Indonesia
Gamereactor
preview
Little Nightmares 2

Little Nightmares 2 - Impresi Akhir

Kami mendapat kesempatan menghabiskan waktu bersama chapter kedua game ini.

Kamu sedang menonton

Preview 10s
Next 10s
Iklan

Kamu sedang menonton

Preview 10s
Next 10s
Iklan

Saya selalu optimis tetapi hati-hati menyikapi sekuel. Jika dibuat dengan benar, sekuel yang baik akan memperbaiki kekurangan dari game pertamanya, sekaligus mempertemukan kita kembali dengan karakter dan dunia yang sudah terlanjur kita gemari dari game sebelumnya. Namun, jika dibuat dengan payah, gamenya bisa mencoreng warisan nama game aslinya. Mengingat Little Nightmares pertamanya merupakan karya yang tidak disangka-sangka begitu keren, saya was-was saat diberikan kesempatan meninjau sekuelnya lebih awal. Untungnya, setelah menghabiskan sejumlah waktu, saya cukup puas bahwa proyeknya berjalan ke arah yang benar dan bahkan bisa membuat hasil akhir yang lebih baik.

Dalam demonya, saya bisa mengakses dua chapter pertama gamenya, yakni The Wilderness and The Store. Saya tidak akan terlalu banyak membahas The Wilderness, karena kami sudah meliputnya dalam pratinjau kami tahun lalu. Namun, di The School, Mono akan terpisah dari teman barunya, Six (karakter utama dari game sebelumnya), dan kamulah yang bertugas menyelamatkannya dari sekelompok anak sekolahan yang disebut Bullies. Misi penyelamatan nan kesatria ini berlatar di lorong-lorong gelap sebuah sekolah dari abad ke-19, tempat yang cukup berbeda dari chapter sebelumnya.

The School sungguh berhasil menghadirkan atmosfer mencekam dan nuansa kengerian yang menjadikan game pertamanya pengalaman bermain yang begitu berkesan. Dalam sebuah pemberitahuan baru-baru ini, pihak pengembang mendeskripsikan bahwa sistem sekolahnya hampir serupa dengan penjara dan perasaan itu sungguh terbangkitkan di sini. Bullies akan menyerbu lorong-lorong sekolah seakan mereka anggota geng, dan The Teacher akan berpatroli di ruang kelas dengan menggenggam erat penggaris di tangganya dengan gaya bak militer. Ini semua merupakan sebuah latar yang menggambarkan 'neraka' pribadi bagi seorang anak dan melanjutkan chapternya selalu terasa sangat meresahkan, karena saya tahu akan ada bagian pengejaran atau pengendapan di depan.

Little Nightmares 2Little Nightmares 2

Satu hal yang saya cemaskan akan saya temui saat mengulas gamenya di masa mendatang adalah bertemu lagi dengan The Teacher. Guru wanita satu ini mungkin awalnya terlihat dingin karena dia mengatur kelas dengan tangan besi, tapi tunggu saja sampai tatapannya jatuh padamu. Bagian yang jauh paling menyeramkan dari demonya adalah saat saya berlari setengah mati saat dikejar The Teacher yang mengikuti saya dengan lehernya yang menjulur bagai spageti. Banyak bagian di demo ini yang mengharuskanmu bersembunyi di dalam kotak dan lokasi tersembunyi lainnya demi menghindari terdeteksi oleh The Teacher; bagian ini terasa sangat tegang saat dia memeriksa lokasinya.

Ritme di sini terasa sangat bagus karena ada campuran antara puzzle, bagian stealth, dan sekuen pelarian untuk menghadirkan variasi. Saya khususnya patut memuji bagian stealthnya, karena masing-masingnya sepertinya memiliki mekanisme unik yang berbeda agar mereka tidak terasa basi. Di salah satu sekuens di The Wilderness, kamu harus menhan napas di dalam rawa untuk bersembunyi dari pandangan Hunter yang mengokang shotgun. Di The School, ada satu bagian yang mengharuskan kita memasang kepala dari anggota Bullies yang sudah terkapar (kepalanya terbuat dari tanah lempung) agar berbaur dengan para Bullies lainnya.

Puzzles merupakan bagian penting dari gameplay game Little Nightmares pertama dan hal ini tidak berubah di sekuelnya. Di sekuelnya, puzzle-puzzle ini sepertinya diperdalam karena kamu juga harus memikirkan karakter keduanya. Di satu bagian awal The School, kamu harus mencapai lantai atas yang terpecah dan kamu harus mencari cara baik untuk Mono maupun Six. Beberapa mekanisme baru juga diperkenalkan di sini, karena kamu bisa menyokong satu sama lain demi mencapai ketinggian, dan kamu juga bisa membuat lompatan yang mendebarkan demi menggapai tangan partnermu saat berupaya melewati celah yang lebih besar.

Little Nightmares 2

Saya merasa demonya, secara keseluruhan, berhasil menampilkan gamenya dengan sangat baik, tapi saya memiliki satu kritik kecil. Bagian game ini memperkenalkan sistem pertarungan kecil-kecilan kepada pemain, dan menghunus senjata terasa kaku dan tidak presisi. Kamu sering harus mengendap-ngendap di balik Bullies dan memukul kepala mereka dengan semacam senjata tumpul dan saya tidak pernah bisa merasakan waktu yang tepat. Ini terutama merepotkan di bagian-bagian saat para Bullies akan menyerbumu dan kamu harus merespon dengan cepat dengan mengayunkan senjatamu. Untungnya, tidak ada hukuman untuk kegagalan dan mengulang kembali dari checkpoint sebelumnya sangat cepat di sini.

Little Nightmares 2 bisa jadi salah satu game 2021 yang wajib dimiliki jika ia bisa melanjutkan ritme yang sama seperti kedua chapter pertamanya. Saya selalu merasa tegang saat bermain karena atmosfernya yang mencekam dan sekuens stealth dan pengejaran yang dikurasi dengan sangat baik. Variasi lingkungan juga sepertinya juga sepuluh kali lebih baik, dan saya menikmati mekanisme baru yang dibuat berdasarkan keberadaan dua karakter utama. Jangan lupa untuk membaca reaksi kami sepenuhnya saat Little Nightmares 2 diluncurkan di tanggal 11 Februari 2021.

Kamu sedang menonton

Preview 10s
Next 10s
Iklan

Teks terkait

Little Nightmares 2Score

Little Nightmares 2

REVIEW. Ditulis oleh Kieran Harris

Tarsier Studios telah melampaui ekspektasi dan menyajikan sebuah sekuel yang superior.



Loading next content


Cookie

Gamereactor menggunakan cookie untuk memastikan kami dapat memberikanmu pengalaman terbaik dalam menjelajahi situs kami. Jika kamu melanjutkan, kami menganggap bahwa kamu menyetujui kebijakan cookie kami.