Indonesia
review
Demon's Souls

Demon's Souls (PS5)

Sang pelopor telah kembali. Tak hanya dengan tingkat kesulitan yang sama, tetapi juga keindahan tiada tara.

Kamu sedang menonton

Preview 10s
Next 10s
Iklan

Kamu sedang menonton

Preview 10s
Next 10s
Iklan

Pada tahun 2009, From Software menyajikan sebuah game yang melahirkan sebuah sub-genre baru yang dikenal sebagai "Souls-like". Game ini itu adalah Demon' Souls yang super sulit, di mana pemain menjelajahi sebuah dunia fantasi yang gelap untuk melawan bos satu demi satu, dalam balutan RPG. Kini, sang ahli remaster dan remake, Bluepoint Games, telah membangun kembali Demon's Souls dari nol, menghembuskan nafas baru ke game klasik berusia lebih dari satu dekade itu. Mari saya mulai dengan ini: perbedaan sepuluh tahun bisa memberikan suatu perbedaan besar!

Perubahan terbesar dari remake ini adalah tentu saja grafisnya. Karena game ini dibangun dari nol, Bluepoint mampu membuat sebuah game yang terlihat menawan, dan jujur saja, game dengan penampilan paling cantik di PS5 sejauh ini, setidaknya dari pendapat saya.

Ia menawarkan begitu banyak detail yang indah dan impresif. Contohnya seperti muncratan darah yang tercecer di zirahmu ketika kamu membelah musuh dengan pedangmu, lalu potongan kayu yang terlontar ke udara ketika kamu menghancurkan peti dan tong. Belum lagi partikel debu dan percikan api ketika menarik tuas yang sudah tua. Bos-bosnya tentu saja mendapatkan perhatian yang sama dan terlihat fantastis. Beberapa bahkan mendapatkan perubahan artistik, seperti Penetrator yang kini memiliki asap merah yang berdansa dengan elegan di sekitar pedangnya, membuatnya terlihat lebih kuat dari sebelumnya. Mantra-mantra terlihat lebih spektakuler. Ketika kamu mengeluarkannya, mereka kini menimbulkan gelombang kejut yang bahkan memengaruhi lingkungan, tidak hanya musuh, sehingga menambahkan realisme ke dalam game.

Demon's Souls

Semuanya terlihat luar biasa dan tajam, dengan detail dan warna yang menawan. Tidak ada ray-tracing, tetapi pencahayaannya masih terlihat hebat. Bayangannya, seperti di genangan air atau di baju zirah yang mengkilap, juga sangat bagus. Efek cahaya yang baru benar-benar menjadi sebuah perbedaan besar. Semua ini membantu menciptakan sebuah atmosfer yang unik dan mendukung, jauh lebih bagus daripada versi aslinya. Kamu bisa memilih antara dua mode grafis, Cinematic Mode dengan native 4K/30FPS dan Performance Mode dengan 1440p upscaled ke 4K/60FPS. Di game-game seperti ini, di mana presisi dan ketepatan menjadi kunci, frame rate yang mulus sangatlah bermanfaat, jadi saya merekomendasikan untuk memprioritaskan performa. Game ini pun masih terlihat luar biasa di mode itu. Cinematic Mode bisa bermanfaat untuk mereka yang ingin bermain-main dengan mode foto baru dari remake ini. Kamu bisa mengubah antara Cinematic dan Performance Mode kapanpun di dalam game.

Lalu, jangan lupa, animasinya juga memesona. Semuanya terlihat dan terasa sangat mulus, tidak ada yang terpotong-potong, yang saya rasakan beberapa kali di versi asli. Saya merasa memiliki kontrol penuh atas karakter saya setiap saat dan saya tidak pernah melakukan kesalahan bodoh yang sama karena lag atau glitch. Bahkan ada animasi serangan baru. Hal ini tidak perlu, tetapi saya sama sekali tidak keberatan!

Kameranya juga ditingkatkan dan terasa jauh lebih baik daripada versi aslinya. Ia tidak terjebak di beberapa bagian sesering dulu, tetapi masih terasa kaku di koridor-koridor sempit. Kini, ketika kamu menusuk musuh dari belakang, kameranya mendekat sedikit untuk memperlihatkan lebih jelas adegan yang memuaskan itu. Saya sangat menyukainya.

Demon's SoulsDemon's Souls

Jika kamu sudah mengenal versi aslinya, maka kamu tahu bahwa beberapa musuh berperilaku aneh, seperti berlari ke rintangan-rintangan dan terus berlari tanpa arah. Beberapa musuh dengan bodohnya melompat menghindar menuju kematian, contohnya saat mereka berguling ke jurang tanpa alasan. Jika saya menjadi mereka, lebih baik terkena pedang saya daripada melompat. Hal ini masih sama di dalam remake.

