Cookie

Gamereactor menggunakan cookie untuk memastikan kami dapat memberikanmu pengalaman terbaik dalam menjelajahi situs kami. Jika kamu melanjutkan, kami menganggap bahwa kamu menyetujui kebijakan cookie kami.

Indonesia
Halaman depan
preview
Dying Light 2

Dying Light 2 - Impresi Presentasi E3

Kami menyimak sebuah sesi demo dari sekuel zombie Techland di E3 2019 dan sangat tertarik dengan apa yang kami lihat.

Kamu sedang menonton

Preview 10s
Next 10s
Iklan

Salah satu trailer video game yang paling memacu jantung adalah trailer dari game bertemakan zombie tahun 2011 dari Techland, Dead Island. Game tersebut menggunakan pemaparan cerita terbalik dengan trailer yang dimainkan mundur, mengikuti dua orang dewasa dan seorang anak perempuan ketika mereka bertarung sampai napas terakhir mereka di sebuah kamar hotel penginapan. Akan tetapi karena trailer tersebut dimainkan mundur, hal pertama yang disaksikan pemirsa adalah seorang gadis muda terbaring tanpa nyawa di lantai dengan bekas luka gigitan di tubuhnya dan darah di mulutnya setelah menghantam jendela. Tetapi apa yang terjadi berikutnya membuat orang-orang bingung. Walaupun developer telah mengatakan sebelum rilis bahwa game ini tidak akan fokus pada cerita emosional, trailer tersebut membuat orang berpikir sebaliknya, dan karena itu, orang memainkan game zombie slasher tersebut dengan sedikit bingung.

Akan tetapi, orang yang telah menyaksikan trailer yang menggugah itu mungkin menginginkan Dead Island seperti Dying Light 2 ini, berkat gameplay consequence-based, elemen RPG, dan narasi yang sepertinya dalam di sekeliling hubungan antarkarakter yang juga dalam. Kami membuat asumsi ini berdasarkan apa yang kami lihat pada presentasi ruang tertutup Dying Light 2 dari Techland ini di E3 2019, dan walaupun misi yang kami lihat berjalan mungkin sedikit terlihat mudah dibaca, demo tersebut memperlihatkan banyak potensi dan membuat kami meninggalkan tempat itu dengan perasaan lebih penasaran daripada apa yang kami bayangkan.

Seperti yang disebutkan namanya, Dying Light 2 adalah sekuel dari action game tahun 2015 dan membawa pemain berperan sebagai Aiden Caldwell, seorang master parkour, seorang teman, dan orang yang selamat dari infeksi. Berlatar di zaman modern gelap yang hancur, di mana dia harus mencoba menemukan penawar bagi binatang buas yang tumbuh di dalam dirinya.

Misi yang dimainkan oleh developer diawali dengan Aiden yang berada di sebuah bar yang penuh di mana seorang wanita sedang tampil dan banyak orang yang ingin mengobrol secara akrab dengan karakter kami. Markas ini adalah rumah Aiden, dan teman-temannya sedang nongkrong dan menikmati waktu sore. Dari ikon-ikon yang berada di atas kepala dari banyak karakter itu, kami berasumsi bahwa pemain bisa melakukan percakapan dengan mereka (walaupun ini tidak diperlihatkan dan kami tidak tahu pasti).

Dying Light 2

Setelah berjalan melewati kerumunan orang, Aiden berjalan ke atas untuk bertemu dengan Frank, yang sepertinya pemimpin dari pemukiman tersebut dan teman baik bagi kebanyakan orang di dalam bar. Mengikuti percakapan dengan Jack, Matt, dan Frank, Aiden berangkat untuk melaksanakan misi menginfiltrasi The Castle, sebuah pengolahan air yang dekat dari situ yang telah berubah menjadi sebuah benteng, untuk mengembalikan air bersih ke distrik tersebut karena tangki mereka sudah mulai kosong. Akan tetapi, tidak lama setelah menjalankan misi ini, Frank tertembak dan terluka parah di jalanan setelah bentrok dengan faksi lawan. Pemain kemudian memiliki opsi untuk tetap tinggal dengan Frank atau mengejar van yang menjauh dari tempat itu. Di sini kami diberitahukan bahwa tindakan kami memiliki konsekuensi, dan bukankah memang selalu begitu. Tetapi kita akan membahasnya nanti.

Developer yang memainkan game tersebut memilih opsi kedua, kemungkinan untuk memperlihatkan banyak mekanika pergerakan dalam game ini, dan memulai pengejaran dengan gerakan parkour untuk mengejar van tersebut kemudian memasuki The Castle. Di perjalanan, kami melihat beberapa animasi dan gameplay yang sangat mulus, di mana Aiden bersalto melewati para zombie, berayun dengan tali tinggi di atas jalanan, memanjat tali ke tempat yang lebih tinggi, bergerak melewati mayat hidup yang menghalangi jalan dengan bergelantung di rangka pintu dan menghajar para zombie. Menurut kami itu semua terlihat sangat memuaskan. Dengan catatan, orang yang memainkan game itu untuk kami mungkin telah melakukan latihan. Tetapi hal-hal yang bisa kamu lakukan ketika menjelajahi dunianya tidak kurang mempesona. Jelas bahwa menjelajahi Dying Light 2 memberikan lebih banyak vertikalitas yang harus diperhatikan pemain; kami melihat Aiden memanjat gedung 20 tingkat dengan bantuan pengait grappling, dan juga lingkungan dinamis yang bergerak bersamanya. Kami melihatnya berpijak di dinding yang sangat tinggi untuk mendorong tubuhnya ke depan, melompati atap-atap, melakukan paragliding dari tepian bangunan, dan jatuh dengan menggunakan para undead sebagai bantalan. Opsi di dalamnya sepertinya tidak ada habisnya, dan akan menyenangkan melihat manuver apa yang bisa dilakukan oleh pemain yang benar-benar mahir setelah peluncurannya.

