Cookie

Gamereactor menggunakan cookie untuk memastikan kami dapat memberikanmu pengalaman terbaik dalam menjelajahi situs kami. Jika kamu melanjutkan, kami menganggap bahwa kamu menyetujui kebijakan cookie kami.

Indonesia
preview
Outriders

Outriders: Mencoba Langsung bersama Trickster & Pyromancer

Kami berkesempatan untuk mencoba dua dari tiga kelas yang akan hadir di third-person shooter ini.

Kamu sedang menonton

Preview 10s
Next 10s
Iklan

Amnesia telah menjadi plot device sejak dahulu kala dan mungkin kita setidaknya pernah sekali memainkan seorang protagonis yang mengalami hilang ingatan dan mencoba menyusun kembali kejadian yang telah terjadi. Ini adalah sebuah cara yang hebat untuk memastikan bahwa pemain dan karakternya berada di posisi yang sama, dengan pemahaman mereka terkuak bersama seiring cerita. Di Outriders, amnesia telah digantikan oleh cryosleep (mirip dengan plot dari The Outer Worlds), dengan karaktermu yang dibekukan selama bertahun-tahun sebelum bangun di dunia alien aneh yang terdampak konfilk.

Dan dengan begitu dimulailah petualanganmu di Outriders, petualangan sci-fi third-person baru dari People Can Fly, studio yang menyajikan kita Bulletstorm dan kini sedang membangun sebuah shooter yang ingin menyaingi game seperti Destiny dan Warframe dengan persenjataan dan kekuatan spesial futuristis. Meski begitu, bangun tanpa tahu apa-apa bukanlah bagaimana kami memulai demo gameplay, jadi kami sebaiknya memberitahumu lebih banyak tentang apa yang kami mainkan.

Sebelum kami menggenggam controller untuk demo jarak jauh ini - sebuah kejadian yang semakin sering terjadi di masa-masa isolasi mandiri ini - kami diminta memilih salah satu dari dua kelas yang ingin dicoba. Pilihan pertama kami adalah mencoba Pyromancer (terlalu banyak waktu dihabiskan sebagai Gunslinger di Destiny, mungkin) meskipun kami pada akhirnya memainkan kelas Trickster terlebih dahulu sebelum mencobanya. Ternyata ini adalah sebuah keputusan yang buruk.

Sang Trickster, seperti namanya, memiliki beberapa kemampuan aneh. Berdasarkan latar belakang ceritanya, planet Enoch memiliki anomali yang aneh. Hal itu memberikan kekuatan bagi para penghuninya, termasuk Outrider penuh trik kita yang satu ini, yang bisa memperlambat waktu dan dengan lebih mudah menembaki musuh dari jarak jauh. Ini adalah trik yang keren, tentunya, tetapi kelas ini memiliki kerumitan lebih tinggi daripada kelas lain dan berkat kosongnya pengalaman kami bermain game ini, maka kami pun cukup kesulitan melalui paruh pertama demo.

Outriders

Babak kedua dari demo jauh lebih sederhana. Bermain melalui bagian yang sama dari game membantu kami, begitu juga dengan mulai terbiasanya kami dengan kontrolnya. Akan tetapi, perlu diakui juga bahwa Pyromancer adalah kelas yang lebih mudah digunakan dengan kekuatan berelemen api yang mendukung senjata pilihan kami. Bahkan, kami tidak menukar senapan utama Pyro dengan yang kami temukan di peti loot karena senjata awal ini begitu berguna; ketika musuh mati, sejumlah nyawa mereka ditransfer ke kami. Mantap sekali.

Permainan ini mendorong kami melalui sejumlah pengaturan di mana kami beralih antara pertarungan jarak dekat dan jarak menengah menggunakan senjata api. Menembak dari jauh tidak begitu bisa dilakukan karena daya pandang yang buruk, meski sulit untuk mengatakan apakah ini karena dibutuhkannya pengoptimalan lebih jauh di dalam game atau perangkat lunak streaming yang kurang maksimal. Bagaimanapun, kami sudah mendapatkan gambaran bagus tentang apa yang seharusnya kami lakukan dan pertarungan jarak jauh memang bukan tujuan dari game ini.

