Gamereactor follow Gamereactor / Dansk / Svenska / Norsk / Suomi / English / Deutsch / Italiano / Español / Português / Français / Nederlands / 中國 / Polski
Gamereactor Close White
Log in member






Lupa password?
Saya bukan member, tapi saya ingin bergabung

Atau log in menggunakan akun Facebook
Gamereactor Indonesia
review
Pro Evolution Soccer 2019

Pro Evolution Soccer 2019

PES tahun ini memanjakan pemain dalam hal gameplay, tapi masih banyak yang bisa ditingkatkan di bidang lainnya.

  • Teks: Mike Holmes
Facebook
TwitterRedditGoogle-Plus

Ketika peluit sudah ditiup dan permainan dimulai, PES pada dasarnya tak terkalahkan. Apa yang disajikan FIFA juga sangat baik, tapi Konami telah menyempurnakan permainan passing mereka dari tahun ke tahun. Hal ini masih terasa di Pro Evolution Soccer 2019, di mana Konami sekali lagi telah terjemahan yang memikat dari olahraga indah ini ke genggaman tanganmu.

PES paling dapat dinikmati ketika kamu menyerang, menghadap gawan lawan dengan bola di kaki digitalmu. Operan dan pergerakan dari para pemain terasa pintar dan realistis. Memulai serangan dari kaki ke kaki pun terasa mudah. Ada semacam perasaan elegan yang alamiah ketika terasa ketika kami bermain, terutama didukung oleh animasi dan visual yang membaik. Jika kamu bisa menoleransi tim-tim yang bermain tanpa seragam resminya, kamu akan menikmati game ini.

Animasi kontekstual yang disajikan di sini brilian. Belum pernah sebelumnya sepak bola digital terlihat begitu natural, dengan pergerakan realistis yang mulus. Kamu dapat melihat para penyerang melompati kiper, one-two diselesaikan dengan tendangan keras, dan pertarungan lini tengah yang menunjukkan pergumulan pemain di mana bola memantul ke sana ke mari. Kami memiliki kontrol penuh atas pemain, namun di lain pihak kamu masih terus mencoba menguasai bola dengan baik, sebuah kontradiksi yang terus membuatmu keluar dari zona nyaman dan membuat pertandingan terus menarik.

"Magic moments" yang dimiliki oleh beberapa pemain bintang juga menambah realisme. Bebrapa dari mereka mendapatkan lebih banyak ciri khas yang membedakannya dengan pemain lain - sedikit, tapi terasa cukup. Hal ini membuat pemain-pemain terbaik terasa bak bintang di dunia nyata, membuatmu merasa bahwa pemain tersebut memang signifikan. Di sisi lain, skill mereka pun tak luput dari kesalahan, yang bisa saja dilakukan oleh pemain maupun AI. Tak jarang kamu akan melakukan pertarungan 50/50 dan bola pun memantul-mantul ke sana kemari, kadang berbuah gol bagi kamu atau lawan.

Pro Evolution Soccer 2019

Wasit sekali lagi terasa sedikit inkonsisten. Meski begitu, ini tentunya memberikan suasana layaknya di dunia nyata dari seorang wasit yang jauh dari kata sempurna. Tapi yang penting adalah mereka tidak memberi pengaruh signifikan ketika kami bermain. Biasanya malah kami mengutuki kesalahan kami sendiri dibanding hal lain. Inkonsistensi lain adalah atmosfer dari pertandingan itu sendiri. Sambil mengabaikan komentator yang sangat jelek, atmosfer dari beberapa pertandingan terasa lebih baik daripada yang lainnya. Jika kamu cukup beruntung tim yang kamu dukung hadir secara resmi di PES, maka kamu akan mendapatkan atmosfer yang luar biasa di stadium resmi klub tersebut, yang direka ulang secara akurat oleh Konami.

Ketika peluit menandakan pertandingan berakhir berbunyi, barulah muncul beberapa masalah. Meski permainan bola terasa memuaskan, namun UI (user interface/antarmuka) yang tidak intuitif kadang membuat frustrasi. Terlalu banyak tombol yang bisa ditekan, terlalu banyak layar yang perlu dilewati, dan kebanyakan menu yang ada terasa sedikit membingungkan. Meski ada beberapa elemen UI yang memang terasa "PES banget", dengan desain yang sudah ada turun-temurun, namun kebanyakan terasa kuno. Mungkin ini saatnya untuk membangun ulang segalanya dari nol, dari segi UI.

Pro Evolution Soccer 2019Pro Evolution Soccer 2019