Cookie

Gamereactor menggunakan cookie untuk memastikan kami dapat memberikanmu pengalaman terbaik dalam menjelajahi situs kami. Jika kamu melanjutkan, kami menganggap bahwa kamu menyetujui kebijakan cookie kami.

Indonesia
Halaman depan
artikel

Game Terbaik 2018: Studio Terbaik

Game yang kita mainkan tidak sekonyong-konyong hadir dengan sendirinya, mari kita tengok studio-studio yang telah memberi kita pengalaman gaming terbaik tahun ini.

Entah kita membahas tentang developer indie yang menciptakan game platform pixel-perfect atau studio pihak pertama yang menciptakan pengalaman platform mencengangkan, yang penting sekarang waktunya merayakan studio-studio yang telah menghadirkan beberapa pengalaman terbaik tahun 2018 ini.

5. Dontnod Entertainment

Ini adalah tahun yang besar bagi studio asal Perancis, Dontnod, di luar pendapatmu soal Vampyr, yang diakui tidak terlalu menarik bagi beberapa orang, sementara sebagian orang lainnya tetap lebih antusias. Walaupun demikian, mereka berhasil menyelesaikan Vampyr dan merilisnya. Mereka pun merilis pengalaman narasi bebas berjudul The Awesome Adventures of Captain Spirit, serta episode pertama dari yang ditunggu-tunggu, Life is Strange 2. Dari Life is Strange 2, kita dapat melihat bahwa developer ini berani mengambil langkah yang berbeda dari segi karakter, latar, dan mekanika dari game pertamanya. Kita berperan sebagai kakak beradik Daniel dan Sean Diaz dan ceritanya adalah tentang pelarian diri dari musibah yang mengancam kehidupan mereka di awal episode pertama. Perjalanan ini adalah tema utama dari game ini, berbeda dari game pertama di mana Arcadia Bay menjadi pusat dari ceritanya.

Selain itu, kita juga akan mendapatkan episode pertama dari narasi episodik mereka berikutnya, Twin Mirror, dalam sekitar kuartal pertama di tahun 2019 (sebuah game yang diungkap di E3 pada tahun ini). Jelas terlihat bahwa tahun 2018 ini adalah tahun yang baik bagi Dontnod dan kenapa karya-karyanya akan terus ditunggu oleh tim kami di Gamereactor.

Game Terbaik 2018: Studio Terbaik

4. Rare

Senang rasanya bisa menyantumkan Rare dalam kategori ini setelah beberapa lama developer asal Inggris ini cukup menghibur kami dengan game-game klasik yang tak terhitung pada konsol-konsol terdahulu dari Nintendo. Setelah menghabiskan waktu selama dekade terakhir untuk membuat game-game Kinect, akhirnya mereka terjun ke proyek yang lebih berisiko. Mereka menciptakan sebuah game multiplayer bertema bajak laut berjudul Sea of Thieves, yang tampaknya cukup mengalami perjuangan berat dalam pengembangannya.

Sea of Thieves adalah salah satu pengalaman langka di mana jumlah bagian individunya setara dengan sesuatu yang jauh lebih hebat ketimbang masing-masing individu tersebut. Sederhananya, Rare menciptakan sebuah latar belakang yang bagus untuk petualangan yang sebagian besarnya disusun oleh para pemain sendiri, sekelompok pemain lebih tepatnya. Dalam banyak cara, game ini telah mengubah Rare menjadi sebagaimana adanya mereka sekarang yang memahami konsep game sebagai sebuah layanan. Sebagaimana kami menyukai sebuah cerita comeback yang bagus, daftar ini tidak akan lengkap tanpa kehadiran Rare.

Game Terbaik 2018: Studio Terbaik

3. Matt Makes Games

Towerfall Ascension adalah game yang membuat semua orang terpaku dan mengalihkan perhatiannya ke Matt Thorson. Tapi sebenarnya game yang benar-benar mengangkat pamor Thorson dan co-creator, Noel Berry, dalam kehebatan game indie mereka adalah Celeste. Ini adalah sebuah game yang juga membawa nama studio yang kurang imajinatif, Matt Makes Games, ke dalam peta game.

Konsep gamenya muncul ketika mereka sedang melakukan game jam, dan game lengkapnya dirilis pada bulan Januari tahun ini di PC dan semua konsol besar - suatu prestasi tersendiri bagi developer indie yang menerbitkan gamenya sendiri. Sejak perilisannya, game ini dipuji-puji oleh semua orang, dan baru-baru ini meraih penghargaan Best Indie Game dan Games for Impact di The Game Awards. Dengan sentuhan cerita personal yang dalam dari Madeline dan perjuangannya mendaki gunung, game ini menjadi pengalaman yang akan terus kamu ingat dalam waktu lama. Setelah berhasil menempatkan Matt Makes Games di antara para developer indie teratas, kami tak sabar untuk menyaksikan apa yang akan disajikan oleh Matt Thorson selanjutnya.

