Gamereactor Close White
Log in member






Lupa password?
Saya bukan member, tapi saya ingin bergabung

Atau log in menggunakan akun Facebook
Gamereactor Indonesia
review
Shadow of the Tomb Raider

Shadow of the Tomb Raider

Apakah saat-saat menentukan dari Lara Croft ini akan memenuhi ekspektasi?

  • Teks: Sam Bishop
Facebook
TwitterReddit

Lara Croft sekarang sudah 20 tahun menembaki dan menjarah kuburan-kuburan. Pada tahun 2013, Crystal Dynamics dan Square Enix memutuskan untuk membawa kita kembali ke awal cerita kelahiran dari Tomb Raider, sebuah cerita yang kemudian berlanjut di 2015 dengan Rise of the Tomb Raider. Sekarang, potongan terakhir dari trilogi asal usul Tomb Raider ini telah hadir dengan judul Shadow of the Tomb Raider, yang diracik oleh pengembang Eidos Montreal. Inilah saat-saat yang menentukan bagi Lara Croft, dimana dia akhirnya menjadi Tomb Raider. Karena, seperti yang mungkin kamu tahu, kita belum mendapatkan apa-apa di kuburan-kuburan yang telah kita datangi di dua game sebelumnya.

Bahkan, keseluruhan dari wacana marketing untuk Shadow of the Tomb raider sepertinya menyiratkan dalam banyak hal bahwa ekspektasi untuk game ini telah ditingkatkan, dan game ini akan benar-benar menjadi sebuah finale bagi trilogi ini, setelah lima tahun kita diperkenalkan dengan Lara Croft yang lebih membumi. Dan pada awal, ceritanya terlihat bener-benar demikian, di mana pada saat pertama Lara menemukan sebuah belati kuno, hanya untuk pada akhirnya menyadari bahwa dalam ketergesa-gesaannya dia telah mendatangkan kejadian apocalyptic yang meluluhlantakkan semua yang ada di sekitarnya.

Tetapi seperti biasanya, orang-orang jahat dari Trinity itu tidak pernah membiarkan Lara menjarah dengan tenang. Dr. Pedro Dominguez mengancamnya dengan sekelompok penjahat bersenjata untuk bisa mendapatkan belati tersebut. Masalahnya adalah belati ini memiliki kekuatan untuk mengubah dunia ini seperti yang diinginkan oleh pemegangnya jika dipadukan dengan satu artefak lagi. Jadi ini adalah sebuah perlombaan dengan waktu untuk menemukan Dominguez sebelum semuanya terlambat. Di sinilah game ini benar-benar dimulai - mendarat darurat di Peru untuk sekali lagi memburu Trinity.

Shadow of the Tomb Raider
Shadow of the Tomb RaiderShadow of the Tomb RaiderShadow of the Tomb Raider

Tanpa ingin memberikan spoiler untuk ceritanya, perlu diperhatikan bahwa walaupun ada woro-woro sebelum rilisnya yang membuatmu merasa akan ada sebuah konsekuensi yang besar dari tindakan Lara Croft, kami tidak mendapatkan kesan tersebut ketika memainkan game ini. Tentu saja, kami mengalami sebuah kejadian apocalyptic, tetapi setelah itu hal tersebut tidak lagi disebutkan. Bahkan ketika kami diberikan sebuah pertanyaan yang klise "berapa banyak orang yang telah kamu bunuh?" sepertinya mencoba membuat kami mempertanyakan moral kami sendiri, tidak banyak yang berubah dari keadaan keseluruhannya. Kami masih memburu artefak-artefak, menembaki orang-orang yang menghalangi jalan kami, dan menunjukkan sikap tidak hormat dan ceroboh terhadap objek-objek kuno.

Tetapi kali ini kami senang melihat Jonah bergabung dalam petualangan ini dengan peran yang lebih penting, bukannya menghilang di separuh game seperti yang terjadi di Rise. Di sini dia menawarkan sebuah pelengkap dari cara pandang Lara polos dan menjadi penolong Lara di situasi-situasi sosial (Lara anaknya introvert gitu). Perannya jauh lebih signifikan dan terbuka di sini dan memiliki hubungan yang integral dengan plot ceritanya.

