Cookie

Gamereactor menggunakan cookie untuk memastikan kami dapat memberikanmu pengalaman terbaik dalam menjelajahi situs kami. Jika kamu melanjutkan, kami menganggap bahwa kamu menyetujui kebijakan cookie kami.

Indonesia
Halaman depan
review
Pro Evolution Soccer 2019

Pro Evolution Soccer 2019

PES tahun ini memanjakan pemain dalam hal gameplay, tapi masih banyak yang bisa ditingkatkan di bidang lainnya.

Kamu sedang menonton

Preview 10s
Next 10s
Iklan

Ketika peluit sudah ditiup dan permainan dimulai, PES pada dasarnya tak terkalahkan. Apa yang disajikan FIFA juga sangat baik, tapi Konami telah menyempurnakan permainan passing mereka dari tahun ke tahun. Hal ini masih terasa di Pro Evolution Soccer 2019, di mana Konami sekali lagi telah terjemahan yang memikat dari olahraga indah ini ke genggaman tanganmu.

PES paling dapat dinikmati ketika kamu menyerang, menghadap gawan lawan dengan bola di kaki digitalmu. Operan dan pergerakan dari para pemain terasa pintar dan realistis. Memulai serangan dari kaki ke kaki pun terasa mudah. Ada semacam perasaan elegan yang alamiah ketika terasa ketika kami bermain, terutama didukung oleh animasi dan visual yang membaik. Jika kamu bisa menoleransi tim-tim yang bermain tanpa seragam resminya, kamu akan menikmati game ini.

Animasi kontekstual yang disajikan di sini brilian. Belum pernah sebelumnya sepak bola digital terlihat begitu natural, dengan pergerakan realistis yang mulus. Kamu dapat melihat para penyerang melompati kiper, one-two diselesaikan dengan tendangan keras, dan pertarungan lini tengah yang menunjukkan pergumulan pemain di mana bola memantul ke sana ke mari. Kami memiliki kontrol penuh atas pemain, namun di lain pihak kamu masih terus mencoba menguasai bola dengan baik, sebuah kontradiksi yang terus membuatmu keluar dari zona nyaman dan membuat pertandingan terus menarik.

"Magic moments" yang dimiliki oleh beberapa pemain bintang juga menambah realisme. Bebrapa dari mereka mendapatkan lebih banyak ciri khas yang membedakannya dengan pemain lain - sedikit, tapi terasa cukup. Hal ini membuat pemain-pemain terbaik terasa bak bintang di dunia nyata, membuatmu merasa bahwa pemain tersebut memang signifikan. Di sisi lain, skill mereka pun tak luput dari kesalahan, yang bisa saja dilakukan oleh pemain maupun AI. Tak jarang kamu akan melakukan pertarungan 50/50 dan bola pun memantul-mantul ke sana kemari, kadang berbuah gol bagi kamu atau lawan.

Pro Evolution Soccer 2019

Wasit sekali lagi terasa sedikit inkonsisten. Meski begitu, ini tentunya memberikan suasana layaknya di dunia nyata dari seorang wasit yang jauh dari kata sempurna. Tapi yang penting adalah mereka tidak memberi pengaruh signifikan ketika kami bermain. Biasanya malah kami mengutuki kesalahan kami sendiri dibanding hal lain. Inkonsistensi lain adalah atmosfer dari pertandingan itu sendiri. Sambil mengabaikan komentator yang sangat jelek, atmosfer dari beberapa pertandingan terasa lebih baik daripada yang lainnya. Jika kamu cukup beruntung tim yang kamu dukung hadir secara resmi di PES, maka kamu akan mendapatkan atmosfer yang luar biasa di stadium resmi klub tersebut, yang direka ulang secara akurat oleh Konami.

Ketika peluit menandakan pertandingan berakhir berbunyi, barulah muncul beberapa masalah. Meski permainan bola terasa memuaskan, namun UI (user interface/antarmuka) yang tidak intuitif kadang membuat frustrasi. Terlalu banyak tombol yang bisa ditekan, terlalu banyak layar yang perlu dilewati, dan kebanyakan menu yang ada terasa sedikit membingungkan. Meski ada beberapa elemen UI yang memang terasa "PES banget", dengan desain yang sudah ada turun-temurun, namun kebanyakan terasa kuno. Mungkin ini saatnya untuk membangun ulang segalanya dari nol, dari segi UI.

Kamu sedang menonton

Preview 10s
Next 10s
Iklan

Mungkin kami bisa memaklumi menu yang kaku tersebut, tapi ada area lain yang membuat kami kurang "sreg". Komentator terasa kurang baik. Sebenarnya selalu begitu, tapi untuk tahun ini penyampaiannya menjadi semakin membosankan, terutama dengan konteks komentar yang kadang tidak sesuai atau kurang mendalam. Tentu saja tak mungkin komentar yang diimplementasikan di sini memiliki kelas yang sama dengan komentar di pertandingan asli, tapi dengan ekspektasi yang rendah pun, kami merasa ini masih bisa ditingkatkan lagi

Begitu juga dengan teks yang ada di menu, penjelasan atribut pemain, bahasa yang digunakan seputar sistem transfer; mereka terasa kurang meyakinkan. "Bungkusan" dari game ini terasa seperti sesuatu yang harus kami maklumi untuk bisa menikmati isinya yang bagus.