Game Terbaik 2018: Studio Terbaik

2. Rockstar Games

Kami jarang menyantumkan developer seperti Rockstar Games dalam kategori ini hanya karena mereka sangat jarang merilis game-game mereka. Tapi ketika mereka melakukannya, mereka benar-benar meningkatkan risiko dibandingkan para developer lainnya dan dengan standar yang sangat tinggi.

Red Dead Redemption 2 mendapatkan waktu yang layak untuk pengembangan dan telah mengalami penundaan berkali-kali. Sekarang setelah gamenya rilis, kita semua pasti setuju bahwa penantian atas game ini tidaklah sia-sia, sebagaimana proses kerja yang sungguh-sungguh telah dilakukan untuk menghadirkan detail yang sangat luar biasa, entah penting dalam gamenya atau sekadar hadir untuk melengkapi suasana dan atmosfernya. Narasinya juga hebat, semua hal tersebut dilakukan hanya untuk membawa kita lebih jauh ke dalam dunia game dan ceritanya. Entah itu cerita yang telah ditulis Rockstar untuk kita atau cerita yang telah kita ciptakan sendiri dalam ruang virtual Red Dead 2.

Dengan tambahan Red Dead Online, kami menduga Rockstar akan mendapati game ini digemari dalam waktu yang panjang; ukuran produksinya benar-benar tidak masuk akal. Sekarang studio ini telah mendapatkan tugas yang lebih hebat lagi untuk menambah kehebatan karya mereka dengan Grand Theft Auto VI dan kemungkinan Red Dead yang selanjutnya. Sebelum itu, semoga saja kita akan mendapatkan game ini di PC terlebih dulu.

Game Terbaik 2018: Studio Terbaik

1. Santa Monica Studio

Franchise God of War berada dalam kondisi yang cukup kurang baik. Hal ini terjadi bukan karena God of War: Ascension (2013) adalah game yang buruk, tapi adalah karena penambahan multiplayer dan kurangnya kesugguhan dalam meningkatkan franchise ini dari sisi hal penceritaan dan mekanik membuatnya menjadi agak mengecewakan. Apa yang akan dilakukan franchise ini selanjutnya?

Developer yang bertanggung jawab menciptakan seri ini, Santa Monica Studio, juga baru saja mengalami kekacauan, hingga terjadi penyurutan dan sebuah proyek yang belum diumumkan harus dibatalkan. Hal ini hanya menyisakan studio ini dengan satu proyek besar yang sedang dalam pengembangan, God of War selanjutnya, yang dikembangkan di bawah pengawasan Cory Barlog, sutradara God of War II dan God of War III (di awal pengembangan), yang telah meninggalkan perusahaan pada 2010 dan kembali pada 2013.

God of War adalah sebuah reboot yang berani dalam lebih banyak cara. Game ini berani untuk menata kembali bukan hanya di mana God of War berlatar dan sang karakter utama, Kratos, tapi juga sistem game keseluruhannya. Selain masih terasa seperti God of War, game ini juga terasa seperti langkah yang dibutuhkan yang mengarah ke game zaman sekarang, bukan hanya dari sudut pandang teknisnya tapi juga dari perspektif desain. Latar Norse-nya menunjukkan penguasaan visual dari studio ini, dan jelas, Santa Monica telah melakukan lompatan yang sangat besar dalam hal penceritaan. Seperti apa yang sudah kami sebutkan sebelumnya, kami menyukai sebuah cerita comeback. Santa Monica Studio tidak pernah benar-benar mengecewakan kami, karena memang jelas terlihat bahwa timnya sedang berada dalam masa sulit selama era PS3, walaupun mereka memiliki beberapa game indie terbaik untuk dimainkan di PS3 - Flower, Journey, dan The Unfinished Swan.

Proyek panjang seperti God of War dapat memberikan dua kemungkinan bagi sebuah studio dari kemalangannya, entah itu membangkitkan atau malah semakin menjatuhkan. Mungkin berbeda bagi Santa Monica Studio, karena studio ini tampak lebih kuat dari sebelumnya dan hal yang sama juga terjadi pada franchise God of War. Kami tak sabar menanti kabar selanjutnya, walaupun kami duga masih membutuhkan waktu lebih lama lagi sebelum kita dapat mencicipi kelanjutannya...



Loading next content