Gamereactor follow Gamereactor / Dansk / Svenska / Norsk / Suomi / English / Deutsch / Italiano / Español / Português / Français / Nederlands / 中國 / Polski
Gamereactor Close White
Log in member






Lupa password?
Saya bukan member, tapi saya ingin bergabung

Atau log in menggunakan akun Facebook
Gamereactor Indonesia
review
FIFA 19

FIFA 19

Champions League adalah sorotan utama di satu lagi game sepakbola yang luar biasa dari EA Sports.

Facebook
TwitterRedditGoogle-Plus

Gamers FIFA datang dari berbagai kalangan, dengan setiap mode memiliki penggemarnya masing-masing. Tetapi secara umum komunitas ini terbagi menjadi dua kelompok: mereka yang memainkan tim-tim besar, dan mereka yang lebih menyukai career mode. Itulah sebabnya kami sedikit kecewa saat menyadari bahwa career mode untuk tahun ini tidak mendapatkan perubahan yang substansial. Mode itu sendiri sudah cukup bagus dalam FIFA 18, dan masih sangat baik dalam FIFA 19, tetapi masih banyak yang bisa ditingkatkan, dan itu sepertinya terlewatkan pada tahun ini.

Untungnya, FIFA 19 bukan hanya tentang career mode, masih banyak fitur lain di dalamnyai. Tambahan yang besar kali ini adalah diperkenalkannya kompetisi UEFA, yaitu Champions League, Europa League, dan European Super Cup. Setelah bertahun-tahun mengganti kompetisi-kompetisi tersebut dengan turnamen palsu, EA Sport akhirnya berhasil merebut lisensinya dari Konami dan berhasil memanfaatkannya dengan memperluas lisensinya dalam berbagai mode game.

Mulai dari Kick Off sampai Career mode, mulai dari journey sampai FIFA Ultimate Team, setiap mode memasukkan Liga Champions dengan caranya sendiri. Bahkan ada sebuah mode yang berdasarkan turnamen ini saja, memungkinkan gamers merasakan perjalanan dari turnamen ini. Ada juga logo dan tema Champions yang ikonik. Bahkan sebelum pertandingan, kamu bisa melihat animasi yang hanya ada di pertandingan Liga Champions, dan bahkan ada komentator dalam bahasa Inggris khusus untuk pertandingan semacam ini, dengan Derek Rae dan Lee Dixon sebagai pengisi suara.

Fitur baru lainnya adalah Kick Off 2.0. di sini kamu akan menemukan sejumlah opsi baru, termasuk kemungkinan untuk mensimulasikan pertandingan-pertandingan Liga Champions, beberapa final Cup, dan bahkan cara alternatif untuk menikmati FIFA 19. Mode yang paling banyak diperbincangkan adalah Survival, di mana tim yang mencetak gol akan kehilangan seorang pemain, tetapi masih ada yang lainnya selain itu. Salah satu mode hanya memperbolehkan kamu mencetak gawang dari luar kotak penalti, mode yang lainnya hanya memperbolehkan gol dicetak ketika bola berada di udara, bahkan ada satu mode yang mengizinkan kamu bermain tanpa aturan. Kick Off 2.0 adalah sebuah ramuan yang menyenangkan, terutama jika kamu mempunyai teman untuk bermain bersama, tetapi sepertinya tidak akan menarik perhatian gamers dalam jangka menengah atau panjang.

Jika kamu menyukai perjalanannya sejauh ini, kamu akan menikmati bagian terakhir dari cerita Alex Hunter, yang pada kali ini banyak menampilkan Williams dan Kim. Alex Hunter masih menjadi fokus utama dari ceritanya, tetapi kamu juga bisa mengikuti episode-episode yang dibintangi teman baik dari Alex dan saudara perempuannya. Kamu bahkan bisa memainkan episode-episode tersebut hanya sebagai salah satunya saja. Seperti yang sudah diumumkan oleh EA, fokus dari bagian ketiga dari The Journey adalah Liga Champions, dan itu memengaruhi transfer Alex Hunter ke Real Madrid, yang merupakan sebuah keharusan. Hunter juga harus menghadapi kenyataan bahwa dirinya telah menjadi seorang ikon, sebuah merek, dan ini akan memunculkan banyak situasi di mana kamu harus turun tangan dan membuat beberapa keputusan. Dan sekali lagi, ada beberapa kejutan yang menanti pemain di sini, dan kita harus memberikan selamat kepada EA Sports karena sekali lagi mereka telah menemukan ide-ide baru yang bisa membuat ceritanya menyenangkan dan mengejutkan.

Yang terakhir, ada Ultimate Team Mode, mode paling populer di FIFA, dan di sini kamu akan menemukan beberapa fitur baru. Yang paling besar adalah Divisions, opsi baru di mana para pemain bisa berhadapan dengan lawan dengan tingkat skill yang levelnya sama. Pertandingan pertama dimaksudkan untuk menentukan tingkat kemahiran, dan kemudian kamu akan ditempatkan dalam sebuah divisi. Setelah itu, kamu akan memainkan sejumlah pertandingan untuk mendapatkan hadiah mingguan, dan kamu bahkan bisa memenangkan kualifikasi untuk Champions Weekend League, sebuah turnamen yang sesuai dengan namanya, yang berlangsung selama akhir pekan. Ada juga elemen-elemen Liga Champions yang baru, dan penambahan pemain-pemain legendaris seperti Eusebio, Johan Cruyff, dan Rivaldo.

Mode-mode lainnya juga masih ada, termasuk Skill Games yang baru, Seasons Online, Pro Clubs, dan turnamen yang bisa disesuaikan. Sebagai sebuah paket, FIFA 19 sangatlah padat, dan memiliki opsi untuk hampir semua tipe pemain. Dalam hal ini, hanya sedikit game yang bisa bersaing dengan FIFA 19. Tentu saja, ini hadir bersama dengan sejumlah liga dengan lisensi penuh, lusinan stadion, dan penyesuaian untuk sejumlah bahasa lokal.

Dalam hal penyajian secara umum, tidak banyak yang berubah jika dibandingkan dengan FIFA 2018. Menunya sangat mirip tetapi fungsional, modern, dan mudah dimengerti. Soundtracknya terus menciptakan atmosfer yang penuh energi, dan bahkan ada sebuah theme yang diciptakan oleh komposer kesayangan Hollywood, Hans Zimmer. Secara grafis, ada peningkatan dibandingkan dengan game dari tahun lalu, dengan banyak animasi di sepanjang game, adegan video yang spesifik, dan bahkan perayaan baru di tribun. Baik dalam hal penyajian, FIFA 19 adalah sebuah produksi yang besar, dan itu terlihat.

Salah satu fitur baru yang paling fungsional adalah sistem taktik yang baru, yang mempermudah dalam menyesuaikan karakter tim. Kamu bisa mengatur kapan tim kamu harus menekan lawan, berapa tinggi garis pertahanan yang kamu inginkan, apakah pemain harus menunggu bola atau langsung berlari, dan pilihan lainnya yang sejenis. Seperti di masa lalu, kamu bisa menggunakan D-Pad untuk menjabarkan sikap tim kamu selama pertandingan (yaitu Very Defensive, Defensive, Neutral, Offensive, dan Very Offensive). Yang berbeda sekarang adalah kamu bisa menjabarkan pengaruh dari setiap setingan. Masing-masing bisa memiliki formasi, gaya menekan, dan perilakunya sendiri, menghadirkan sisi taktis yang baru ke dalam FIFA.

FIFA 19FIFA 19FIFA 19
FIFA 19FIFA 19
FIFA 19FIFA 19FIFA 19