Tak banyak yang bisa dilaporkan dalam hal mode baru, sementara pertandingan offline belum menawarkan banyak inovasi. Kami akan melaporkan kembali jika ada isu yang kami temui ketika bermain MyClub dan mode online lainnya, namun pengalaman awal kami sejauh ini lancar-lancar saja. Mode MyClub, yang mirip dengan FUT dalam banyak hal, kembali dengan fitur-fitur yang ditingkatkan. Di sini kamu bisa membuat tim impianmu sendiri (kamu juga mempercepat prosesnya dengan membayar menggunakan uang asli). Jika kamu lebih memilih untuk bermain dengan tim asli, ada pilihan untuk bermain turnamen dan liga seperti biasa. Apabila kamu ingin pengalaman mengurus tim bola dalam jangka panjang, ada pula Master League, atau mengembangkan karier pemain individu bersama Become a Legend.

Master League telah diperbarui dengan hal-hal baru untuk mengembangkan pemain dan tim kamu, begitu juga proses transfer baru. Sayangnya revisi sistem transfer ini terasa ketinggalan zaman dari apa yang terjadi di dunia nyata. Proses transfer dan deadline day malah terasa seperti pekerjaan yang membosankan, dan dialog antara klub dan pemain hanya menjadi sebuah permainan angka belaka di mana kamu mengutak-atik insentif mereka untuk meningkatkan kemungkinan persetujuan. Ditambah lagi dengan harga transfer yang tak mencerminkan dunia nyata, jadi bagi kamu yang mengikuti bursa transfer sepak bola terkini, pasti akan terasa aneh.

Pro Evolution Soccer 2019Pro Evolution Soccer 2019

Sisi baiknya (setidaknya bagi beberapa orang), kami mendapatkan beberapa lisensi liga baru, seperti divisi utama dari liga Skotlandia dan Rusia. Tapi mereka tentunya tidak dapat menutupi hilangnya Liga Champions dan Liga Europa. Ada pula turnamen pramusim bernama International Champions Cup. Tapi dengan banyaknya liga yang tak resmi, bahkan tidak ada sama sekali, sebuah turnamen pramusim rasanya bukan pengganti yang sepadan. Bundesliga sama sekali tak ada, kecuali beberapa klub mitra, dan banyak klub papan atas dunia hadir dengan nama samaran. Tentu saja kamu bisa mengunduh patch untuk mendapatkan database yang lebih akurat, tapi kamu harus repot-repot terlebih dahulu.

Game ini mendapatkan keuntungan dari argumen di mana sebuah game sepak bola seharusnya dinilai dari gameplay. Namun, di era modern di mana kamu disajikan berita bola 24/7, di mana klub-klub memiliki tim media sosial dan sesi latihan dibagikan di Twitter, di mana kamu bisa menonton setiap pertandingan mulai dari persahabatan hingga final, sepak bola tentunya sudah lebih besar dari apa yang terjadi di lapangan. Meski dengan menunya yang menua dan kaku, sulit untuk membantah bahwa PES 2019 merupakan representasi akurat dari sepak bola di atas lapangan. Namun dalam hal mencerminkan kehebohan, segala aktivitas di luar lapangan, dan bisnis yang mengitari olahraga ini, PES 2019 masih tertinggal.

PES telah mendapatkan penggemar-penggemar yang berdedikasi selama ini, mereka yang cuek akan berbagai kekurangannya, karena sejujurnya sistem game ini sungguh bagus. Sekali lagi, komunitas tersebut mendapatkan sebuah sajian sepak bola yang nikmat. Jika fokusmu adalah apa yang terjadi di lapangan, maka Konami telah membuat alternatif yang meyakinkan dari game milik EA yang penuh lisensi itu. Kekhawatiran kami tertuju pada bingkainya itu sendiri. Pemain lama mungkin bisa puas akan kedalaman permainan pada iterasi tahun ini, namun penggemar sepak bola pada umumnya akan mencari sesuatu yang lebih dalam lagi, dan mereka tak akan menemukannya di Pro Evolution Soccer 2019. Hal ini sangat disayangkan, karena bila saja Konami mau memoles area-area ini, PES 2019 akan menjadi sesuatu yang tak boleh dilewati.

Kamu sedang menonton

Preview 10s
Next 10s
Iklan
08 Gamereactor Indonesia
8 / 10
+
Permainan sepak bola yang bermutu. Grafis meningkat. Pemain-pemain terbaik lebih menonjol karena adanya animasi khusus.
-
UI masih perlu ditingkatkan. Hilangnya lisensi UEFA merupakan pukulan besar.
overall score
ini adalah skor dari jaringan kami. Bagaimana dengan kamu? Skor jaringan adalah rata-rata dari skor setiap negara

Teks terkait

Pro Evolution Soccer 2019Score

Pro Evolution Soccer 2019

REVIEW. Ditulis oleh Mike Holmes

PES tahun ini memanjakan pemain dalam hal gameplay, tapi masih banyak yang bisa ditingkatkan di bidang lainnya.



Loading next content