Gamereactor Close White
Log in member






Lupa password?
Saya bukan member, tapi saya ingin bergabung

Atau log in menggunakan akun Facebook
Gamereactor Indonesia
preview
Diablo Immortal

Diablo Immortal - Preview

Kami mencoba sendiri game mobile ini pada ajang BlizzCon.

  • Teks: Sam Bishop
Facebook
TwitterReddit

Setiap tahun, para fans Blizzard akan berkumpul secara online (atau secara langsung di Anaheim Convention Center) untuk melihat apa yang akan diumumkan untuk game favorit mereka, dan pada tahun ini kami dikejutkan oleh studio ini karena mereka mengumumkan sebuah game Diablo baru. Game tersebut bukanlah Diablo 4, tetapi merupakan sebuah mobile game yang dikembangkan bersama dengan NetEase Inc., yang berjudul Diablo Immortal. Cerita dari game ini terletak di antara kejadian pada Diablo 2 dan 3, dan pada kesempatan tersebut kami sempat mencobanya sendiri pada sebuah perangkat Samsung Galaxy Note 9.

Jika kamu melihat upacara pembukaan untuk ajang tahunan tersebut, pasti kamu telah melihat cinematic trailer di atas dan juga gameplay trailer di bawah, yang keduanya memberikan kami bayangan akan apa yang akan kami dapatkan. Pada dasarnya, game ini tampil seperti biasanya, kekuatan jahat menginvasi tanah itu lima tahun setelah hancurnya Worldstone, dan kamu harus bertarung untuk sekali lagi menyelamatkan kemanusiaan.

Walaupun naratornya segera memberimu arahan, tetapi kamu akan membutuhkan sedikit bantuan untuk bertahan melawan kejahatan, dan ini mengarah ke bagian sosial dari game ini. Ini merupakan sebuah petualangan di dunia yang terbuka untuk semua (sebagaimana yang telah dijelaskan oleh Blizzard ketika berbicara kepada kami di Anaheim) yang berarti pemain lain akan masuk dan keluar dari petualanganmu sambil berlalu. Kami merasakan hal ini pada sesi kami di mana perangkat yang tersambung pada jaringan membuat kami mendapatkan bantuan untuk lebih dari satu kali ketika menghancurkan musuh-musuh kami.

"Game ini dari awal benar-benar telah didesain dengan memperhitungkan fitur sosial," ujar Helen Cheng kepada kami. "Jadi ini adalah sebuah petualangan yang dibagi kepada publik, banyak dari zonanya bisa diakses semua orang, jadi kamu bisa melihat pemain-pemain lain mondar-mandir di dunia tersebut bersama denganmu. Sebagai tambahan, ada banyak juga konten multiplayer, dan juga di dungeon, kamu bisa bergabung dalam sebuah kelompok yang terdiri dari empat orang dan berangkat membantai iblis-iblis dan monster-monster jahat." Game ini juga banyak mempergunakan fitur-fitur platform Battle.net, termasuk elemen sosial seperti pertemanan, yang bisa kamu akses dalam game ini.

Diablo Immortal

Hal ini tidak berarti bahwa orang yang biasa bertarung sendiri harus selalu ikut dalam sebuah kelompok, karena ketika memasuki dungeon-dungeon tersebut, sebuah opsi muncul di layar dan kamu bisa memilih bermain secara solo atau dalam sebuah kelompok. Kami memilih pilihan yang terakhir, yang pada saat tersebut, kami mendapatkan layar matchmaking di mana pemain-pemain direkrut dan kami bergerak menghadapi bahaya bersama-sama, jadi kamu tidak perlu khawatir pemain lain akan selalu mengganggu urusanmu.

Sejauh ini semuanya cukup bagus, tetapi pertanyaan yang ada di benak banyak fans adalah, "apakah game ini akan terasa seperti Diablo walaupun dimainkam secara mobile?" Jawabannya adalah, "ya", karena kami merasa game ini berjalan seperti Diablo 3. Dengan kata lain, game ini tetap terasa seperti sebuah game Diablo modern, hanya dalam layar yang lebih kecil. Game ini terlihat serupa dalam hal visual dengan versi besarnya. Kameranya, gaya bergeraknya, format, warnanya, semua mencerminkan sebuah game Diablo, dan bahkan pada layar menunya pun kami merasa memasuki sebuah petualangan Diablo.

