Cookie

Gamereactor menggunakan cookie untuk memastikan kami dapat memberikanmu pengalaman terbaik dalam menjelajahi situs kami. Jika kamu melanjutkan, kami menganggap bahwa kamu menyetujui kebijakan cookie kami.

Indonesia
Gamereactor
preview
Halo Infinite

Preview Terakhir Mode Campaign Halo Infinite

Sepertinya ini menandakan kembalinya kejayaan Master Chief.

HQ
HQ

Brutes sangatlah brutal, musuh terkejam yang pernah ada di dalam seri Halo. Kita akhirnya mendapatkan bukti jelasnya tahun lalu saat akhirnya diperlihatkan gameplay dari Halo Infinite setelah bertahun-tahun ditunggu. Ternyata tidak hanya Brute menyusahkan Master Chief, namun Craig the Brute juga menyebabkan ditundanya game ini hingga setahun.

Setelah bertahun-tahun pengembangan, janji, dan trailer memukau, namun menjadi kekecewaan bagi banyak developer dan fans. Namun menjadi awal dari suatu hal yang baru. Veteran Halo didatangkan untuk proses pengembangan, dan para tim secara transparan berkomunikasi dengan komunitas, membagikan pemikiran mereka dan menerima umpan balik. Sedikit demi sedikit, semakin menjanjikan, termasuk yang sebelumnya pencahayaan yang sangat buruk

Halo merupakan serial favorit saya, jadi perasaan saya cukup bercampur aduk saat memulai petualangan Infinite. Apakah akan menjadi kekecewaan terbesar atau dengan satu tahun penundaan akan memberikan potensi penuh dari kembalinya Master Chief? Saya akan mencoba untuk membuat preview ini bebas spoiler agar tidak merusak keseruan penjelajahan para pemain.

Dari pertama kali Master Chief hadir, rasanya seperti Halo akhirnya diarahkan oleh 343 Industries sebagaimana mestinya. Beberapa level awal berlangsung indoor dan memberikan kesempatan yang baik bagi kita untuk mengenali kontrol dan alat kait yang baru. Master Chief masih memiliki fitur sprint, yang terasa lebih lambat dan akan dihargai oleh para puritan Halo.

Level disiapkan secara menyenangkan dan menunjukkan bahwa video game ini tidak berfokus pada realisme namun pada permainan yang mudah dinikmati dan mudah dipahami. Sebagian besar permainan Master Chief banyak terdiam, namun begitu ia berbicara, Steve Downes memberikan performa terbaiknya bak superhero yang kita impikan.

Cerita mulai terbangun dalam beberapa jam pertama permainan, di mana kita harus mengunjungi Zeta Halo untuk beberapa alasan. Dunia cincin yang retak di mana Banished berencana untuk mengancam seluruh dunia. Kita telah bertemu Banished sebelumnya di Halo Wars 2, dan jika kamu telah memainkannya, maka kamu tahu betapa kejam psikopat yang kita hadapi. Menjadi alasan yang tepat juga untuk menghadapi musuh Covenant lagi, yang berarti kita akan menghadapi kembali Elites hingga Jackals, dan tentunya Grunts. Selain Brutes dan beberapa pendatang baru. Dan semuanya dinilai positif karena saya sendiri bukanlah penggemar dari Prometheans di Halo 4 dan 5.

Halo Infinite

Begitu saya mendarat di Zeta Halo, saya langsung menggigil hingga ke tulang. Desain dan grafis kelas atas, apalagi suaranya. Rasa dari mengunjungi cincin baru tidak pernah sekuat ini semenjak pertama kali menjejakkan kaki dalam Halo: Combat Evolved. Sebuah dunia yang hidup dan bernafas dan terlihat jelas betapa luasnya eksplorasi yang bisa dilakukan begitu semuanya telah siap. Kenyataannya, banyak wilayah penuh prajurit Banished yang harus dibasmi sehingga pasokan dan kebutuhan lainnya dapat mendarat dengan aman saat dibutuhkan.

