Cookie

Gamereactor menggunakan cookie untuk memastikan kami dapat memberikanmu pengalaman terbaik dalam menjelajahi situs kami. Jika kamu melanjutkan, kami menganggap bahwa kamu menyetujui kebijakan cookie kami.

Indonesia
Gamereactor Indonesia
preview
Iron Man VR

Iron Man VR

Bersiaplah untuk melesat ke langit sebagai Iron Man. Kami termasuk yang pertama kali mencoba game flagship terbaru Sony untuk VR ini.

  • Teks: Ketil Skotte

Kamu sedang menonton

Preview 10s
Next 10s
Iklan

Kejutan terbesar dalam State of Play minggu kemarin mungkin adalah pengumuman Iron Man VR dari Camouflaj yang berbasis di Washington (République). Trailer yang ditampilkan dalam presentasi tersebut tidak begitu jelas mengenai game apa yang akan kami dapatkan, tetapi setelah memainkan demo sepanjang 20 menit dan berbicara dengan sutradara game, Ryan Payton, kami memiliki gambaran yang lebih baik (dan ekspektasi yang lebih tinggi) untuk game flagship baru Playstation VR.

Yang pertama: ya, Iron Man VR adalah sebuah game utuh dan bukan hanya sebuah "pengalaman". Camouflaj memperkirakan game ini akan memakan waktu antara 5 sampai 10 jam, dan akan menceritakan tentang cerita original dengan latar waktu dua atau tiga tahun setelah Tony Stark menjadi Iron Man. Game ini telah dikembangkan selama dua setengah tahun dan akan dirilis di kemudian waktu di tahun ini.

Dalam strukturnya, game ini bervariasi antara adegan-adegan cerita sinematik, di mana kamu masih mengendalikan Tony dan bisa berinteraksi dengan sekitarmu, dan misi-misi berdasarkan aksi yang memberimu kesempatan untuk masuk ke dalam baju perang Iron Man dan terbang ke langit. Demo tersebut dibuka dengan sebuah tutorial yang berlokasi dekat dengan Stark Mansion. Di sini, skema kontrol yang intuitif tapi juga tidak mudah dari game ini diperkenalkan. Pemain menggunakan dua buah Move Controller, yang mewakili tangan-tangan Tony. Ada tiga tombol yang digunakan; tombol Move adalah pendorongmu, trigger adalah repulsor, dan dengan menahan tombol X kamu bisa memukul musuh dan rintangan.

Tantangan terbesarnya tidak diragukan lagi adalah mengendalikan pendorongnya. Pada dasarnya kamu menggunakannya untuk bepergian, dan karena Iron Man tidak begitu dikenal karena suka bergerak dengan lambat, maka semuanya adalah tentang bagaimana melakukan navigasi dengan cepat dan efisien. Menekan tombol bergerak sementara tanganmu mengarah ke bawah akan membuatmu terbang ke atas, mengarahkannya ke belakang tubuh akan membuatmu maju ke depan, dan seterusnya. Seperti apa yang telah saya katakan, hal ini cukup intuitif, tetapi memerlukan latihan, yang mana menurut kami adalah sesuatu yang memang baik. Repulsor yang kamu miliki ditembakkan dengan merentangkan tanganmu ke depan dan menarik pelatuknya, sementara pukulan dilakukan dengan memukul udara secara fisik. Feedback yang kami rasakan sangat memuaskan, dan efek suaranya cukup menendang untuk membuat keduanya terasa sangat baik.

Iron Man VR

Setelah tutorialnya selesai, kami dibawa ke sebuah adegan sinematik yang merupakan versi lebih panjang dari adegan pendek di pesawat Stark yang ditampilkan dalam trailer. Pada saat tertentu, sebuah pilihan dialog muncul dan kami bertanya kepada Ryan Payton apakah kami bisa mengharapkan lebih banyak lagi, dan jika iya, apakah pilihan tersebut berpengaruh? Jawaban untuk keduanya adalah iya, tetapi kemudian dia segera menambahkan bahwa hanya akan ada satu ending apapun pilihannya. Dia juga menjelaskan bahwa adegan-adegan ini adalah sesuatu yang wajar karena Tony Stark tidak banyak bergerak maupun berinteraksi dengan banyak objek, seperti yang ditampilkan pada kebanyakan adegan seperti ini dalam game penuhnya.

Semuanya berjalan dengan baik sampai pesawatnya tiba-tiba diganggu oleh penjahat, Ghost, yang mungkin saja atau mungkin juga bukan merupakan antagonis utama. Tony dipaksa untuk melompat keluar dari pesawat dan mengenakan perlengkapannya di udara untuk menyelamatkan pesawatnya dan juga Pepper. Ini memulai sebuah misi dengan tempo cepat di mana Iron Man harus mengejar pesawat dan memperbaiki kerusakannya dalam gaya mini game VR klasik. Dia juga harus menghindari atau menghancurkan serpihan-serpihan dan menetralisir drone tempur menggunakan repulsor andalannya. Misi tersebut memiliki variasi, menghibur, dan semuanya bekerja dengan baik. Mungkin itu adalah sedikit dari bagiannya yang sederhana, tetapi Payton meyakinkan bahwa kebanyakan misinya akan lebih terbuka dan kompleks.

Iron Man VR telah membuat kesan pertama yang kuat dan Camouflaj jelas-jelas menangani proyek ini dengan sepenuh hati. Kontrolnya intuitif dan dirancang dengan baik dan fakta bahwa kamu memegang kendali penuh atas Iron Man dan bukan hanya dalam jalur yang ditentukan adalah sesuatu yang hebat. Sebagai tambahan, kami senang mendapatkan sebuah cerita Iron Man original yang utuh.

Sesuatu yang benar-benar membuat kami sedikit khawatir adalah resiko motion sickness. Selama tutorial game ini, kami merasa sesuatu yang kurang nyaman ketika harus banyak berputar, tetapi Camouflaj sadar akan resiko tersebut dan berusaha untuk meminimalisir semua ketidaknyamanan. Harus dicatat juga bahwa kami tidak merasakan apapun pada misi utamanya. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, Iron Man VR diharapkan keluar tahun ini dan mungkin saja akan menjadi salah satu game VR esensial di tahun 2019.

Mampirlah kesini untuk lebih banyak impresi dari rangkuman PSVR terkini.

Iron Man VR
Iron Man VRIron Man VRIron Man VR