Cookie

Gamereactor menggunakan cookie untuk memastikan kami dapat memberikanmu pengalaman terbaik dalam menjelajahi situs kami. Jika kamu melanjutkan, kami menganggap bahwa kamu menyetujui kebijakan cookie kami.

Indonesia
Halaman depan
review
Lightstep Chronicles

Lightstep Chronicles

Sulit untuk mengetahui siapa yang bisa dipercaya ketika kamu terperangkap di dalam sebuah kapal alien bersama sekumpulan AI.

Lightstep Chronicles
Lightstep ChroniclesLightstep ChroniclesLightstep Chronicles

Sebelumnya pada tahun ini kami memainkan dan mengulas Observation dari No Code, yang membawamu bermain sebagai sebuah AI di dalam pesawat luar angkasa. Maka ketika Lightstep Chronicles muncul, kami sangat penasaran mendengar AI sebagai temanya. Ide mengenai robot yang hidup telah menjadi tema sci-fi selama bertahun-tahun, kini Eipix Entertainment telah menghadirkan pendekatan mereka sendiri atas konsep itu, tetapi kini kamu akan bermain sebagai seorang manusia yang bekerja sama dengan AI, atau melawannya.

Ketika sebuah misi rutin berubah menjadi bencana, Captain Cain Phoenix menemukan dirinya terikat pada sebuah kursi melayang futuristis yang dikendalikan oleh sebuah AI bernama Aleph. Ia menjelaskan kepadamu bahwa kamu harus mengembalikan kontrolnya akan pesawat itu, sementara kamu juga membutuhkan AI itu untuk menyelamatkan dirimu dan para kru. Lagipula, misimu adalah untuk menginvestigasi pesawat Aleph yang terdampar, tetapi ternyata keadaannya tidak seperti yang diduga.

Di bagian sangat awal, kita menemukan bahwa Aleph bukanlah satu-satunya AI yang berada di pesawat tersebut. Dengan memperkenalkan berbagai karakter AI, Eipix Entertainment membuka sebuah jalur menarik di mana kamu harus memfilter dan menganalisis segala hal yang masing-masing AI itu katakan, karena mereka semua menyatakan banyak hal yang kontradiktif. Beberapa ada yang menjanjikanmu dunia, sementara yang lain ingin membuatmu melawan yang lain, dan tak ada dari mereka yang bisa berbicara di waktu yang sama, karena hanya satu suara saja yang bisa berbicara dalam satu waktu. Siapakah yang kamu percayai? Dilema itulah yang menjadi jiwa dari Lightstep Chronicles.

Game ini juga tidak hanya soal menyelamatkan diri dan krumu saja, karena terdapat sebuah narasi yang mengungkap nasib dari pesawat dan krunya. Kamu terisolasi dan tak ada orang lain yang bisa diandalkan, jadi tergantung kepadamu untuk menyusun potongan-potongannya dan menentukan siapa yang bertanggung jawab atas kejadian di sana, mengungkap berbagai kejadian dan kenyataan yang mengganggu. Setiap AI memiliki ceritanya sendiri dan kamu selalu mempelajari sesuatu yang baru dari setiap mereka, dan pada akhirnya menemukan ada lebih banyak hal yang dipertaruhkan dari yang kamu kira sebelumnya.

Lightstep Chronicles
Lightstep ChroniclesLightstep ChroniclesLightstep Chronicles

Lightstep Chronicles adalah sebuah petualangan berbasis teks dan bertumpu pada narasinya, di mana kamu berinteraksi dengan lingkungan secara terbatas sebelum berbicara dengan para AI yang kamu temui, memilih opsi dialog yang dapat mengubah reaksi mereka terhadapmu. Menanyakan pertanyaan akan memberikanmu informasi yang kamu butuhkan, dan aksi-aksi yang kamu lakukan akan membentuk bagaimana kisahnya berjalan, dan pada akhirnya menentukan ending.

Dialognya ditampilkan di sisi layar layaknya sebuah visual novel. Ketika kamu tidak berbicara, kamu bisa menggunakan sebuah pemindai di setiap ruangan untuk mencari objek-objek dan berinteraksi dengan mereka. Control panel, cryopod, dan lainnya bisa dipindai dan digunakan untuk memajukan narasi dan membuka cerita dari lingkungan sekitar, membantumu merangkaikan nasib dari pesawat dan krunya. Kamu bisa melakukan semua ini dengan mengklik berbagai elemen yang ada di ruangan dari berbagai sudut pandang.

Karena kamu tidak bisa bergerak kecuali dari sudut-sudut tertentu dan empat ruangan, gameplay dapat terasa agak terbatas, terutama karena tak adanya akting suara, yang disayangkan mengingat kualitas dari ceritanya. Adanya akting, seperti suara AI yang misterius, bisa menambahkan atmosfer menegangkan. Saat ini semuanya terasa seperti mengklik melalui sebuah dinding teks. Beberapa bagian terasa lebih melelahkan daripada yang lainnya, terutama ketika kamu harus membaca peta planet untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dasar dari AI.

Dari segi visual, Lightstep Chronicles terlihat indah, tetapi sayangnya ia terlalu pendek (kami berhasil menyelesaikannya dalam waktu sekitar dua setengah jam) dan tak ada akting suara yang mampu mendongkrak narasinya lebih jauh. Ia jelas membawa tema ancaman AI ke posisi yang menarik, terutama mengingat kepribadian yang saling bertarung satu sama lain di dalam pesawat, tetapi ia gagal menjadi sebuah thriller yang baik karena keterbatasan-keterbatasan yang telah disebutkan di atas.

Kamu sedang menonton

Preview 10s
Next 10s
Iklan
Lightstep ChroniclesLightstep ChroniclesLightstep Chronicles
06 Gamereactor Indonesia
6 / 10
+
Cerita yang menegangkan, berbagai sudut pandang yang membuatmu tak tahu siapa yang dapat dipercayai, gaya visual yang bagus.
-
Tidak ada suara, beberapa bagian terasa melelahkan, sangat pendek.
overall score
ini adalah skor dari jaringan kami. Bagaimana dengan kamu? Skor jaringan adalah rata-rata dari skor setiap negara

Teks terkait

Lightstep ChroniclesScore

Lightstep Chronicles

REVIEW. Ditulis oleh Sam Bishop

Sulit untuk mengetahui siapa yang bisa dipercaya ketika kamu terperangkap di dalam sebuah kapal alien bersama sekumpulan AI.



Loading next content