Gamereactor Indonesia. Tonton trailer video game terbaru dan interview dari konvensi gaming terbesar di dunia. Gamereactor menggunakan cookie untuk memastikan kami dapat memberikanmu pengalaman terbaik dalam menjelajahi situs kami. Jika kamu melanjutkan, kami menganggap bahwa kamu menyetujui kebijakan cookie kami.

Indonesia
Gamereactor
preview
Elden Ring

Elden Ring - Preview Terakhir

Kami menghabiskan beberapa jam lebih banyak di dunia-terbuka milik FromSoftware sebelum rilisnya, dan punya sederet fitur dan perasaan tambahan yang bisa kami ceritakan untuk kalian.

HQ

Tinggal dua minggu lagi hingga 25 Februari, tanggal rilis untuk game yang nampaknya adalah salah satu yang paling kita tunggu-tunggu, Elden Ring, tiba. Dengan hari ini semakin mendekat, belakangan ini kami memiliki kesempatan terakhir untuk menjajal versi preview game ini sebelum ulasan terakhir, dan beberapa fitur tambahan telah dimasukkan, jika dibandingkan dengan server Beta yang kami coba beberapa bulan yang lalu. Meski kami tidak melihat adanya area baru, kami melihat beberapa perkembangan dan detail penting baru yang tidak kami ketahui sebelumnya, dan kami akan memberitahu kalian soal ini, juga apa yang kami rasakan menjelang peluncurannya.

HQ

10 Tipe Baru Karakter Awal

Dalam tes ini, kami dapat mengakses 10 kelas baru. Sangat mungkin bahwa mereka akan tetap sama di versi finalnya, namun FromSoftware bisa saja memberi kita kejutan. Misalnya, selain pilihan-pilihan klasik yang telah kita kenal dari Dark Souls seperti Deprived, Bandit, atau Warrior, kita juga melihat Astrologer dan Prophet (yang memiliki gaya sihir dan keajaiban "murni"), juga Prisoner dan Intelligencer (yang menggunakan senjata magis yang menaikkan Faith).

Ini adalah iklan:

Ada juga karakter-karakter baru yang bertarung dengan tangan, seperti Hero, yang statistiknya awalnya berfokus pada Strength dan senjata berat, Vagabond, yang memperkuat serangannya dengan Dexterity, dan yang terakhir ada kelas Samurai yang menggunakan gaya pertarungan setengah Strength, setengah Dexterity. Dimulai dengan Uchigatana, pedang yang sudah menjadi klasik di seri Dark Souls dan kembali ke Elden Ring dan mengakibatkan efek hilangnya darah pada musuh-musuhmu. Kami memilih Samurai untuk Beta ini, lalu kami mencoba Warrior yang klasik untuk membandingkan gaya mereka, semua untuk mencari karakter awal yang sempurna saat rilisnya nanti.

Elden Ring

Awal mula sesungguhnya Elden Ring

Salah satu yang kami percaya akan dimasukkan dalam versi final game ini adalah awal yang kami coba di preview ini, karena sekarang kami bisa melihat serangkaian adegan yang menceritakan soal latarnya, dan menyinggung beberapa musuh utama yang harus kita lawan. Terlepas dari itu, karakter kami mulai di tempat yang bukan Cave of Knowledge, namun kami dengan cepat kembali lagi ke sana. Setelah tutorial di sana, kita membuka pintu dan mulai menjelajah area pertama petanya, Limgrave.

Ini adalah iklan:

Mengontrol karakter dan mengalami kematian pertama

Setelah membuka pintu dan melihat sekeliling, kami menyadari kehadiran musuh serius pertama kami: Tree Sentinel, seorang ksatria bersenjata lengkap yang menjaga jalur dari kapel awal dan tempat yang ditunjukkan oleh sinar Grace yang harus kita tuju untuk mengikuti jalan cerita utama. Dia cukup tangguh, dan kami tidak ingin terjebak ketika baru mulai, jadi kami mengambil jalan memutar sambil mengendap hingga kami mencapai Church of Elleh, dan Merchant Kale telah menanti kami di sana. Kamu tidak bisa membeli summon yang sangat berguna saat kamu pertama kali bertemu dengan sang pedagang, seperti saat Beta dulu, dan alih-alih, harga Crafting Kit telah naik. Nampaknya summon, yang diperkirakan orang-orang akan membuat game ini lebih mudah, tidak akan tersedia dari awal.