World Tendency masih berlaku di sini dan tidak dihapus. Beberapa mungkin membencinya, yang lain menyukainya. Saya pribadi menyukainya, karena ini memengaruhi dunia dari cara kamu bermain. Misalnya, jika kamu sering mati dalam bentuk manusia, dunia game ini akan menghukummu dengan cenderung kepada Pure Black World Tendency, yang akan membuat musuh-musuh menjadi lebih menantang dan menambahkan Black Phantom yang ekstra sulit. Membunuh para Black Phantom ketika World Tendency sudah hitam, atau menghindari kematian ketika dalam bentuk manusia (di antara berbagai hal yang tidak dijelaskan begitu baik dan masih menjadi misteri bagi saya...), gamenya akan jadi lebih bersahabat denganmu, membuat musuhnya menjadi lebih mudah dengan nyawa dan kekuatan serangan yang lebih kecil (tapi mereka juga menurunkan souls lebih sedikit). World Tendency juga mengubah dunia di sekitarmu, memberikanmu akses ke tempat-tempat yang tidak kamu bisa gapai sebelumnya jika kamu memiliki World Tendency Pure Black atau Pure White. Meski secara pribadi saya menyukai sistem ini, karena menambahkan nilai replay dari game, namun penjelasannya bisa lebih baik lagi.

Bluepoint telah membuat beberapa perubahan minor terhadap pengalaman umumnya untuk membuatnya jadi lebih menyenangkan. Sebagai contoh, game ini akhirnya memungkinkan kita untuk menjelajah antara Archstone yang sudah dibuka di dalam satu dunia, alih-alih membuat kita harus kembali ke Nexus hanya untuk masuk lagi ke dunia yang sama. Hal ini membuat penjelajahan menjadi lebih mudah dan jauh tidak menyebalkan.

Demon's SoulsDemon's Souls

Meski saya mengerti bahwa mereka ingin membuat remake ini sesetia mungkin ke versi aslinya, saya merasa mereka setidaknya bisa mengambil kebebasan untuk menghilangkan batas inventaris yang menyebalkan. Saya selalu merasa ini adalah sebuah fitur mengganggu yang seharusnya tidak perlu ada di dalam game. Ia bahkan tidak menambah tingkat kesulitannya, hanya terasa menyebalkan saja. Bahkan, di game-game selanjutnya fitur ini tidak dipakai lagi. Untungnya, mereka menambahkan sebuah opsi untuk mengirimkan peralatan dan item langsung dari inventarismu ke persediaan di Nexus ketika berada di dalam sebuah level, membuatnya menjadi tidak begitu menyebalkan, tetapi tetap saja...

Meski desain suara dari versi aslinya agak sederhana dengan sedikit variasi, desain suara di remake ini berkualitas tinggi. Hal ini benar-benar menambahkan nilai ke dalam atmosfer game yang sudah menawan. Namun, beberapa penggemar garis keras mungkin akan kecewa karena musiknya telah direkam ulang menggunakan orkestra, yang terasa berbeda dengan versi aslinya. Tapi, bagi saya, ini adalah perbedaan yang bagus.

Jadi, untuk merangkum semuanya, Bluepoint Games sekali lagi membuktikan bahwa mereka adalah raja dari remake dan remaster, dan kali ini adalah yang terbaik dari mereka. Seperti yang telah saya sebutkan sebelumnya, saya pikir ini adalah game dengan visual terbaik di PS5, dan saya sungguh-sungguh. Ia tidak hanya terlihat cantik, tetapi juga enak untuk dimainkan (haptic feedback dari Dual Sense benar-benar menambahkan nilainya). Demon's Souls masihlah game yang sulit, tetapi secara keseluhan menjadi lebih baik. Jika kamu menyukai tantangan dan memiliki kesabaran, kamu harus mempertimbangkan game ini ketika kamu sudah mempunyai PS5.

Demon's Souls

Kamu sedang menonton

Preview 10s
Next 10s
Iklan
09 Gamereactor Indonesia
9 / 10
+
Pengalaman luar biasa yang sama, dengan grafis dan kontrol yang lebih mulus. Kamera diperbaiki. Desain suara jauh lebih baik. Mode foto.
-
Masih memiliki bug yang sama dari game asli. Beberapa fitur lama masih semenyebalkan dulu dan harusnya bisa dihapus. Sistem World Tendency tidak dijelaskan dengan baik.
overall score
ini adalah skor dari jaringan kami. Bagaimana dengan kamu? Skor jaringan adalah rata-rata dari skor setiap negara

Teks terkait



Loading next content


Cookie

Gamereactor menggunakan cookie untuk memastikan kami dapat memberikanmu pengalaman terbaik dalam menjelajahi situs kami. Jika kamu melanjutkan, kami menganggap bahwa kamu menyetujui kebijakan cookie kami.