Gamereactor Close White
Log in member






Lupa password?
Saya bukan member, tapi saya ingin bergabung

Atau log in menggunakan akun Facebook
Gamereactor Indonesia
preview
Spider-Man

Spider-Man

Kami mendapatkan kesempatan untuk memainkan Spider-Man selama dua jam. Bagaimana kesannya?

Facebook
TwitterReddit

Setelah sesi hands-on sekilas di E3, kami berangkat ke Berlin untuk meneliti lebih jauh petualangan terbaru dari Spider-Man ini. Pada kesempatan tersebut, kami menghabiskan dua jam pertama dari game eksklusif PS4 itu. Namun, dalam persiapan menuju ke sana, kami menyalakan kembali NIntendo GameCube lama kami dan bermain Spider-Man 2 sekali lagi. Menurut kami, ini adalah sebuah game lisensi terbaik yang pernah dibuat hingga kini. Sekarang, gamer hanya bisa menertawakan berbagai keanehan di game tersebut, tapi ia tetaplah menjadi titik referensi ketika orang melihat Peter Parker.

Di sini Peter sedang mencari panutan untuk belajar dan dicontoh, dan dalam misi-misinya, kami menolong orang-orang dan berurusan dengan masalah-masalah normal. Contohnya, dalam sebuah momen di lab, kami harus memecahkan beberapa mini-game sederhana. Lalu kami mengunjungi Bibi May yang menyajikan makanan di pusat tuna wisma. Tentunya, hubungan dengan Mary Jane juga penting, karena ia juga merupakan salah satu karakter yang bisa dimainkan. Di sebuah adegan awal, kami mengalami sebuah kilas balik pendek dari mata MJ, dengan aksi yang terjadi di ruang tertutup yang memberikan kami gameplay stealth dan bermain detektif-detektifan.

Spider-Man masih dimainkan mirip dengan apa yang kami ingat dari masa-masa GameCube, di mana kami menghajar penjahat, menghindari bahaya dengan spider sense, dan membantu NYPD menumpas kriminal dengan kekuatan super. Pertarungannya sendiri sangat mengingatkan kami akan seri Arkham, dengan kelebihan dan kekurangannya. Combo yang ada tereksekusi dengan mulus dan indah, yang terus berkembang seiring bertambahnya kekuatan dan gadget. Sebuah pertarungan bos di awal terasa menarik dan terarah dengan baik walaupun tanpa antarmuka yang ramai.

Spider-Man

Berbagai musuh dengan kelas-kelas berbeda menantang kami untuk menggunakan lingkungan dengan kreatif. Aksi yang cermat dan tepat juga akan mendapatkan imbalan yang setimpal. Di sebuah museum, kami harus benar-benar tak terdeteksi ketika kami menetralkan penjaga. Walaupun misi ini sangat linear, visi dan inspirasi Insomniac sangatlah jelas dan sejauh ini terlaksana dengan mulus.

Kamu juga akan melihat pemandangan penuh warna ketika berayun-ayun di Manhattan. New York karya Insomniac terdiri dari delapan distrik, yang masing-masing seharusnya memiliki visual dan interaksi berbeda. Meski begitu, sesinya terlalu pendek untuk mengetahui hal ini secara detail. Fan Marvel juga akan menemukan beberapa kejutan dengan hadirnya berbagai hal dari dunia komik seperti Stark Tower (dari Iron Man).

Spider-ManSpider-Man
Spider-Man
Spider-ManSpider-Man
Spider-ManSpider-ManSpider-Man