Elden RingElden Ring

Berkelana menuju Utara, kami menemukan beberapa prajurit patroli yang dikomandoi Godrick the Golden, bos pertama yang menunggu kami di Stormveil Castle, jadi kami menghabiskan waktu untuk mendapatkan rune dengan membasmi para prajurit itu. Mumpung di sana, kami menjajal Uchigatana dan busur (yang dibawa Samurai sebagai senjata tambahan), beserta sebuah perisai kecil. Pergantian antara busur dan pedang terhitung fluid, dan kami dapat mengambil nyawa musuh sebelum kami harus mengambil jarak yang sesuai untuk melakukan serangan penghabisan.

Setelah mendapatkan tunggangan, Torrent, dan naik level berkat seorang gadis bernama Melina, kami mencoba kembali ke Church of Elleh dengan bantuan Fast Travel, yang bisa dilakukan kapan saja di petanya, kecuali pada saat bertarung. Di sana kami mendapati keunikan lain selain yang telah kami temui, karena ada seorang figur misterius yang akan kami sebut sebagai Snow Witch, karena kami tidak ingin membocorkan apapun. Ia akan menawarkan bel pemanggil untuk kita dan mantra untuk memanggil serigala untuk mengalahkan Tree Sentinel. Kali ini, ia jatuh ke bawah katana kami, setelah beberapa kali percobaan.

Elden Ring

Eksplorasi dan membuat teman baru

Di tengah euforia setelah mengalahkan Sentinel, kami maju ke kastel. Sangat mudah keluar dari jalur yang diindikasikan oleh Sites of Grace untuk tersesat dalam dunia Elden Ring yang kaya. Itulah salah satu yang paling kami sukai soal Beta-nya. Tidak ada batasan dalam bereksplorasi, dan kamu dapat melihat beberapa titik yang menarik perhatian dalam tiap langkah. Dunia-terbuka ini memperkenalkan eksplorasi dalam cara yang belum pernah kami lihat sejak Breath of the Wild, dan dipengaruhi dengan kuat juga oleh game itu. Bahkan ada NPC-NPC yang menunjukkan tempat-tempat menarik untuk kami, yang mungkin terkait dengan quest, seperti Alexander (si lelaki dengan periuk yang kita lihat di Gameplay Preview) dan Boc, seorang manusia-monster yang kita selamatkan dengan merapal mantra. Ia mengungkapkan rasa terima kasihnya dan memberikan kita petunjuk untuk menemukan harta karunnya, meski ia memperingatkan bahwa ada yang menjaga harta karun itu...

Fakta bahwa musuh tersebar di seluruh dunianya bisa dilihat sebagai masalah untuk perkembangan karakter, namun kami juga menemukan satu keuntungan kecil: ada banyak tengkorak yang tersebar di tanah, dan beberapa mengeluarkan kerlip kecil. Jika kita memecahkannya, kita akan mendapat rune yang bisa digunakan untuk naik level dengan lebih mudah. Kami tidak bisa mengecek apakah tengkorak-tengkorak ini muncul lagi setelah dipecahkan, namun membedakannya lebih mudah dilakukan di malam hari, jadi mungkin lebih baik mencarinya di saat itu.

HQ

Di Site of Grace selanjutnya, kami menunggu hingga tengah malam untuk melihat apakah ada perbedaan dibandingkan siang hari. Yang mengejutkan, tiba-tiba, seorang bos muncul dan menyerang kami secara mendadak di reruntuhan di sekitar situ, yang telah kami eksplorasi siang hari. Ia adalah Deadbird, sejenis burung mengerikan, yang nampak keluar langsung dari Yharnam di Bloodborne. Kami harus menangguhkan pertarungannya untuk review nanti, karena kami sudah hampir kehabisan waktu.

Sementara kita menunggu produk rampungnya, nampaknya Elden Ring akan memenuhi ekspektasi yang ada dalam benak kita untuk titel paling ambisius dari FromSoftware ini, dan kami tidak sabar untuk bisa mendapatkannya. Tinggal dua minggu hingga rilisnya tiba, namun penantian ini, meski pendek, terasa seperti tiada akhir.

Teks terkait

0
Elden RingScore

Elden Ring

REVIEW. Ditulis oleh Stefan Briesenick

Penantian kita akhirnya usai. Fromsoftware menyambut para penggemar genre Soulslike yang kelaparan ke dalam petualangan open world pertama mereka. Bagaimana hasil kolaborasi dengan George RR Martin?



Loading next content