Cookie

Gamereactor menggunakan cookie untuk memastikan kami dapat memberikanmu pengalaman terbaik dalam menjelajahi situs kami. Jika kamu melanjutkan, kami menganggap bahwa kamu menyetujui kebijakan cookie kami.

Indonesia
Halaman depan
artikel
The Elder Scrolls IV: Oblivion

Momen Penting di Dunia Game - The Elder Scrolls IV: Oblivion

Sembari menunggu The Elder Scrolls Vi, mari kita melihat kembali sebuah game ambisius yang telah menghabiskan begitu banyak waktu kami.

Kamu sedang menonton

Preview 10s
Next 10s
Iklan

Game-game The Elder Scrolls terkenal dengan perilisannya yang saling berjauhan. The Elder Scrolls V: Skyrim dirilis pada tahun 2011 lalu (dan dirilis ke setiap platform yang ada sejak itu), dan selain sebuah pengumuman yang sangat ambigu di E3 2018, Elder Scrolls VI belum terlihat akan hadir dalam waktu dekat. Namun, sebelum Skyrim, ada Oblivion yang hadir pada 2006, sebuah game yang penuh ambisi dan pesona, meski beberapa fiturnya kini sudah ketinggalan zaman.

Membuat Oblivion bukanlah sebuah tugas yang mudah bagi Bethesda, karena pendahulunya - Morrowind - merupakan RPG yang disambut baik oleh kritikus dan dipuja oleh banyak pemain. Itulah kenapa taruhannya harus dinaikkan dan Bethesda meningkatkan beberapa area di iterasi ini, yaitu merilisnya di konsol generasi berikutnya setelah Morrowind.

AI adalah salah satu area yang ditingkatkan. Meski tetap menghadirkan momen-momen memeable, namun sistem Radiant AI mampu menghadirkan pengalaman yang lebih dalam. Para NPC dapat berjalan-jalan dan berbicara dengan satu sama lain, memiliki konflik mereka sendiri, menyebabkan dunianya terasa lebih hidup. Kamu adalah bagian dari dunia yang hidup dan bernapas, yang berubah tergantung siang/malam - dan yang lebih penting - aksimu.

The Elder Scrolls IV: Oblivion

Berbicara tentang dunianya, Oblivion memiliki dunia yang menyenangkan untuk dijelajahi. Banyak orang membicarakan tentang seberapa berkenangnya ketika kamu pertama kali keluar dari gorong-gorong (bagian tutorial ketika kamu bertemu Uriel Septim yang diperankan oleh Patrick Stewart) dan mendapati dunia besar untuk dijelajahi, yang saat itu tampak tak terbatas. Kamu bisa berjalan dan bertemu dengan makhluk terbesar jika kamu mau, atau langsung menuju Imperial City untuk melihat kesibukannya. Pilihan sepenuhnya ada padamu, dan itu terasa sangat luar biasa.

Jarak pandang yang ditingkatkan juga membantu hal ini, karena kamu benar-benar bisa merasakan rasa dari skala yang ada di game ini ketika kamu menuju suatu titik nun jauh di cakrawala sana. Semua yang bisa kamu lihat, bisa pula kamu jelajahi, dan bila dibandingkan dengan Skyrim setelahnya, terdapat lebih banyak warna terang dan hidup sepanjang dunia Oblivion. Penjara, gua, reruntuhan, dan lainnya menunggu mereka yang mencari jalan tak terjamah, tetapi terdapat pula bahaya bagi mereka yang berani untuk mencari harta di Cyrodiil yang sulit dipahami.

Pada dasarnya, banyak hal yang bisa kamu lakukan di Oblivion, dan sebagai sebuah RPG itu tentu adalah sesuatu yang bagus. Mereka yang menjelajahi area-area secara acara bisa menemukan banyak hal. Terdapat pula banyak quest di alur cerita utama (menghadirkan aktor seperti Sean Bean) dan seterusnya, apakah itu sebagus quest tunggal seperti Through A Nightmare, Darkly hingga serangkaian quest seperti Mages Guild, Dark Brotherhood, dan Thieves Guild.

Menyelesaikan mereka akan membentuk karaktermu dan terdapat banyak cara lain untuk memainkan peran. Armor, senjata, dan peralatan lainnya tersebar di dunia untuk kamu temukan, ambil, atau curi. Melakukan tugas akan meningkatkan level skill di area tertentu. Seiring kamu bermain, kemampuanmu akan meningkat secara organik, memungkinkan kamu untuk melakukan aksi dengan tingkat lebih tinggi dan menjadi pahlawan yang kamu idam-idamkan.

The Elder Scrolls IV: Oblivion

Pertarungan tak selalu perlu di Oblivion, karena terdapat jalan lain seperti persuasi yang bisa kamu coba. Namun, dalam bertarung pun kamu memiliki banyak cara. Mereka yang ingin pendekatan senyap dapat menggunakan armor ringan dan pisau/panah, tetapi bagi mereka yang ingin lebih berisik bisa menggunakan armor berat dan senjata-senjata seperti mace dan warhammer. Tak hanya terbatas itu saja, karena kamu bisa menukar-nukar sesuai dengan gaya yang kamu inginkan.

Tentunya, kamu bisa meningkatkan kemampuan senjata dan peralatanmu dengan enchanting. Untuk melakukannya kamu memerlukan sigil stones. Artefak kuat ini bisa ditemukan di sisi lain dari Oblivion Gate yang muncul di dunia, yang akan membawamu ke dunia Daedra untuk mencari harta-harta mistis. Gerbang-gerbang ini mungkin terlihat seperti Eye of Sauron, tetapi mereka sebenarnya menawarkan pintu ke sebuah dunia yang sangat berbeda dan variasi ini membantu menghadirkan permainan yang bervariasi dan baru.

Terakhir, siapa yang bisa melupakan audio brilian dari Oblivion, yang diproduseri oleh veteran Elder Scrolls Jeremy Soule. Harus diakui, akting suaranya memang menghasilkan beberapa momen aneh dan terdapat beberapa frase yang diulang-ulang, tetapi musik yang indah dari Soule telah menutupinya dan menghadirkan sebuah pengalaman ikonik yang mampu membangkitkan kenangan setiap kami mendengarnya.

Mudah untuk melihat kembali klip-klip dari Oblivion dan melihatnya begitu kaku, tetapi untuk saat itu ia benar-benar mendorong RPG dan mengubah harapan kami tentang sebuah dunia fantasi yang bisa dan seharusnya diciptakan. Dengan segala kekurangannya, ini adalah sebuah game ambisius dengan sebuah dunia yang besar, hidup, dan menarik untuk dijelajahi hingga berjam-jam. Meski tidak mendapatkan port sebanyak Skyrim, bisa dibilang game ini memiliki lebih banyak kepribadian dibandingkan penerusnya itu. Yang bisa kita lakukan sekarang adalah menunggu (dengan sabar) untuk Elder Scrolls VI hadir dan melihat apakah ia dapat menghadirkan rasa penasaran dan kekaguman yang sama sekali lagi.

The Elder Scrolls IV: Oblivion

Teks terkait



Loading next content