Gamereactor follow Gamereactor / Dansk / Svenska / Norsk / Suomi / English / Deutsch / Italiano / Español / Português / Français / Nederlands / 中國 / Polski
Gamereactor Close White
Log in member






Lupa password?
Saya bukan member, tapi saya ingin bergabung

Atau log in menggunakan akun Facebook
Gamereactor Indonesia
review
Spider-Man

Spider-Man

Bisakah game ini menyaingi game klasik seperti Spider-Man 2?

  • Teks: Sam Bishop
Facebook
TwitterRedditGoogle-Plus

Jika kamu bermaksud mengumpulkan orang-orang dan menanyakan apa game Spider-Man favorit mereka, kemungkinan jawabannya adalah game original PlayStation dari Neversoft atau Spiderman 2 keluaran tahun 2004 dari Treyarch. Tidak banyak orang yang akan memilih game-game dari dekade terakhir. Hal itu disebabkan karena Spidey belum berhasil mencapai keberhasilan yang sama dibandingkan dengan game-game sebelumnya, dengan entri baru seperti Web of Shadows, Shattered Dimension, dan The Amazing Spider-Man yang berhubungan dengan filmnya tapi tidak berhasil membuat orang terkesan pada level yang sama. Sekarang Insomniac Games hadir untuk berusaha mencoba mengubah semua keadaan itu, menggunakan dukungan dari Sony dan eksklusivitas dari PlayStation 4 untuk mengarahkan game baru yang dapat menyenangkan para fans Spider-Man sekali lagi.

Alasan terbesar kenapa Spider-Man 2 sangat dihargai adalah karena mekanika berayunnya yang sangat indah, dan itu selalu menjadi salah satu prioritas terbesar bagi Insomniac di game mereka (mengutip ucapan dari creative director, Bryan Intihar: "jaring-jaring itu sebaiknya menempel ke gedung-gedung"). Setelah berayun-ayun secara ekstensif melalui Manhattan, kita mencoba memulai review ini dengan mengkonfirmasi bahwa Insomniac telah berhasil menangani mekanisme ini, membuat penjelajahan menggunakan jaring laba-laba terasa alami dan mudah, sementara pada waktu yang bersamaan memberimu perasaan kuat. Lagi pula, tidak semua orang bisa berayun-ayun melewati Kota New York.

Sebagai pembuktian dari seberapa kuat mekanikanya, Insomniac memulai game ini dengan membuatmu melompat dari tepian atap gedung dan berayun-ayun ke sana-sini (hanya untuk bersenang-senang), dan dengan hanya beberapa tutorial untuk tombol seperti R2 untuk berayun, dan X untuk mendorongmu maju, dalam beberapa detik kamu akan bisa berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain secara naluriah. Hal ini luar biasa sederhana, dan dengan mengkombinasikan semua gerakannya, bahkan orang yang paling tidak heroik pun bisa mencapai tempat yang diinginkan dengan mudah.

Spider-Man
Spider-ManSpider-ManSpider-Man

Dan bagian terbaiknya? Ya, jaring-jaring ini benar-benar menempel ke gedung-gedung dan bangunan-bangunan, dan lingkungan di sekitarmu berperan besar dalam bagaimana cara kamu berayun. Di tengah hiruk-pikuk padatnya bangunan, jelas akan lebih mudah bagimu untuk menempelkan jaringmu ke gedung-gedung di sekitarmu, tetapi sudut yang sempit dan ruangan yang terbatas berarti akan lebih sulit untuk berbelok, sementara di area yang lebih terbuka seperti di Central Park, berayun-ayun harus dilakukan lebih rendah dan lebih dekat ke tanah karena Spider-Man menggunakan pepohonan.

Sebenarnya ketika kamu berayun-ayun di awal game bukan hanya bertujuan untuk bersenang-senang, karena kamu sedang dalam perjalanan untuk meringkus Wilson Fisk, yang akan kamu kenal sebagai Kingpin. Misi ini berfungsi sebagai tutorial untuk membiasakan dengan mekanika dasar dari game ini. Namun, yang lebih penting lagi, ini adalah sebuah papan loncatan di mana plotnya akan mulai naik, jadi, tanpa memberikan terlalu banyak spoiler, obsesi Spider-Man terhadap Kingpin mungkin telah mengalihkan perhatiannya dari ancaman yang lebih besar, dan kekosongan kekuasaan yang ditinggalkannya akan menimbulkan konsekuensi besar di kemudian hari.

