Cookie

Gamereactor menggunakan cookie untuk memastikan kami dapat memberikanmu pengalaman terbaik dalam menjelajahi situs kami. Jika kamu melanjutkan, kami menganggap bahwa kamu menyetujui kebijakan cookie kami.

Indonesia
Gamereactor Indonesia
preview
Total War: Three Kingdoms

Total War: Three Kingdoms

Creative Assembly beralih pada era Three Kingdoms, yang tampak menjadi Total War paling ambisius sejauh ini.

Kamu sedang menonton

Preview 10s
Next 10s
Iklan

Secara umum, ada dua cara untuk memainkan campaign utama di Total War: Three Kingdoms. Satunya adalah Record Mode yang tampaknya akan mirip dengan game Total War berlatar belakang sejarah pada biasanya. Satu lagi adalah Romance Mode, sebuah perombakan di formula yang sudah disempurnakan oleh studio tersebut selama bertahun-tahun. Di sini figur-figur penting di era Three Kingdoms Tiongkok digambarkan dengan superlatif, dengan tokoh-tokoh yang bak memiliki kekuatan super. Belum bisa dibilang fantasi, tetapi melihat apa yang studio ini kerjakan dalam beberapa tahun terakhir (Warhammer), tak heran mereka mengambil periode ini dengan desain demikian.

Alasan lain kenapa Creative Assembly memilih Tiongkok masa 190 Masehi adalah periode tersebut merupakan sebuah era di mana para panglima perang yang haus kekuasan berselisih dan terjadinya kecamuk politik. Berlatar sesaat setelah pemberontakan Yellow Turban dan kejatuhan dari Dynasty Han, dataran tersebut sedang terpecah belah. Berperan sebagai salah satu pemain kunci di era tersebut, kamu akan ditugaskan untuk menyatukan kembali Tiongkok dan akhirnya menjadi Kaisar.

Di game Total War akhir-akhir ini, kita melihat lebih banyak karakter dan tema naratif yang lebih kuat, dan tampaknya itulah yang akan dilanjutkan di Three Kingdoms. Figur-figur terkenal dari era tersebut seperti Lie Bei membentuk inti dari campaign, dan mereka akan dua kali lebih penting jika kamu memilih memainkan Romance. Kata "squishy" digunakan lebih dari sekali untuk mendeskripsikan karakter yang sama di Record Mode, jadi pemain dapat memilih apakah ingin mementingkan para karakter utama atau lebih memilih segalanya lebih natural. Bagi kami sendiri, ketika game ini mendarat Maret nanti tampaknya kami akan lebih banyak bermain Romance Mode.

Total War: Three KingdomsTotal War: Three Kingdoms

Evolusi bertahap dari Total War diteruskan di sini, dengan CA mempercantik elemennya di sana sini. Namun, dengan usaha keras dari studio ini untuk menghadirkan berbagai fitur dan perubahan yang ada, maka perlu beberapa jam untuk kembali mempelajari game ini kembali. Seperti biasa, ada seorang penasihat yang akan membantumu membiasakan diri akan menu-menu yang banyak dan mekanika dasar. UI-nya sangatlah ramai, bahkan bagi seorang pemain lama, kamu akan perlu waktu untuk terbiasa.

Meski kadang terasa terlalu ramai (kami bahkan tak sempat sampai ke akhir demo 30 giliran ini), namun tampilannya begitu cantik. UI dari game ini memiliki gaya seni layaknya lukisan, begitu juga dengan gaya keseluruhan dari game yang mencerminkan budaya, daerah, dan periodenya. Tim artis dari game patut berbangga hati atas karya mereka. Terdapat pula beberapa sentuhan baik, seperti animasi dari tile unit yang muncul ketika mereka ditembaki - sebuah detail yang mencolok tapi praktis yang kami sukai. Yang terbaik adalah skill tree, yang merupakan salah satu desain skill tree paling elegan yang pernah kami lihat.

Kamu sedang menonton

Preview 10s
Next 10s
Iklan
Total War: Three Kingdoms
Total War: Three Kingdoms
Total War: Three KingdomsTotal War: Three KingdomsTotal War: Three KingdomsTotal War: Three Kingdoms