Cookie

Gamereactor menggunakan cookie untuk memastikan kami dapat memberikanmu pengalaman terbaik dalam menjelajahi situs kami. Jika kamu melanjutkan, kami menganggap bahwa kamu menyetujui kebijakan cookie kami.

Indonesia
Gamereactor Indonesia
preview
Anthem

Anthem - Impresi Awal

Kami akan menunggu hingga kami sampai ke konten akhir sebelum memberikan skor, tapi inilah pendapat kami setelah menghabiskan akhir pekan sekitar Fort Tarsis.

Kamu sedang menonton

Preview 10s
Next 10s
Iklan

Kami akan menuliskan ini relatif pendek sambil menunggu review penuhnya, yang akan mendarat belakangan minggu ini bersama perilisan penuh gamenya. Tapi untuk sekarang, kami ingin membagikan impresi awal kami dari game terbaru Bioware ini.

Anthem begitu mulus. Dalam banyak hal, masih memiliki DNA Bioware di dalamnya, tapi berada di ujung spektrum yang berbeda dengan Mass Effect: Andromeda. Meski game sebelumnya dari studio ini memiliki banyak bug, dan agak kacau (meski kami cukup menikmatinya), Anthem sangatlah terpoles dan lebih terfokus dari RPG pendahulunya. Kami tak melihat adanya gerakan atau ekspresi wajah aneh selama berjam-jam kami memainkannya. Dalam pemolesan, kami harus memuji mereka karena telah belajar dari kesalahan.

Meski begitu, hanya karena Anthem mulus bagai sutra dan tak bernoda, bukan berarti ia lebih baik. Bahkan, kami dapat mengatakan bahwa sejauh yang kami lihat, sampul mulus yang mengesankan di awal ini merupakan sebuah efek samping dari proses efisiensi dari formula Bioware yang selama ini kita cintai dan mengubahnya menjadi sesuatu yang dapat disukai sebanyak mungkin orang, mungkin bahkan sampai mengorbankan komunitas RPG yang mendukung mereka selama ini.

Anthem

Salah satu contohnya adalah dari pilihan dialog. Hilang sudah banyaknya pililhan yang memungkinkan kamu untuk mengejar ceritamu sendiri melalui sebuah percakapan dengan NPC, digantikan dengan sistem dialog bercabang dua yang hasilnya terlihat tidak begitu berbeda. Hal ini malah terlihat hanya untuk membuat adegan-adegan yang terjadi di markasmu, Fort Tarsis, tampak interaktif. Meski kami relatif masih berada di awal petualangan kami, tentu saja ada kemungkinan berubah, tapi saat ini tampaknya kreator dari Mass Effect ini masih memberikan kami perjalanan yang linear.

Apakah hal ini masih akan terasa dalam jangka panjang, kami harus membuktikannya sendiri. Yang bisa kami katakan adalah kami sedikit bingung akan apa yang terjadi di Fort Tarsis dan kualitas cerita yang sudah terbiasa kami dapatkan dari studio ini terasa sedikit hilang, dengan potongan cerita sering hanya terbatas dari entri codex yang tersedia di berbagai tempat dan sedikit cutscene di sana-sini.

AnthemAnthem

Kami juga tidak terlalu diyakinkan dengan premis awal di mana para Freelancer dibenci oleh masyarakat yang ada karena gagal dalam sebuah misi mematikan yang terjadi di prolog. Keterbatasan yang diberikan pada narasi akibat dari struktur yang lebih ramping tidak memberikan cerita atau karakternya cukup ruang untuk tumbuh, apalagi berkembang menjadi sesuatu yang kami pedulikan. Meski begitu, kami sangat penasaran tentang latarnya dan ingin melihat lebih banyak lagi. Dan tentunya ada beberapa momen ala Bioware juga yang kami temukan.

Meskipun kami masih memiliki beberapa pertanyaan tentang arah dari ceritanya, pertarungan di Anthem dapat dipastikan bagus. Studio ini telah sukses dalam membuat pergerakan terbang, dan berseluncur di udara menggunakan javelin sangatlah menyenangkan. Kami menyukai perasaan bebas yang kami rasakan ketika melesat ke langit dan memberikan lapisan taktis ke permainannya. Bahkan ketika kamu berada di darat pun terasa memuaskan. Gunplay-nya juga terasa tajam, meski kami harus mengatakan bahwa pilihan senjatanya agak membosankan terlalu kontemporer mengingat narasinya yang mengambil sudut sci-fi.

Anthem

Kami telah memainkan game ini secara solo, dan hal ini memberikan beberapa akibat. Game ini jelas-jelas didesain sebagai shooter online, maka kamu akan dipasangkan dengan orang asing jika tak membawa teman sendiri. Dalam permainan bebas, kamu bisa bekerja sama atau bertualang masing-masing, terserah kamu. Sebagian besarnya, berbagai kegiatan bisa kamu lakukan sendiri, walau konten-konten di bagian pertengahan dan akhir didesain untuk dilakukan berkelompok. Dalam misi, kamu harus tetap bersama karena jika kamu ketinggalan aksinya karena kamu sibuk menyeduh teh, teman-teman digitalmu mungkin tak akan menunggumu. Masuk ke dalam kelompok cukup sederhana, walau kamu harus sedikit menunggu (dan waktu loading juga sangat penting), semuanya terasa mudah.

Kami relatif masih di awal petualangan kami di dunia alien ini, tapi setidaknya kisah yang telah disampaikan membuat kami terpaut. Misi-misinya sendiri cukup jelas - kebanyakan kamu disuruh bergerak dari titik tertentu ke titik lainnya sembari menghabisi perlawanan di sepanjang jalan - dan penekanannya lebih banyak ke pertarungan daripada diplomasi.

Sementara itu, kami akan terus menjalankan misi yang diberikan oleh NPC, menjelajahi dunianya dalam sesi bebas, menyerang pertahanan bersama orang asing, dan mengutak-atik pakaian robot kami di markas. Terdapat pula transaksi mikro terkait kosmetis. Terdapat banyak hal yang bisa dilakukan di dunia yang alien dan aneh ini, dengan penghuninya yang penuh amarah dan latar cerita yang menarik, dan kami tak sabar ingin bermain lebih banyak.

Di waktu yang sama, game ini tak terasa seperti game klasik Bioware dan juga bukanlah sebuah game yang kita harapkan pasca perilisan Andromeda. Dengan mencoba membuat sesuatu untuk semua orang, apakah Bioware telah membuat sebuah game yang meninggalkan audiens utama mereka? Kami akan kembali lagi dengan pengalaman yang lebih lengkap.

Kamu sedang menonton

Preview 10s
Next 10s
Iklan