Kembali ke demo dua kelas ini: kedua karakter sudah naik beberapa level sehingga kami sudah memiliki poin yang dapat dihabiskan di skill tree. Kami mengambil bonus pasif untuk damage dan ketahanan dalam berbagai bentuk. Lalu, seperti yang bisa kamu lihat di MMO atau sejenisnya, kamu harus memilih kekuatan yang ingin kamu gunakan dan memasukkannya ke dalam tiga slot (kalau di controller Xbox mereka ada di LB, RB, dan LB+RB), dan di sinilah Outider mulai bersinar. Kesan pertama game ini adalah sebuah third-person cover shooter, tidak banyak yang bisa dijelaskan, tetapi game dari People Can Fly ini mulai terlihat identitasnya ketika kamu mulai menggabungkan permainan tembak-tembakan tradisional dengan serangan-serangan unik dari game ini.

Outriders

Kemampuan-kemampuan ini hadir dalam berbagai bentuk, tetapi masing-masing sesuai dengan tema kelasnya. Pyro, misalnya, dapat mengirim gelombang api ke musuh, sementara salah satu serangan Trickster adalah pisau lempar yang kamu lempar ke musuh dan dapat memperlambat musuh dan mengurangi nyawa mereka. Apa yang kami rasakan, terutama ketika bermain sebagai Trickster, adalah pertarungan di Outrider itu taktis. Kamu tidak bisa semudah itu berlari dan membenamkan peluru ke musuhmu; kamu harus menemukan posisi yang bagus, kamu harus memiliki bidikan tajam, dan kamu mesti terus menggunakan kekuatan, yang semuanya memiliki waktu cooldown dan memerlukan penggunaan hati-hati.

Demo kami berisi sejumlah pertarungan dengan sekelompok musuh, masing-masing dipimpin oleh seorang unit berat atau kapten. Selazimnya, mereka perlu diserang lebih banyak hingga kalah, dan mereka juga memiliki kekuatan untuk menyembuhkan diri di tengah-tengah pertarungan. Maka dari itu, penting untuk mencari keseimbangan antara serangan hati-hati dari balik perlindungan dan menyerang secara frontal untuk mengikis health bar pertama dan kedua mereka. Beberapa dari pertarungan ini secara mengejutkan tangguh (terutama pada giliran kami menggunakan Trickster) tetapi pada akhirnya kami cukup nyaman dengan mekanika dan kemampuan kami sehingga kami dapat mencapai akhir demo, yang berakhir dengan sebuah cutscene yang tidak menahan diri.

OutridersOutriders

Warna dari narasi dan penyajiannya mengarah kepada game dengan nada yang serius, dan ini mungkin area di mana Outriders paling rentan. Ada risiko seluruh proyek ini dianggap terlalu umum karena ia mengikuti jalur yang sama dengan Destiny dengan anomali misterius yang memberikan kekuatan spesial, sebagai contohnya. People Can Fly memiliki tugas berat jika mereka ingin meyakinkan orang bahwa game baru mereka ini memiliki karakter yang cukup untuk berdiri sendiri di sub-genre kompetitif ini. Kami menyukai latar aliennya, dan premisnya lebih menarik daripada sebuah kisah amnesia, di mana pemain bangun dari tidur panjang dan menemukan diri berada di tengah-tengah neraka dunia, bertahun-tahun setelah tidur. Kami benar-benar tertarik.

Tapi apakah ini cukup? Outriders akan mendarat di PC, PS4, PS5, Xbox One, Xbox Series X tahun ini. Ia mendarat di waktu yang bagus untuk meluncurkan IP baru, dengan pemilik konsol baru yang pastinya akan mencari game baru dan orisinal di perangkat keras bertenaga mereka. Itu saja seharusnya sudah membuat orang tertarik, tetapi jika Outriders ingin membuktikan bahwa ia lebih dari sekadar game peluncuran konsol yang menarik dan menancapkan kuku mereka sebagai sebuah franchise, kita harus melihat bagaimana kisahnya bergulir dan mencoba semua empat kelas yang tersedia serta berbagai senjatanya. Potensinya berada di titik yang menggiurkan antara kekuatan narasi dan permainan tembak-menembak sistemik. Jika People Can Fly bisa mendapatkan keseimbangan yang tepat di sini, maka Outriders dapat menjadi game yang luar biasa.

Kamu sedang menonton

Preview 10s
Next 10s
Iklan

Teks terkait



Loading next content