Melalui peta dapat dilihat bahwa terdapat beberapa lokasi lain di sekitar kita. Termasuk Marines yang perlu diselamatkan, markas Banished yang harus dihancurkan, dan tentunya kerumunan bos. Ada pula misi cerita dan lainnya. Saya menghabiskan berjam-jam lamanya untuk menjelajah pegunungan, kepingan kapal yang dipenuhi harta karun, dan hal aneh lainnya.

Sensasi penuh penjelajahan saat pertama kali mendapatkan ring Halo itu kembali lagi. Rasa penasaran akan apa yang tersembunyi di dunia ini, namun kini kita bisa menyelamatkan Marines sesuai dengan urutan yang kita inginkan, tidak lagi diatur dari sananya. Berkat SSD, terdapat fitur Fast Travel yang sangat berguna membawamu antar lokasi di dunia game hanya dalam beberapa detik, namun dalam Halo Infinite penggunaan kendaraan seperti lebih menarik sehingga saya lebih sering memilih untuk berkendara keliling.

Dalam judul sebelumnya, terdapat level Warthog, level Ghost, dan level Banshee yang berbeda. Kini saya menggunakan Warthog untuk berkendara keliling dunia raksasa ini. Kendaraan tidak lagi hanya menambahkan keseruan bermain namun juga transportasi yang lebih mulus dan melihat dunia lebih jelas dibanding menggunakan Fast Travel. Namun begitu, 343 Industries memilih untuk tidak menyebut Halo Infinite sebagai game open-world. Dalam sesi tanya jawab yang saya ikuti, dijelaskan bahwa memang ada asosiasi tertentu, dan Halo tetaplah Halo meski kini petualangan bisa kita tentukan sendiri.

Sepertinya memang ini yang ditujukan oleh 343 Industries. Banyak sekali cara untuk memecahkan masalah dan teka-teki dalam Halo Infinite, namun semuanya terasa seperti hal mendasar di Halo dan tidak ada yang salah. Sehingga strategi, senjata, dan peralatan se,uamya dapat digunakan meski ada yang lebih baik dan lebih buruk. Serta, tujuan permainan di sini agar bisa dinikmati. Baik beraksi dengan melakukan lompatan maniak menggunakan Warthog, mengendap-endap, mencari jalan rahasia, atau menghancurkan gerbang utama dengan pelontar roket SP4NKR - sebuah hiburan Halo yang mengesankan.

Kebebasan memilih juga tersedia luas karena kini Master Chief bisa kita modifikasi. Alat kait bisa ditingkatkan beserta beberapa fitur lain, memberikan strategi dan kedalaman ekstra. Sejauh ini, semua hal yang saya coba sangatlah memuaskan, namun dari daftar yang ada sepertinya masih banyak lagi yang dihadirkan, dan bagaimana nantinya dapat kita tunggu saja.

Jika tidak tertarik untuk melakukan side quest dan modifikasi Master Chief yang bukan sebuah keharusan. Kita selalu bisa melanjutkan misi berikutnya dalam alur cerita. Berkelanjutan dengan mulus tanpa adanya interupsi selain cuplikan adegan. Misi terakhir yang saya lakukan berlangsung di dalam menara besar yang terlihat di cakrawala pada awal permulaan petualangan. Tentunya di sana terdapat pertarungan bos besar-besaran beserta materi cerita yang penting.

Kami akan kembali lagi dengan ulasan kami mengenai Halo Infinite mendekati hari peluncuran. Namun sejauh ini sangatlah menjanjikan. Jauh lebih besar dari seri sebelumnya dengan tetap kohesif dan selalu jelas apa yang harus dilakukan selanjutnya. Dari apa yang terdengar, soundtrack masih belum bisa mengalahkan original score Halo oleh Martin O'Donnell, namun memang itu sulit untuk ditandingi. Serta bagaimana alur cerita berlanjut masih menjadi misteri untuk diungkap.

Untuk sekarang saya merasa puas dan gembira. Lega karena 343 Industries sepertinya telah menghadirkan Halo terbaik mereka, dan gembira, tidak sabar untuk menguak lebih banyak rahasia dari dunia Zeta Halo yang mengagumkan.

Halo InfiniteHalo Infinite
Halo Infinite

Teks terkait



Loading next content