Jonah ada bersama kita sepanjang perjalanan ke Peru. Di sana kami bukan hanya bertemu dengan para penduduk Kuwak Yaku yang cukup membantu, tetapi juga penduduk Patiti, sebuah desa yang telah kita lihat di trailernya. Ini adalah sebuah dunia yang paling besar yang ada dalam seri ini, dan sementara kota tersebut dikuasai oleh aliran sesat pembunuh, kami terpaksa tetap tinggal untuk mencoba menemukan artefak kedua dan mencegah Trinity mendapatkannya.

Shadow of the Tomb Raider
Shadow of the Tomb RaiderShadow of the Tomb RaiderShadow of the Tomb Raider

Patiti sendiri adalah tempat di mana game ini benar-benar terbuka, yang membawamu menjauh dari setting linier yang biasa kita lihat di game action-adventure. Ada beberapa side quest yang bisa diselesaikan, pedagang-pedagang yang bisa diajak berinteraksi, dan gua-gua tersembunyi yang dipenuhi barang jarahan yang menegangkan, tetapi masalahnya tidak ada satupun yang terasa menggigit. Walaupun dengan ukuran dari Patiti, kami tidak pernah merasa betah untuk tinggal di dalamnya untuk waktu yang lama. Side quest yang ada tidak menawarkan terlalu banyak ketegangan dibandingkan dengan keseruan yang ada di plot utamanya. Mereka berkisar antara membawa kembali sebuah dadu milik seorang anak sampai membebaskan pemberontak, dan hampir di sepanjang waktu kamu menyaksikan percakapan yang kaku antara Lara dan NPC ketika menjalankan tugas-tugas ini. Disebutkan bahwa para pedagang Paititi bagus untuk mengupgrade persenjataan, dan area yang tersembunyi layak untuk dijelajahi untuk mendapatkan hadiah - tetapi di samping sebagai sebuah pemberhentian singkat, kota ini tidak membuat kami tertarik.

Di samping Paititi, cerita dari game ini sendiri cukup linier, seperti yang kami perkirakan setelah melihat game-game yang sebelumnya. Sebenarnya, banyak bagian dari Shadow akan terasa seperti beberapa game sebelumnya (terutama Rise) karena elemen survival kembali lagi, pertempurannya menempatkan penekanan yang sama terhadap unsur stealth, dan kamu akan terus memanjat dan mendaki. Kurang lebih mengulangi pola yang sama dari hal gameplaynya, walaupun dengan beberapa perubahan di sana-sini untuk menyegarkan suasana.

Tetapi satu hal yang berubah adalah lokasinya, di mana hutan menyediakan tempat-tempat baru untuk penyerangan yang mengandalkan stealth, kamuflase, dan meneror musuh dengan rasa takut. Ini adalah bagian yang paling memuaskan dari Shadow of the Tomb Raider, dan peralatan yang kamu miliki membuatnya semakin hebat. Dengan menggunakan lumpur kamu bisa menyembunyikan dirimu pada dinding yang ditutupi tanaman merambat atau di semak-semak, dan ada persenjataan baru seperti panah yang bisa membuat musuh-musuhmu gila yang akan membuatmu merasa seperti Batman di Arkham, menyaksikan musuh-musuhmu panik saat kamu menghabisi mereka satu persatu.

Bahkan, pertempurannya mungkin adalah hal yang paling kuat dari Shadow of the Tomb Raider, yang dibangun berdasarkan pondasi kokoh yang sama dengan game-game sebelumnya. Mengalahkan strategi musuh-musuhmu dan menyerang secara diam-diam masih terasa menyenangkan seperti biasanya, tetapi kami masih berharap banyak waktu dimana kami benar-benar menjadi seorang predator di kegelapan hutan, karena itulah saat di mana elemennya paling bersinar. Jika kamu tidak bisa tetap dalam keadaan tidak terdeteksi, masih ada pilihan untuk menggunakan shotgun, senapan serbu, dan pistol, Kami pasti bohong jika kami bilang pilihan senjata yang ini juga tidak menyenangkan.

Shadow of the Tomb Raider
Shadow of the Tomb RaiderShadow of the Tomb RaiderShadow of the Tomb Raider
Shadow of the Tomb Raider
Shadow of the Tomb RaiderShadow of the Tomb RaiderShadow of the Tomb Raider
Shadow of the Tomb Raider
Shadow of the Tomb RaiderShadow of the Tomb RaiderShadow of the Tomb Raider
Shadow of the Tomb Raider
Shadow of the Tomb RaiderShadow of the Tomb RaiderShadow of the Tomb Raider
Shadow of the Tomb RaiderShadow of the Tomb Raider