Gamereactor Close White
Log in member






Lupa password?
Saya bukan member, tapi saya ingin bergabung

Atau log in menggunakan akun Facebook
Gamereactor Indonesia
review
Dragon Ball FighterZ

Dragon Ball FighterZ

Game Dragon Ball terbaik sepanjang masa?

Facebook
TwitterReddit

Bisa dikatakan serial anime Dragon Ball merupakan serial yang gak ada matinya. Serial ini disukai oleh beberapa generasi dan telah menciptakan banyak sekali game yang berkaitan dengannya. Seperti yang muncul belakangan ini yaitu Dragon Ball Xenoverse 1 dan 2. Tetapi, game terbaru dalam seri ini yaitu Dragon Ball FighterZ sedikit berbeda, mulai dari system pertarungannya, gameplay, dan grafis.

Ketika diumumkan di E3 2017, ekspektasi akan Dragon Ball FighterZ begitu tinggi apalagi ketika masih dalam tahap beta. Banyak yang berkata bahwa game ini adalah sesuatu yang spesial dari seri game Dragon Ball. Ketika versi finalnya telah selesai dimainkan, kami menilai bahwa FighterZ mempunyai gameplay yang menyenangkan dengan grafis yang spektakuler tetapi sayangnya dari segi konten sangatlah kurang.

Bagi yang sudah memainkan Xenoverse 2 pasti akan merasakan kekecewaan karena banyaknya karakter yang hilang di FighterZ terutama karakter pendukung dan beberapa bentuk lain dari karakter utamanya. Kamu tidak bisa bermain dengan Goku versi "normal" atau dengan bentuk Cell dan Frieza yang lainnya. Terbatasnya karakter serta tak bisa mengubah bentuk karakter selama bermain pastinya akan mengecewakan beberapa pemain.

Dragon Ball FighterZ

Lanjut ke segi cerita, FighterZ mempunyai cerita orisinal yang dibagi menjadi tiga arc. Setiap arc memiliki cerita yang sama tetapi dengan perspektif yang berbeda. Game ini bercerita tentang sebuah gelombang energi misterius yang mencuri tenaga dari para petarung di sebuah planet. Hanya petarung yang mempunyai "jiwa tersembunyi" yang bisa mendapatkan kekuatannya kembali tetapi hal tersebut tidaklah mudah karena ada makhluk jahat yang siap mengadang.

Sekilas, sinopsis tadi cukup ambisius tetapi sayangnya eksekusi di bagian naskahnya terlihat sangat kekanak-kanakan dan tidak terlihat seperti cerita Dragon Ball. Animasi yang muncul sebagai penunjang cerita tidak nyaman untuk dilihat karena terkesan kaku.

Dalam story mode, FighterZ tidak hanya sekedar memenangkan pertarungan untuk bisa berpindah ke map berikutnya, tetapi pemain juga bisa bermain untuk mendapatkan item dan karakter baru. Soal tingkat kesulitan juga menjadi permasalahan yang besar di sini karena kami bermain tanpa sedikitpun kehilangan nyawa dan tidak menemukan pilihan untuk mengganti tingkat kesulitan. Lucunya, beberapa karakter yang tingkatannya jauh di antara kami malah bisa dikalahkan dengan sangat mudah.

Dragon Ball FighterZDragon Ball FighterZ

Gara-gara hal tersebut, ketegangan dari story mode mengendur jauh karena tidak membutuhkan usaha lebih. Mungkin dari kami gak ngeh dengan beberapa pengaturan, atau mungkin dari pihak pembuatnya akan memberikan patch terbaru terkait masalah ini. Permainan yang terlalu gampang untuk game fighting, pertarungan yang repetitif, dan jalan cerita yang tidak menarik membuat kami sangat kecewa dengan story mode dari FighterZ.

Berbeda jauh dengan Arcade mode di mana tingkat kesulitan jauh lebih seimbang dan semakin menantang. Ada tiga varian dalam mode ini dengan tiga, lima, dan tujuh babak di mana semakin banyak babaknya semakin cocok untuk orang-orang yang menggilai tantangan.

Dragon Ball FighterZDragon Ball FighterZDragon Ball FighterZ