Gamereactor follow Gamereactor / Dansk / Svenska / Norsk / Suomi / English / Deutsch / Italiano / Español / Português / Français / Nederlands / 中國 / Polski
Gamereactor Close White
Log in member






Lupa password?
Saya bukan member, tapi saya ingin bergabung

Atau log in menggunakan akun Facebook
Gamereactor Indonesia
preview
Dying Light: Bad Blood

Dying Light: Bad Blood - Preview

Pesaing battle royale baru telah memasuki arena, dan yang satu ini bergerak dengan cepat.

  • Teks: Mike Holmes
Facebook
TwitterRedditGoogle-Plus

Para penggemar Dying Light telah dijaga dengan baik oleh Techland selama bertahun-tahun. Pendekatan yang dilakukan oleh studio ini dalam dukungan pasca-peluncurannya setidaknya patut mendapatkan pujian. Developer Dying Light telah terus menerus memberikan hal baru untuk dilakukan oleh komunitasnya, sementara mereka sendiri melanjutkan pekerjaan untuk menciptakan sekuel yang lebih besar. Bagian dari perilisan konten pasca-peluncuran ini berjudul Bad Blood, sebuah tambahan standalone dari franchise ini dengan tema, mekanik, dan aset yang diadaptasi dari game originalnya dan dioperasikan ke dalam sebuah pengalaman battle royale hibrida.

Dalam Bad Blood, para pemain berhadapan dengan total 12 pemain, lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah biasanya pada game battle royale lain yang berkisar hingga 100 pemain. Setelah meninju satu sama lain tanpa perasaan di salah satu lobi tempat menunggu paling brutal yang pernah kami kunjungi, 12 pemain diturunkan di lingkungan perkotaan andalan game ini, di mana perburuan senjata dan eksplorasi awal game dimulai; sama seperti Fornite dan PUBG. Fokus pada melee tradisional dari seri ini dipertahankan di Bad Blood, sebagaimana sebagian besar barang yang dapat kamu ambil di awal adalah senjata-senjata tajam. Entah kamu mengambil kapak, golok, sabit, atau palu yang sangat besar, intinya kamu akan menghancurkan dan memotong pemain lain dan juga gerombolan zombie.

Aksinya berpusat pada sarang-sarang yang terbuat dari kotoran zombie yang menular. Setiap sarangnya dikelilingi oleh sekawanan kecil zombie, dengan jumlah dan kekuatan zombie yang terikat pada kualitas sampelnya. Para pemain harus menghampiri kawanan ini, membunuh para zombie yang siap siaga, dan kemudian mengambil sampel darah sebelum kabur. Fokusnya kemudian berpindah ke sarang berikutnya hingga mendapatkan sampel darah yang cukup hingga akhirnya ada helikopter yang dikirimkan untuk menjemputmu dan perangkat sains zombie-mu. Tentu saja, hal-hal di dalamnya menjadi lebih rumit karena adanya pemain lain yang menguntit. Jika mereka membunuhmu, mereka akan dengan mudah menggeledah mayatmu dan mencuri semua yang telah kamu kumpulkan. Dan percayalah pada kami: mereka akan melakukannya.

Dying Light: Bad BloodDying Light: Bad Blood

Pada pertempuran antarpemain, game ini mengandalkan sistem melee, dan tidak selalu menguntungkan dua pemain yang terlibat. Sistem pertempurannya agak rumit. Jika kamu baru mencobanya dan kamu berhadapan dengan pemain yang sudah terbiasa dengan game ini, kamu akan mengalami kekalahan telak. Singkatnya, Bad Blood dibuat dengan sangat baik untuk para penggemar setia. Jika kamu baru bermain game ini, kamu akan cukup kesulitan dengan banyak hal yang harus kamu sesuaikan selama pertempuran melawan pemain lain. Ditambah lagi dengan adanya zombi dan waktu yang terus berjalan, semua aspeknya seketika membuatmu mudah panik.