Kontrolnya serupa dengan banyak game mobile lainnya di mana di bagian kiri layar ada sebuah stik kontrol yang bisa digerakkan yang mengatur pergerakan, dan beragam tombol yang mengatur seranganmu. Ada satu tombol utama untuk serangan dasarmu, dengan lima tombol lagi di sekitarnya untuk mengaktifkan kemampuanmu dan memaksimalkan potensi serangannya. Kemudian ada juga tombol-tombol untuk fungsi yang lain seperti health, inventori, dan pop-up untuk menggunakan item-item dengan cepat setelah kamu mendapatkannya. Semuanya sangat intuitif dari awal dan terasa pas.

"Mekanika sentuhan adalah sesuatu yang unik," jelas developer, Dan Elggreen. "Ini adalah sesuatu yang kami kembangkan terus, tetapi mekanika yang berbeda ini dan cara mereka bekerja, menurut saya mulai semakin terbukti pada banyak mobile game yang berbeda [...] Menurut saya mekanika baru dan unik tersebut akan membuat game ini berjalan sangat baik dalam perangkat mobile."

Diablo Immortal

Blizzard juga tidak melupakan hal detail, yang bisa kami lihat bahkan pada saat ini (yang menurut kami masih jauh dari waktu rilisnya, karena belum mendapatkan perkiraan rilis). Sebagai contoh, ketika sang Monk melakukan sebuah tendangan terbang dan mengenai sebuah tembok, dia memantul dari tembok itu untuk melancarkan sebuah serangan terbang ke arah musuh yang ada di dekatnya. Cheng mengatakan kamu bahkan bisa mengkombinasikan kemampuan yang ada, seperti sebuah serangan angin puyuh setelah serangan meteor untuk menyebarkan api ke seluruh medan pertempuran.

Dalam demo yang sempat kami mainkan, kami sempat melihat tiga kelas, dan bermain sebagai Monk dan Barbarian, yang keduanya memiliki lima buah kemampuan. Belum jelas apakah kita akan mendapatkan kemampuan lainnya, tetapi apa yang ada di sana sangat menyenangkan untuk digunakan dan memiliki daya hancur yang tinggi jika digunakan pada saat yang tepat. Contohnya Monk, dia bisa menarik musuh dan menghancurkannya dengan sebuah serangan area, sedangkan palu perkasa Barbarian sangat hebat ketika digunakan untuk menghantam kerumunan musuh dengan penuh tenaga.

Dalam game penuhnya, kita akan melihat enam kelas, yaitu, Barbarian, Monk, Necromancer, Wizard, Crusader, dan Demon Hunter. Tetapi Cheng mengatakan bahwa tim mereka juga sedang memikirkan untuk mengajak "hero lain" ke dalam game ini. Kita juga bisa menantikan delapan zona outdoor dan tujuh buah dungeon pada saaat peluncuran (kami harap akan ada lebih banyak lagi ditambahkan setelahnya) termasuk lokasi yang sudah kita kenal, seperti Dark Wood dari Diablo II, dan juga zona-zona baru dan sebuah area hub, Westmarch, di mana pemain bisa saling berinteraksi.

Diablo Immortal

Kami tidak bisa mengakhiri interview kami tanpa menanyakan tentang monetisasi, sebuah kata yang tidak hanya relevan untuk game AAA, tetapi juga terutama dalam dunia mobile. Elggren pun berkata, "Kami belum begitu siap untuk berbicara tentang strategi 'monetisasi'. Kami masih dalam tahap awal dan kami ingin fokus terlebih dahulu pada gameplay, itu adalah salah satu nilai utama kami di Blizzard, memastikan kami menciptakan sebuah game kuat yang kami suka memainkannya, dan elemen-elemen lainnya akan mengikuti kemudian."

Jika kamu kebetulan mengikuti diskusi pada komunitas Diablo walaupun hanya sekilas sejak diumumkannya Immortal, kamu pasti memperhatikan bahwa game ini tak membuat semua orang senang. Walaupun kami tidak bisa memberi komentar mengenai persamaannya dengan game RPG mobile lainnya (tepatnya mengenai peletakkan kontrol dan UI), apa yang bisa kami katakan adalah game ini terasa seperti Diablo tanpa banyak 'tapi'. Memang kemampuan dan darah yang ada akan lebih sedikit dari versi orisinalnya, tetapi intinya masih terasa seperti sebuah petualangan yang kita harapkan.

Diablo ImmortalDiablo ImmortalDiablo Immortal