Setelah mencapai titik yang cukup tinggi, Aiden melihat van itu di kejauhan dan mengejarnya, tetapi dia terjatuh melewati lantai sebuah gedung yang telah dibiarkan terbengkalai, mendarat di lantai dalam kegelapan. Dia kembali bangkit hanya untuk melihat undead dalam jumlah yang tak terhingga menatapnya, siap untuk menyerang. Tetapi Aiden menguasai beberapa trik. Sebuah flare UV dilemparkan, membuat semua zombie tak bergerak untuk smentara, dan memberinya cukup waktu untuk menebas beberapa zombie dengan pedangnya yang telah dimodifikasi, dan kemudian meloloskan diri dari ruangan itu dengan berjalan kaki sambil menyalakan senter UV ke wajah musuh-musuhnya. Pengendalian masa sepertinya bukanlah sebuah masalah bagi raja parkour kita ini.

Dying Light 2

Kamu sedang menonton

Preview 10s
Next 10s
Iklan

Kami melihat beberapa "slow dodge" yang membuat kami berpikir bahwa sebuah gerakan menghindar dengan timing yang sempurna memberikan beberapa waktu sebelum kamu menjalankan langkahmu selanjutnya, tetapi ini adalah spekulasi kami. Aiden berlari menuju pintu keluar, dalam hal ini adalah sebuah pintu garasi yang dibuka oleh sebuah senjata. Dia meluncur di bawahnya, menyambar senjata sambil lewat, dan menjebak para zombie di dalam.

Aiden akhirnya bisa mendekati van itu dan melompat ke atasnya, melumpuhkan semua penumpangnya dan hanya menyisakan sopir. Pemain itu mengetahui bahwa sang sopir tinggal di The Castle dan mengetahui cara untuk masuk ke dalamnya, tetapi cukup wajar bahwa sopir tersebut kelihatannya sangat gugup. Pemain bisa memilih untuk membiarkan sopir itu tetap hidup atau membunuhnya di tempat, tetapi pilihan terakhir mungkin membuat Aiden kesulitan untuk memasuki benteng tadi. Developer yang memainkan demonya memilih untuk bisa mempercayai sopir itu dan membiarkannya membawa mobil melewati gerbang The Castle, tentu saja, itu berhasil. Aiden berada di dalam.

Ketika dia bergerak ke ruang pompa, jagoan kita mendapatkan telepon dari markas yang memberitahunya bahwa memanggil seorang dokter tidaklah diperlukan, karena Frank telah meninggal. Hati Aiden Hancur. Kami diberitahu bahwa memilih untuk tetap tinggal "mungkin" bisa membawa hasil yang berbeda, tetapi kami layak mendapatkan ini karena telah meninggalkan teman kami. Untuk membuat kematian Frank tidak sia-sia, Aiden meneruskan misi itu, naik ke penutup ventilasi dan menghilang dalam bayangan sistem ventilasi. Aiden dengan senyap memasuki pabrik pengolahan air tersebut di mana pemimpin pemukiman itu, The Colonel, telah menanti.

Karakter baru ini memberikan lagi sebuah opsi. Kami bisa membuka katupnya, yang diharapkan bisa mengembalikan aliran air ke pemukiman Aiden sendiri, atau meninggalkan pompa itu. Tetapi tentu saja, Aiden tidak mempercayakan teman-temannya kepada orang asing dan menghadapi para penghuni lokal, termasuk pemimpin mereka, menggunakan kait grappling yang di antaranya untuk menendang sambil berayun di samping gerakan yang lainnya. Akan tetapi, setelah katup itu dibuka, sesuatu yang menarik dan penting terjadi, sebuah dam terbuka, sebagian kota yang sebelumnya terendam kini muncul, membuka sebuah distrik yang benar-benar baru untuk dieksplorasi oleh pemain, sebuah distrik yang tidak akan terbuka jika mereka tidak membuka katup itu. Bukan hanya itu, sebuah tipe musuh yang spesifik di distrik itu merangkak keluar dari lumpur dan memenuhi jalanan yang baru saja ditemukan itu.

Ketika dibandingkan dengan game originalnya, Dying Light 2 sepertinya mengubah dinamikanya dalam banyak hal, menambahkan banyak konten baru sebuah sistem consequence-based yang memiliki banyak makna yang bukan hanya mengubah narasi, tetapi juga dunia di mana narasi itu berada. Kami diberitahu bahwa persenjataannya telah banyak diupgrade dan kali ini sistem crafting akan lebih mendalam, tetapi petualangan yang bercabang, irama narasi, dan bagaimana tindakanmu mempengaruhi bukan hanya nasibmu sendiri adalah apa yang paling membuat kami tertarik. Dying Light 2 akan dirilis pada kuartal pertama tahun depan di PC, PlayStation 4, dan Xbox One.

Kamu sedang menonton

Preview 10s
Next 10s
Iklan
Dying Light 2Dying Light 2Dying Light 2

Teks terkait



Loading next content