Gamereactor Close White
Log in member






Lupa password?
Saya bukan member, tapi saya ingin bergabung

Atau log in menggunakan akun Facebook
Gamereactor Indonesia
preview
Soul Calibur VI

Soul Calibur VI - Preview

Bisakah entri keenam dari seri ini mengembalikan Soul Calibur di posisi teratas?

  • Teks: Jonas Mäki
Facebook
TwitterReddit

Ketika kami bermain Soul Blade di PlayStation pada tahun 90-an, kami benar-benar terpincut dengan cerita dan tampilannya. Istana-istana hancur, ninja-ninja diserang, dewa-dewa muncul, dan itu hanyalah sebagian di sekuens pembuka. Bagi kami, pengalaman ini masih menjadi standar untuk franchise ini. Dua hal yang cocok untuk menggambarkan karakteristik Soul Calibur sebagai sebuah seri adalah pertarungan tanpa menggunakan tinju melainkan senjata dan bagaimana game ini sebenarnya memiliki cerita yang luar biasa.

Yang kami maksud dengan "cerita yang luar biasa" bukan berarti cerita yang ditulis dengan baik dan membuat kami duduk sepanjang hari bermain karena penasaran dengan akhir ceritanya. Soul Calibur tentunya adalah sebuah game fighting dan itu artinya setelah satu atau mungkin dua game selesai, kami tidak tahu lagi kenapa kami harus terus menerus bertemu dengan orang yang sama dan berkelahi lagi. Apa yang kami maksud sebenarnya adalah bahwa game ini memiliki alur cerita yang sangat buruk. Tapi untuk genre fighting, Soul Calibur adalah yang terbaik di kelasnya.

Mortal Kombat mulai menantang tren game fighting dengan dua game terbarunya. Namun di luar dua alternatif ini, tidak ada alasan untuk merekomendasikan game-game ini kepada mereka yang lebih sering bermain sendirian. Hal ini adalah yang kami pikirkan ketika kami mengunjungi kantor Bandai Namco di Stockholm baru-baru ini untuk mencoba Soul Calibur VI, yang berfokus pada permainan single-player.

Secara spesifik, seri Soul Calibur adalah yang paling banyak kami mainkan selama bertahun-tahun, sebagian karena fakta bahwa cukup sulit untuk menguasai game ini, tapi di saat yang bersamaan juga masih sangat mudah untuk dimainkan oleh pemula. Bersama dengan seri Tekken, game ini telah menjadi game yang mendefinisikan sebuah konsep "button mashers"; game di mana kamu harus menekan tombol berulang kali dengan cepat untuk membuat hal-hal keren terjadi dan di mana sebenarnya butuh latihan berjam-jam untuk bisa menghadapi serangan dan memberikan perlawanan dari seorang amatir yang beruntung.

Entri terakhir dalam seri ini, sayangnya, adalah sebuah game yang lebih lemah. Kami tidak terlalu banyak memainkannya seperti saat episode baru dari Soul Calibur rilis. Soul Calibur II, terutama di versi GameCube yang memiliki Link, yang masih menjadi sorotan kami. Tapi di pre-talk tentang Soul Calibur VI, sepertinya ini adalah langkah mundur dari gameplay-nya. Untuk memastikan hal ini, lebih banyak waktu yang dibutuhkan ketimbang hanya bermain di Bandai Namco dalam satu hari dengan versi yang terbatas, dan tampaknya kami berada di jalur yang benar.

Soul Calibur VI

Game ini meliputi dua single-player campaign. Satu dari jenis yang lebih tradisional di mana kamu bermain melalui kisah yang cukup dipaksakan dan melibatkan tindak kejahatan dari Cervantes dan tentunya senjata sihir yang dikenal sebagai Soul Edge. Hal yang agak unik adalah bahwa kali ini event-nya berlatar di waktu sekitar Soul Calibur yang pertama dan menawarkan sedikit perspektif yang berbeda dengan cerita yang sama. Namun, siapapun yang menyukai game fighting akan mengetahui bahwa Taki, Seong Mi-na, dan Voldo memiliki perjuangan yang lebih dari yang kami bayangkan pertama kali di game originalnya. Bagi kalian yang masih peduli tentang cerita tersebut, masih ada beberapa hal menarik lainnya untuk ditemukan.

Seperti yang sudah kami sebutkan sebelumnya, ceritanya sendiri bukan hal yang utama. Walaupun begitu, ceritanya tetap menyenangkan untuk dimainkan. Terdapat cerita utama dan beberapa cerita terpisah dengan perspektif yang berbeda dari semua petarungnya dalam satu narasi yang sama di mana Geralt hadir sebagai pengunjung, dan ia menghabiskan waktunya mengejar penyihir. Bagian-bagian ceritanya terdiri dari pertarungan dengan satu petarung atau lebih, dan di antaranya entah pertemuan dengan karakter biasa atau karakter buatanmu sendiri dengan built-in tools yang tersedia. Sebagai tambahan, aturan-aturan khusus dalam pertarungan akan memaksamu untuk membedakan gaya permainanmu seperti bagaimana kamu harus fokus untuk melempar musuh, melakukan kombo, atau berusaha untuk tetap berada di arena di tengah angin yang berbahaya. Pada dasarnya, game ini tidak mencoba untuk memperbaiki apa yang tidak rusak, tapi semuanya tetap terlihat menjanjikan.

Soul Calibur VISoul Calibur VI