Cookie

Gamereactor menggunakan cookie untuk memastikan kami dapat memberikanmu pengalaman terbaik dalam menjelajahi situs kami. Jika kamu melanjutkan, kami menganggap bahwa kamu menyetujui kebijakan cookie kami.

Indonesia
Halaman depan
artikel

Nintendo Switch Lite - Review Hardware

Nintendo Switch Lite telah hadir secara resmi, dan kami telah menikmati versi yang lebih sederhana dan terjangkau dari Nintendo.

Rumor mengenai dua model Nintendo Switch, konsol hybrid dari perusahaan Jepang tersebut dipublikasikan untuk pertama kalinya di bulan Maret 2017, telah menyebar di internet selama berbulan-bulan. Melalui beberapa informasi dari dalam, dan juga dari beberapa asumsi berdasarkan tren pasar pada saat ini yang berada pada pertengahan siklus platform gaming manapun, produsen tersebut menghasilkan sebuah model yang lebih kuat, dan dengan performa yang lebih baik, atau sebaliknya, sebuah model yang lebih minimalis (setidaknya dalam ukurannya) dan model yang lebih ringan (bahkan telah ada kabar tentang kemungkinan bahwa Nintendo telah menyiapkan dua versi baru Switch untuk ditawarkan kepada pemain mereka). Dalam sebuah langkah yang cukup bisa ditebak, pada awal musim panas ini, perusahaan yang berbasis di Kyoto ini mengumumkan Switch Lite, sebuah versi yang lebih kecil dan ringkas dari perangkat yang dirilis hanya beberapa tahun yang lalu, dan secara spesifik didesain untuk berjalan dalam mode portable.

Ya, karena tidak seperti kakaknya (yang membuat berbagai kemampuan antara konsol rumahan dan platform portable sebagai nilai tambah terbesarnya), Lite adalah sebuah produk yang ingin membuat fleksibilitas sebagai daya jual utamanya, mengincar audiens yang, tidak akan membeli Switch versi standar. Kami mengunjungi kantor Nintendo di Italia minggu ini dan sempat mencoba salah satu perangkat baru yang peluncurannya direncanakan pada hari Jum'at, tanggal 20 ini. Dan setelah menghabiskan waktu satu jam dengannya, sepertinya mustahil untuk tidak merasakan potensinya. Ya, karena Lite bukanlah versi tidak lengkap dari platform originalnya,tetapi merupakan sebuah produk yang benar-benar berbeda dan tidak ditujukan untuk mengganti Switch yang masih tetap ada, akan tetapi, versi premium yang ditawarkan oleh Nintendo (tetapi mungkin ingin lebih menarik bagi mereka yang merindukan 3DS dan tidak ingin berhenti memainkan game-game sama yang didesain untuk versi hybrid utamanya).

Nintendo Switch Lite - Review Hardware

Hal pertama yang muncul di benak kami setelah memegang perangkat Nintendo yang baru itu adalah ringkas, sementara yang kedua adalah ringan seperti bulu. Dibandingkan dengan model Switch standar, Lite ternyata terasa lebih nyaman berkat dimensinya yang telah dikurangi secara signifikan (lebarnya 20,8 senti dan tingginya 9,14 centi), tetapi apa yang menjadi perbedaan ketika dalam sesi bermain yang lebih lama, sampai pada tidak adanya masalah dengan jari-jari kami yang "kecil", tanpa mendatangkan resiko sedikit rasa sakit pada jari-jari seperti apa yang terjadi hari ini pada kami dengan model originalnya. Walaupun ketebalan konsolnya sama, beratnya hanya 277 gram (dibandingkan dengan 399 gram pada Switch versi normal), dipadukan dengan bentuknya yang membundar sempurna, membuat pengguna bisa menggenggam perangkat ini dengan genggaman yang lebih mantap dan nyaman di tangan. Diintegrasikannya Joy-Con pada bodinya yang berwarna (dimana ada tiga warna yang berbeda seperti kuning, abu-abu, dan turquoise) terlihat elegan dan lebih baik, yang sangat serasi dengan layarnya, yang walaupun lebih kecil dibandingkan dengan Switch klasik (5,5 berbanding 6,2 pada versi sebelumnya), layarnya lebih terang.

Dan untuk kontrolnya, ada perbedaan kecil dibandingkan dengan Nintendo Switch standar, yang mungkin lebih mirip dengan Nintendo 3DS daripada d-pad. Karena Joy-Con tidak lagi bisa dilepas dari konsolnya, dan karenanya tidak bisa digunakan sebagai kontroler mini tersendiri, Joy-Con kiri tidak perlu lagi ditambahkan tombol Y, X, B, dan A, dan hasilnya, Nintendo telah mempergunakan kembali control yang sangat disukai itu. Dalam hal ini, pada sesi hands-on kami, kami bisa juga mencoba beberapa game Nintendo sendiri, termasuk Super Mario : Odyssey, Mario Kart 8, dan Super Mario: Maker 2. Seperti telah dikonfirmasi dalam peluncurannya, konsol baru ini benar-benar kompatibel dengan semua game yang dikeluarkan untuk perangkat utamanya, jadi dari sudut pandang ini tidak ada perbedaan diantara keduanya.

