Cookie

Gamereactor menggunakan cookie untuk memastikan kami dapat memberikanmu pengalaman terbaik dalam menjelajahi situs kami. Jika kamu melanjutkan, kami menganggap bahwa kamu menyetujui kebijakan cookie kami.

Indonesia
Halaman depan
preview
Rage 2

Rage 2 - Impresi Open World

Kami telah menjajal game shooter open world yang ambisius dan gila dari Avalanche dan id Software ini.

Kamu sedang menonton

Preview 10s
Next 10s
Iklan

Beberapa video game ingin menceritakan narasi yang fantastis dan menantang sifat dasar dari video game dan bukan hanya sebagai sebuah "game". Yang lainnya cukup puas dengan memberikan kebebasan dan kesenangan yang sederhana. Setelah berbicara dengan developer dari id software di Bethesda Studios di London, semuanya menjadi sangat jelas bahwa Rage 2 termasuk jenis game yang kedua. Dalam sebuah kolaborasi dengan talenta dari Swedia yaitu Avalanche Studios, id Software ingin meningkatkan setiap aspek dari game originalnya dan secara simultan memberikan franchise Rage sebuah kesempatan kedua. Akan tetapi, entah bagaimana, trailer-trailer dan gameplay awal yang diperlihatkan di E3 telah menghangatkan hati kami mengenai ide untuk memainkan sebuah sekuel dari game yang berusia sembilan tahun dan tidak begitu menonjol ketika pertama kali hadir itu. Tetap saja, para fans dari Rage yang pertama tidak diragukan lagi akan terasa seperti memainkan sebuah franchise yang benar-benar baru.

Semua warna coklat dan lusuh dari game yang pertama telah digantikan oleh lingkungan subur dan kemewahan detail yang berbaur dengan kehidupan. Perasaan apocalyptic masih tetap ada, tetapi semuanya lebih menyenangkan untuk dilihat dan membuat pemainnya ingin menjelajah. Perubahan nuansa yang radikal ini sebagian besar berkat apa yang disebut Tim Willits dari id software sebagai "perubahan dari apa yang dilakukan id software dengan game originalnya, dan hasil kerja Avalanche dalam game Mad Max".

Selama sekitar dua jam yang kami habiskan dengan game tersebut, kami menghabiskan sebagian besar waktunya hanya menjelajahi dunianya dan pergi ke manapun kami mau. Terutama selama eksplorasi, setiap orang pasti bisa merasakan pengaruh franchise Just Cause dari Avalanche. Sebagai fans dari kesenangan sederhana yang ada dalam franchise tersebut, kami langsung betah masuk ke dalam Rage 2. Berpindah dari titik A ke B sungguh sangat efektif dan seluruh mobil-mobil, sepeda motor, dan semua mesin futuristik NPC bisa dikendalikan dengan sebuah tombol. Akan tetapi sisi minusnya adalah ketidakmampuan Avalanche untuk menciptakan dunia tanpa permasalahan performa. Jarak pandang untuk tahap perkembangan ini tidaklah begitu bagus dan semuanya kadang-kadang bisa terlihat kasar dan tidak terpoles. Walaupun dengan semua kesenangan dari bepergian ke seluruh dunianya, kesenangannya bisa berkurang karena faktor yang terus berulang ini.

Rage 2
Rage 2Rage 2Rage 2

Sebuah masalah yang biasa datang ketika menciptakan sebuah sekuel dari game yang sudah lama di antaranya adalah apakah para pemain baru bisa memainkan game itu tanpa mengetahui cerita originalnya. Developernya mengetahui permasalahan yang sulit ini, dan dengan tepat meletakkan ceritanya bertahun-tahun setelah game yang pertama dan dengan protagonis yang baru. Seperti halnya banyak game lain dari Avalanche, ceritanya bukanlah sebuah faktor yang utama. Akan tetapi, game ini masih memberikan lebih banyak daripada pengalaman yang biasa kamu dapatkan dalam Just Cause, dan satu bagian dari Rage 2 terasa lebih hidup daripada seluruh game Just Cause jika digabungkan, benar-benar memberikan hidup pada masa depan yang suram dalam ceritanya.

Dalam demo yang kami mainkan, beberapa misi cerita tersedia, dan salah satunya adalah mempertahankan seorang walikota dari sebuah kota kecil dan berpartisipasi dalam permainan di sebuah arena yang terinspirasi dari Coliseum yang berlokasi di antah berantah. Dialognya tidak sehebat dialog bergaya Shakespeare dan narasinya tidak akan diingat sebagai sebuah cara pemaparan cerita yang hebat, tetapi kami masih menikmati pertemuan dengan humor yang jelek dan karakter-karakter yang gila. Hal ini dikarenakan Rage 2 memiliki identitasnya sendiri dan kekonyolan dunianya, dan tidak mencoba menyaingi narasi hebat dari game-game seperti Red Dead Redemption atau The Last of Us. Ketika berbicara mengenai hal ini kepada developer game tersebut, mereka mengkonfirmasi bahwa itu memanglah tujuan mereka.

"Jika orang-orang hanya banyak bersenang-senang dengan game ini, maka kami telah mencapai tujuan kami," ujar Tim Willits dari id Software. "Kami ingin menggabungkan elemen-elemen terbaik dari first-person shooter dari game kami dengan kehebatan dunia terbuka Avalanche. Game ini tidak pernah terlalu serius dan karakter utamanya akan sering melakukan perkataan aneh tentang dunia itu."

Rage 2Rage 2Rage 2
Rage 2
Rage 2Rage 2Rage 2
Rage 2Rage 2Rage 2