Kami tidak membicarakan tokoh jahat yang lain secara spesifik - walaupun Sony memperlihatkan banyak dari mereka dalam trailer pre-release - tetapi jika kamu pernah memainkan game superhero atau menonton film-filmnya sebelum ini, kamu akan kurang lebih tahu bagaimana ceritanya. Seorang tokoh jahat muncul, mengancam kota, dan pahlawan kita yang ramah lingkungan ini harus menyelamatkan kota. Bagaimanapun game ini tidak menciptakan sesuatu yang baru, tetapi ada beberapa hal dimana Insomniac membuat narasinya berbeda dengan segudang game yang telah ada sebelumnya.

Sebagai contoh, studio ini mengambil beberapa karakter yang sudah sangat dikenal dan menempatkan mereka dalam posisi yang baru di dunia game ini, seperti Jonah J. Jameson sebagai seorang host radio, Mary Jane Watson sebagai seorang reporter untuk the Daily Bugle, dan Peter Parker sebagai seorang ilmuwan. Hal ini memberikan sudut pandang yang baru untuk karakter-karakter yang sudah ada, dan dengan demikian, game ini tidak terasa seperti sebuah pengulangan dari ide yang lama.

Spider-Man
Spider-ManSpider-ManSpider-Man

Cara lain yang dilakukan Insomniac untuk membedakan game mereka dengan yang game Spider-Man lainnya adalah dengan secara sengaja menghindari cerita asal mula Spidey yang telah kita lihat berkali-kali. Sebagai gantinya, kami ditempatkan dalam posisi sebagai Spider-Man yang berpengalaman, yang pada umur 23 telah melakukan aksinya selama bertahun-tahun dan sudah dikenal sebagai pahlawan dari kotanya. Game ini bukan tentang membangun reputasi dan menghadapi penjahat yang baru muncul, tetapi tentang berinteraksi dengan dunia yang sudah kamu kenal dan musuh-musuh yang sudah pernah kamu hadapi, dan apa yang terjadi jika ancaman yang lebih besar yang belum pernah kamu hadapi muncul.

Tetapi lebih tua tidak berarti lebih dewasa, sementara di satu sisi Peter Parker bekerja di laboratorium berteknologi, Spider-Man masih beraksi di luar sana dengan gaya yang sedikit konyol. Aktor Yuri Lowenthal telah melakukan pekerjaan hebat dalam membuat pahlawan kita terasa cerdik tanpa terlihat kikuk atau menyebalkan, dan kita harus berterima kasih pada penulisan ceritanya untuk hal itu.

Penulisan ceritanya sempurna dan narasinya disajikan dengan sangat baik. Walaupun bagian yang paling penting dari cerita game ini adalah mengalahkan musuh-musuhmu, hubungan antara Peter Parker dan Mary Jane (yang pada saat tersebut telah putus selama enam bulan), dan juga dengan yang lainnya seperti Aunt May dan Miles Morales juga menjadi bagian yang menarik dalam perkembangan karakternya.

Akan tetapi, bermain sebagai MJ tidak selalu berkesan. Bagian di mana MJ beraksi memungkinkan kamu menjelajah area-area menarik yang tidak bisa diakses oleh Spider-Man, memberikan sudut pandang baru terhadap ceritanya dan lokasi-lokasi baru. Akan tetapi, kadang-kadang bagian ini terasa seperti tambahan yang tidak diperlukan, bukannya sebuah tambahan yang penuh arti. Bagian ini juga menampilkan kegagalan stealth yang lucu, yang menurunkan ketegangan setelah kamu tadinya berayun-ayun di sekitar kota, berubah drastis menjadi merangkak-rangkak dan mengalihkan perhatian AI musuh.

Spider-Man
Spider-ManSpider-ManSpider-Man
Spider-Man
Spider-ManSpider-Man
Spider-Man
Spider-ManSpider-ManSpider-Man
Spider-Man
Spider-ManSpider-ManSpider-Man
Spider-ManSpider-Man