Cookie

Gamereactor menggunakan cookie untuk memastikan kami dapat memberikanmu pengalaman terbaik dalam menjelajahi situs kami. Jika kamu melanjutkan, kami menganggap bahwa kamu menyetujui kebijakan cookie kami.

Indonesia
Halaman depan
preview
Oninaki

Oninaki - Impresi Demo

Kami mencoba petualangan baru yang akan hadir dari Tokyo RPG Factory sebelum rilis dari demo yang baru.

Kamu sedang menonton

Preview 10s
Next 10s
Iklan

Ketika kami berjalan-jalan di kantor Square Enix London, hal pertama yang kami perhatikan adalah sebuah Chocobo raksasa. Di sana dia berdiri bersama bayinya, dan dari tempat ini, kami tahu bahwa kami berada di tempat yang tepat. Tidak lama setelah itu, kami diajak ke sebuah ruangan untuk melihat game baru dari Tokyo RPG Factory, Oninaki.

Sementara banyak fans RPG akan menantikan Final Fantasy VII: Remake yang akan mendarat tahun depan, apa yang kami lihat dari game baru ini cukup menjanjikan dan mungkin bisa meringankan beban penantian tersebut. Oninaki berbenah untuk menjadi sebuah RPG yang dalam dan penuh emosi (di mana di sebuah bagian dari demo tersebut kami hampir menitikkan air mata).

Kami tidak akan membocorkan narasinya untukmu. Tetapi kami bisa mengatakan bahwa ini adalah sebuah cerita yang akan menyentuh hatimu. Apa yang bisa kami katakan adalah, pada saat kamu membaca artikel ini, demo sama yang telah kami coba ini akan tersedia di PS Store. Jadi sementara kamu menunggunya untuk selesai didownload, kamu bisa membaca impresi pertama kami terlebih dahulu di sini.

Lebih jelas lagi, demo tersebut hadir dalam dua bagian: sebuah mode battle dan story. Kami sarankan untuk mencoba keduanya supaya kamu memiliki gambaran mengenai apa yang akan datang ketika game ini mengisi rak-rak di toko bulan depan, yaitu pada tanggal 22 Agustus.

Protagonis dalam game ini adalah seorang laki-laki pemarah yang bernama Kigachi, seorang 'watcher'. Para Watcher bisa berinteraksi dengan roh-roh dari orang mati yang tersesat, orang-orang yang gagal menyeberang dan karenanya belum bereinkarnasi. Kami tidak akan membahasnya lebih dalam berkenaan ceritanya, tetapi kamu bisa menduga dari kata-kata seperti 'souls', 'dead', dan 'reincarnated', bahwa Oninaki mencoba menawarkan sebuah pengalaman narasi yang lebih dalam untuk dimasuki pemain.

OninakiOninaki

Para watchers memiliki kekuatan untuk menyeberangi 'dunia orang hidup' ke 'dunia berikutnya', di mana semuanya sedikit lebih berbahaya. Ada monster-monster di kedua dunia itu, tetapi di dunia berikutnya semua hit adalah sebuah critical hit. Ada alur berbeda yang terbuka dari kedua dunia itu, jadi sangat penting untukmu terus menyeberang. Kami menyukai perasaan ketika menyeberangi dimensi, karena perubahan kecil itu berarti sebuah pengalaman yang sangat berbeda dan menambah elemen perenungan ke dalam game.

jika kamu baru saja bermain melewati demo ceritanya, kamu mungkin memaklumi jika pertempurannya sedikit terbatas, tetapi untungnya mode battle memberimu pengalaman yang lebih utuh, yang hanya terdiri dari sebuah level yang bisa kamu jelajahi. Kagachi sendiri hanya memiliki sebuah serangan yang sesungguhnya, tetapi dia didampingi oleh sampai empat daemon, yang masing-masing memiliki serangannya sendiri (daemon-daemon tersebut adalah roh-roh tersesat yang gagal untuk menyebrang). Level mereka bisa ditingkatkan dan cerita latar mereka bisa dibuka ketika kamu bermain.

Sepanjang demo story, hanya dua dari daemon-daemon tersebut yang tersedia, dan mereka hanya memiliki beberapa gerakan. Baru ketika kami melompat ke mode battle kami melihat apa yang benar-benar bisa mereka lakukan. Kami bisa memanggil sampai empat daemon yang telah diupgrade, dan kami memainkan mereka dengan gerakan-gerakan spesial dan serangan-serangan yang berbeda, atau rasa takut akan terbatasnya pertempuran yang kami rasakan. Pendeknya, bagian yang penuh aksi dari game ini terlihat berpadu dengan baik dengan narasinya, dan walaupun pada awalnya kami berharap bahwa game ini adalah sebuah turn-based, apa yang kami mainkan ternyata cukup memuaskan.

OninakiOninakiOninaki
Oninaki

Game role-playing yang dimotori oleh emosi ini memiliki potensi untuk menyuguhkan sebuah cerita yang dalam dan menyentuh, dan berdasarkan apa yang telah kami lihat sejauh ini, sepertinya game ini juga akan memberikan banyak kesenangan. Hal lainnya yang kami sadari selama menghabiskan waktu dengan game ini adalah grafik dan musik yang ditawarkan oleh game ini (Oninaki memiliki sebuah gaya anime dengan tekstur hebat dan kaya akan warna).

Game ini juga menawarkan gaya visual klasik, di mana seluruhnya berjalan dalam perspektif top-down. Ketika kamu berkeliling di kota dan berbicara pada orang-orang, atau bepergian dengan cepat ke area-area untuk mendobrak jalan yang dipenuhi monster-monster, kamu akan melihat sebuah dunia yang dalam dan memiliki gaya yang kaya. Akhirnya, musik dalam game ini sangat sesuai dengan gaya visual dari dunianya, dengan irama-irama moody dan penuh nuansa.

Game penuhnya akan menawarkan mode-mode story dan battle yang telah disebutkan sebelumnya, dan berdasarkan apa yang telah kami lewati dalam game sejauh ini, kami semakin tertarik dengan kemungkinan untuk memainkannya lebih banyak, dan itu selalu merupakan sebuah pertanda baik. Oninaki sedang menuju ke PC, PS4, dan Switch pada tanggal 22 Agustus, dan berdasarkan demo yang telah kami rasakan, itu adalah sebuah game yang benar-benar layak dinantikan.

Kamu sedang menonton

Preview 10s
Next 10s
Iklan

Teks terkait

OninakiScore

Oninaki

REVIEW. Ditulis oleh Ingar Takanobu Hauge

Tokyo RPG Factory telah menghadirkan game ketiga mereka dalam tiga tahun, apakah ini lebih baik daripada karya mereka sebelumnya?

Oninaki - Impresi Demo

Oninaki - Impresi Demo

PREVIEW. Ditulis oleh Roy Woodhouse

Kami mencoba petualangan baru yang akan hadir dari Tokyo RPG Factory sebelum rilis dari demo yang baru.



Loading next content