Pada titik kepanikan inilah Bad Blood menunjukkan kemampuannya. Kamu akan terus menerus memperkirakan segala keputusan; menentukan bagaimana menyerang sekawanan zombie dan mengalihkan mereka dari posisi bertahan, atau mungkin membiarkan pemain lain melakukannya sebelum kamu menyelinap dan memanfaatkan kerja keras mereka. Skala tantangannya - karena zombie-zombie ini tidak mudah menyerah - memberikan game dari Techland ini sebuah tekstur yang sangat berbeda jika dilihat dari judulnya. Kami berani bilang bahwa pendapatmu tentang game battle royale lain dalam mengatasi progres in-match akan menentukan apakah kamu menyukai Bad Blood atau tidak.

Dying Light: Bad Blood

Game ini adalah pengalaman yang metodologis. Tersedia empat slot untuk senjata dan empat slot lainnya untuk equipment. Kami selalu mencari kesempatan untuk melempar kapak dan granat - sesuatu yang bisa memberikan sedikit jarak antara kami dan lawan atau siapapun/apapun yang kami hadapi. Terdapat juga senjata-senjata jarak jauh, tapi sangat jarang dan susah ditemukan. Oleh karena itu, fokus game ini terpusat pada pergerakan parkour dan sistem melee combat ketimbang mengambil pistol dan menyerang tanpa pikir panjang. Pertandingan di Bad Blood tidak memakan waktu lama, tetapi karena terdapat ekspektasi tentang para pemain yang akan bertahan di beberapa menit awal selagi mempersiapkan diri, ada penekanan lebih untuk membangun momentum. Kamu mengumpulkan kekuatan tidak hanya dengan mengambil dan melakukan crafting senjata (kamu bisa melengkapi persenjataan dengan beragam bonus elemen untuk memberikanmu serangan yang lebih menggigit) tapi juga dengan pengambilan risiko; mengumpulkan DNA untuk meningkatkan level, kekuatan, dan juga menambah nyawa, mungkin berdampak juga pada penampilan, tapi itu hanya spekulasi kami karena game ini hanya hadir dalam mode first-person.

Techland harus diacungi jempol untuk usahanya mengambil jalur yang berbeda dengan konsep battle royale pada umumnya, sebagaimana mereka telah menggabungkan beberapa mekanika yang benar-benar berbeda untuk tentunya membedakan game ini dari yang lain. Seperti pada Hunt: Showdown, kami mendapatkan latar unik yang terasa masuk akal dan dibangun dengan sangat baik. Walaupun tema zombie menjamah kedua game ini, eksekusinya tetap berbeda. Sama halnya dengan shooter dari Crytek, Dying Light: Bad Blood sedang berada di sesi early access. Seperti yang diduga dari game yang rilis sebelum selesai produksi, masih terdapat banyak hal yang masih harus diperbaiki. Kurangnya polesan, sulitnya menemukan jejak musuh, dan banyak sendatan secara teknis seperti clipping, serta crash yang aneh. Singkatnya, masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan dalam hal ini.

Pertanyaannya adalah apakah game ini layak dimiliki dalam tahapan ini? Bad Blood dihargai Rp135.000 pada saat penulisan, yang hitungannya cukup layak jika mempertimbangkan semua aspek, tapi kami masih berpikir bahwa game ini seharusnya bisa menawarkan sesuatu yang lebih (terutama melihat terdapat microtransaction juga dalam game). Masih banyak hal yang harus diperbaiki dan dikelola. Kami juga berharap akan ada peta baru untuk dimainkan dan bahkan mungkin mode permainan yang berbeda untuk membuatnya semakin seru.

Walaupun begitu, kami tetap ingin menyaksikan sejauh apa Techland bisa dan akan membawa kita pada pengalaman standalone ini. Penekanan pada parkour first-person dan pembasmian zombie yang digabungkan dengan beberapa mekanika unik, membuatnya menjadi pengalaman yang berbeda. Pondasinya kuat, dan dengan perilisan konten pasca-peluncuran yang bagus ke depannya, Bad Blood seharusnya bisa sukses dan berumur panjang (mengingat perjalanan Techland, kami optimis). Fakta bahwa Bad Blood berani untuk bertahan di tengah maraknya game-game serupa PUBG dapat memberikannya kesempatan baik dalam jangka panjang.

Dying Light: Bad BloodDying Light: Bad BloodDying Light: Bad Blood