Gamereactor



  •   Indonesia

Log in member
Gamereactor
Berita dunia

Eksportir Inggris Berjuang Setelah Brexit: Starmer Didesak untuk Mengupayakan Hubungan Perdagangan Uni Eropa yang Lebih Erat Karena "Kebutuhan Strategis"

Perdana Menteri Keir Starmer berada di bawah tekanan untuk memperdalam hubungan perdagangan dengan Uni Eropa.

HQ

Perdana Menteri Keir Starmer berada di bawah tekanan untuk memperdalam hubungan perdagangan dengan Uni Eropa setelah kelompok bisnis memperingatkan bahwa kesepakatan perdagangan pasca-Brexit Inggris mempersulit perusahaan untuk menjual ke Uni Eropa.

Kamar Dagang Inggris (BCC) mengatakan kerja sama yang lebih erat dengan Brussels telah menjadi "kebutuhan strategis", bukan pilihan politik. Dalam survei terhadap hampir 1.000 perusahaan, lebih dari setengah eksportir Inggris mengatakan Perjanjian Perdagangan dan Kerja Sama saat ini tidak membantu mereka berdagang dengan Eropa. Banyak yang mengatakan ekspor telah menjadi lebih kompleks dan mahal sejak Brexit.

Kamar Dagang Inggris (BCC)

Sebagian besar bisnis yang disurvei adalah perusahaan kecil dan menengah, dan hanya segelintir yang mengatakan dukungan pemerintah untuk menangani aturan perdagangan baru sudah memadai. BCC mengatakan situasinya memburuk, dengan ketidakpuasan meningkat tajam dibandingkan tahun lalu.

Peringatan itu muncul ketika Partai Buruh mempersiapkan "reset" dalam hubungan dengan Uni Eropa. Beberapa menteri senior secara terbuka menyerukan hubungan perdagangan yang lebih dekat, meskipun pemerintah telah mengesampingkan bergabung kembali dengan pasar tunggal Uni Eropa atau serikat pabean.

Para menteri mengatakan meningkatkan perdagangan dengan UE adalah prioritas untuk tahun 2026 dan menunjukkan kemajuan baru-baru ini, termasuk kesepakatan bagi Inggris untuk bergabung kembali dengan program pertukaran pelajar Erasmus+ mulai tahun 2027. Ini adalah berita yang berkembang, jadi nantikan lebih lanjut...

Eksportir Inggris Berjuang Setelah Brexit: Starmer Didesak untuk Mengupayakan Hubungan Perdagangan Uni Eropa yang Lebih Erat Karena "Kebutuhan Strategis"
Keir Starmer // Shutterstock

Post ini memiliki tag:

Berita duniaInggrisUni Eropa


Loading next content