesuaikan aturan bawaan untuk mengubah dinamika pertandingan, yang bisa dilakukan dengan menambahkan aturan atau larangan yang mengubah atmosfer dari setiap pertandingan. Salah satu modenya mengurangi pemain dari sebuah tim ketika mencetak sebuah gol, yang lainnya membatasi gol di mana hanya bisa dicetak melalui sundulan dan tendangan voli, bahkan kamu bisa menghilangkan aturan pelanggaran dan offside jika kamu menyukai sedikit kekacauan. Kami menyukai pemilihan tim secara acak, kami pun menggabungkannya dengan mode lain pada sesi bermain bersama yang berjalan dengan baik untuk semua yang berpartisipasi. Jika kamu termasuk penggemar FIFA yang sangat suka berkumpul dengan beberapa teman dan berkompetisi secara digital, kami pikir kalian akan menghabiskan lebih banyak waktu bermain game ini dengan adanya aturan baru yang ditambahkan dalam game tahun ini.

Tambahan Liga Champions adalah keuntungan lainnya untuk para pemain, dan EA menggunakan lisensi baru ini di setiap kesempatan yang bisa mereka gunakan. Kami memulai beberapa pertandingan dengan beberapa tim yang berbeda dan mengambil beberapa sampel tim-tim elite Eropa. Sedikit perubahan pada AI kali ini sepertinya menawarkan sedikit peningkatan, dan kami memperhatikan adanya kepribadian tersendiri ketika mengendalikan dan menghadapi tim-tim elit. Dikatakan juga bahwa penjaga gawang tidak begitu bisa diandalkan seperti yang diharapkan, dan ada beberapa gol mudah yang bersarang di gawang kedua tim. Mungkin saja penjaga gawang diatur ulang untuk menyesuaikan dengan sistem menembak yang baru, tambahan lain lagi di tahun ini yang membuat kami harus membiasakan diri untuk beberapa waktu. Tekanan tambahan pada tombol sering menggagalkan peluang kami di depan gawang. Secara keseluruhan ada jual beli serangan ketika permainan dengan AI, dan ada tantangan yang tangguh menunggu mereka yang mencoba bermain di World Class dan level yang lebih tinggi.

Liga Champions, beberapa perubahan kecil pada AI, dan sejumlah mode khusus multiplayer lokal yang kami akui cukup menyenangkan tidak cukup untuk membuat kami terpana. Ditambah pula dengan gangguan kecil dalam hal teknis yang kami alami minggu ini, kami merasa bahwa FIFA 19 di Switch ini tidak begitu mengesankan. Jangan salah persepsi, ini adalah sebuah game simulasi sepak bola yang cukup solid, tetapi EA Sports harus berusaha lebih baik lagi untuk versi Switch atau tahun depan akan berakhir di jurang degradasi.

07 Gamereactor Indonesia
7 / 10
+
Pengubahan peraturan sangat menyenangkan. Sedikit perubahan pada AI sepertinya menambah kepribadian untuk tim. Game dasarnya masih solid.
-
Career mode bisa mendapatkan lebih banyak penyegaran. Game ini tidak bisa mengimbangi seri di platform utama dalam hal inovasi. Bug-bug merusak kesenangan.
overall score
ini adalah skor dari jaringan kami. Bagaimana dengan kamu? Skor jaringan adalah rata-rata dari skor setiap negara