Satu-satunya hal yang membuat kami terkejut adalah pengalaman yang agak aneh ketika kami bermain Super Mario: Odyssey, bahkan, mungkin kamu ingat, ketika game ini dimulai, sebuah layar muncul yang menyarankan pemain untuk menggunakan Joy-Con yang terpisah dari perangkatnya, karena mode ini menawarkan pengalaman yang jauh lebih natural dan optimal, terutama ketika kamu menggunakan Cappy (walaupun kamu masih bisa memainkannya dengan Joy-Con yang masih terpasang pada konsol, ketika dalam mode portabel). Dan layar ini muncul dalam beberapa kesempatan terutama dalam tutorial game, begitu kamu menggunakan pendamping berbentuk topi yang lucu, masih di sana, bahkan jika kamu bermain dalam Lite, dimana Joy-con sekarang terintegrasi dengan konsol. Ya ampun, itu terasa aneh, dan kami yakin di masa yang akan datang Nintendo akan merilis sebuah patch untuk menghindari kejadian serupa dalam game-game lainnya. Tetapi kami tidak bisa menyembunyikan bahwa kami merasa terkejut dengan hal kecil yang kami lihat datang dari sebuah perusahaan yang sangat hati-hati seperti perusahaan yang berbasis di Kyoto ini.

Nintendo Switch Lite - Review Hardware

Di luar hal tersebut, game ini berjalan sama seperti pada Nintendo Switch, dan bahkan dengan layar yang sedikit lebih kecil, bermain dalam keduanya benar-benar hamper sama dan gambar di layarnya juga tajam. Ada sebuah pertanyaan yang sedikit lebih penting, sebuah pertanyaan yang banyak di antara kalian akan tanyakan kepada diri sendiri, apakah mungkin bermain dengan dua pemain (atau lebih) dalam sebuah Switch Lite, walaupun dengan Joy-Con yang terintegrasi? Berita baiknya, jawabannya adalah ya, kamu bisa melakukannya, tetapi kamu perlu menghubungkan dua buah Joy-Con ekstra (atau lebih) pada konsolnya. Akan tetapi, bahkan setelah terhubung pada konsolnya, masih ada permasalahan yang tersisa; Switch Lite tidak memiliki dudukan belakang seperti model original, dan karenanya tidak mungkin untuk menggunakannya dalam mode table seperti yang biasa kita lakukan dengan versi standar.

Permasalahan ini sangat penting untuk kita memahami audiens seperti apa yang ingin dijangkau oleh Nintendo dengan konsol ini, yang sangat berbeda dengan mereka yang akan membeli Stitch normal. Mereka biasanya adalah para pemain yang ingin menikmati pengalaman-pengalaman Nintendo di rumah, dengan kepraktisan dan fungsi dari platform portable secara eksklusif. Mungkin ada perdebatan bahwa memang itulah konsep dibalik perangkat yang dirilis pada tahun 2017 itu, tetapi di sini diskusinya menjadi lebih kuat, Lite jelas ingin menutupi kekurangan yang ada pada 3DS (yang mungkin akan segera pensiun setelah peluncuran konsol ini), tetapi menawarkan kualitas grafik dan kekuatan yang sama dengan sebuah konsol rumahan, dengan berat dan kenyamanan yang jauh lebih baik, lebih mirip dengan perangkat-perangkat portabel Nintendo sebelumnya.

Nintendo Switch Lite - Review HardwareNintendo Switch Lite - Review Hardware

Terlebih lagi, nilai tambah lainnya diberikan oleh harga yang lebih rendah pada Switch Lite (219.99 euro, atau sekitar Rp3,400,000), yang membuatnya lebih ringan bahkan untuk dompet, mungkin bagi para orang tua yang ingin berinvestasi pada sebuah konsol game bagi anak-anak mereka (yang lebih ringan dan nyaman), tanpa membuat mereka terus berada di depan televisi. Lebih jauh lagi, masih mungkin bisa untuk terus bermain bukan hanya secara online (berlangganan pada sebuah layanan Nintendo Switch Online), tetapi juga secara lokal dengan menghubungkan dua atau lebih konsol bersama-sama.pada tes yang kami lakukan, kami menghubungkan berbagai platform untuk memainkan Mario Kart 8, dan kualitasnya tetap tidak berubah dibandingkan dengan apa yang kami lihat di Switch.

Apakah Switch Lite mengirimkan Switch ke masa pensiunnya? Tentu saja tidak. Apakah Lite membuat 3DS segera pensiun. Tentu saja iya. Dengan kurangnya input dan kabel HDMI, dan juga dock-station yang memadai, jelas bahwa maksud dibalik Stitch Lite adalah untuk menjangkau para audiens yang menginginkan game mobile sangat baik dalam salah satu prioritasnya, dan dari apa yang telah kami coba, kami harus akui bahwa dia melakukannya dengan cara yang sangat hebat. Walaupun dengan beberapa keraguan di awal, semuanya diselesaikan dengan baik oleh Nintendo. Kami tidak menyangkal bahwa kami terkesan dengan versi mini dari Switch ini, karena dia memiliki semua kekuatan dari versi tertinggi, tetapi lebih praktis dan dengan kenyamanan yang juga lebih. Sementara untuk peluncurannya, Nintendo Switch Lite akan tersedia mulai tanggal 20 September, Jum'at ini, dengan harga 219,99 euro atau sekitar Rp3,400,000. Sebagai tambahan dari ketiga warna yang telah disebutkan, mulai tanggal 8 November, platform ini juga akan tersedia dalam Nintendo Switch Lite special edition Zacian & Zamazenta, dengan tombol-tombol cyan dan magenta yang elegan, dan ilustrasi dari dua Pokémon legendary yang baru, Pokémon Sword dan Pokémon Shield.

Nintendo Switch Lite - Review Hardware


Loading next content