Indonesia
review
Darksiders Genesis

Darksiders Genesis versi Konsol

Waspadalah, Nephelim - kamu memiliki tugas di game terbaru franchise Darksiders ini.

Kamu sedang menonton

Preview 10s
Next 10s
Iklan

Mendarat di konsol dengan sebuah perspektif isometrik baru yang segar, Darksiders Genesis keluar dari pakem third-person yang telah menjadi ciri khas dari franchise ini. Genesis menghadirkan perubahan, dan ternyata Airship Syndicate membuktikan bahwa perubahan belum tentu merupakan sesuatu yang buruk.

Dengan menawarkan sebuah sudut pandang isometris baru, prekuel ini mengubah gamenya. Dengan lingkungan yang indah, peta yang linear namun dapat dijelajahi (masing-masing bisa dikunjungi kembali jika ingin mencari loot, koin, dan bahan upgrade yang mungkin tertinggal), gameplay yang dibuat dengan cerdas, dan soundtrack yang epik, ini seperti sebuah game Darksiders yang tidak mengikuti naskah yang sudah ada. Game ini terasa familier tetapi juga baru. Para penggemarnya bisa mengharapkan permainan yang menyenangkan.

Darksiders Genesis

Kami tahu apa yang kamu pikirkan, "Sebuah petualangan hack n' slash top-down dengan berbagai roda skill dan banyak fitur tak mungkin berjalan dengan baik dengan sebuah controller." Meski kekhawatiran itu dapat dimaklumi, asumsi itu salah. Darksiders Genesis, dalam seluruh fitur multi-skill dan multi tipe amunisi, berjalan tanpa cela di konsol dan bahkan mereka yang bermain di PC bisa jadi lebih menikmati menggunakan controller. Menunya ramai tetapi semuanya mudah untuk dinavigasi dengan menahan tombol trigger dan berganti menu menggunakan stik kanan.

Game ini menghadirkan dua karakter, apakah kamu bermain solo atau co-op bersama teman. Menggerakkan dua karakter sekaligus terdengar merepotkan bagi pemain solo, tak diragukan lagi, tetapi Darksiders Genesis memungkinkanmu untuk berganti karakter utama yang dimainkan. Bergonta-ganti antara kedua karakter ini direkomendasikan, karena kamu harus meningkatkan skill keduanya untuk mendapatkan pengalaman penuh dari game ini, terutama karena kamu akan menggunakan karakter yang satu ketika karakter lainnya mati. Kamu juga tidak ingin memaksakan diri menggunakan karakter yang tidak bisa kamu mainkan ketika melawan bos di level penuh lava ini.

Kedua karakter ini, yaitu War dan pendatang baru Strife (yang meramaikan game ini dengan lelucon terhadap saudaranya), memiliki gaya bermain yang sangat berbeda. Strife adalah seorang karakter yang lincah, berfokus pada pertarungan jarak jauh dan melempar jebakan berduri untuk lari dari bahaya, sedangkan War adalah petarung jarak dekat standar, menghajar musuh dan bos dari dekat.

Darksiders Genesis

Setiap karakter juga memiliki skill yang menyenangkan. Contohnya adalah klon bayangan Strife, yang bisa kamu gunakan ketika Strife dalam kondisi tersudut. Musuh akan menyerang klon tersebut, yang juga menembaki musuh, sehingga kamu bisa mundur dan menembaki mereka dari jauh. War memiliki bantingan yang kuat, memberikan damage kepada musuh yang berani berkumpul mendekatinya. Sistem perkembangannya mudah dimengerti. Seiring perjalanan kamu di game, kamu akan membuka berbagai skill yang nantinya bisa di-upgrade dengan mengunjungi Vulgrim. Tempat ini bisa kamu akses melalui pilar-pilar yang tersebar di semesta game (yang bisa kamu gunakan untuk memulai sebuah sesi co-op) atau langsung bertatap muka. Kamu juga bisa menemukan berbagai upgrade dan barang koleksi yang tersebar di dalam level.

Versi konsol memang memiliki beberapa masalah yang tidak ada di versi PC. Kami memainkan ini di Xbox One X dan sebelumnya sudah memainkan versi PC yang kami rasa lebih superior. Tak ada banyak masalah, tetapi ada beberapa yang jelas terlihat. Masalah utama dengan versi konsol adalah frame rate-nya. Kami menemukan ini beberapa menit ke dalam game di Xbox One X dan meski itu tidak begitu buruk, hal ini terlihat dibandingkan dengan versi PC.

Isu kedua adalah terkait efek visual. Beberapa efek skill terlihat bergoyang di konsol, dan yang paling parah adalah fireball dari hellhound, yang terlihat seperti kapsul kabur di konsol (di PC mereka terlihat seperti bola kematian yang renyah). Ini mungkin tidak terdengar buruk, tetapi ketika kamu mencoba untuk menghindari bola-bola api ini, efek visualnya yang lebih besar dari seharusnya mengganggu persepsi kami. Akan tetapi, selain isu ini, versi konsol cukup solid dan bagi mereka yang tak memiliki PC gaming, ini masih merupakan sesuatu yang nikmat untuk dimainkan.

Bagi kamu yang mencari petualangan hack n' slash top-down dengan berbagai kustomisasi gaya bermain, sebuah dunia yang epik, lingkungan megah, pertarungan epik, barang-barang koleksi, dan opsi upgrade tidak perlu mencari lebih jauh. Game berdurasi 10+ jam yang heboh ini akan memberimu banyak kesenangan dan gameplay-nya sendiri sudah cukup untuk membuatmu ingin bermain lagi dan lagi. Darksiders Genesis adalah sebuah udara segar dan Airship Syndicate berhasil membuat nama mereka diperhitungkan berkat ini.

Kamu sedang menonton

Preview 10s
Next 10s
Iklan
07 Gamereactor Indonesia
7 / 10
+
Controller lebih enak daripada mouse dan keyboard, lingkungan yang bervariasi, gameplay padat, dialog menyenangkan, protagonis hebat, pertarungan bos memuaskan, desain hebat, dukungan co-op.
-
Sulit untuk menguasai dua set skill dan gerakan, isu frame rate, beberapa skill membingungkan secara visual.
overall score
ini adalah skor dari jaringan kami. Bagaimana dengan kamu? Skor jaringan adalah rata-rata dari skor setiap negara

Teks terkait

Darksiders GenesisScore

Darksiders Genesis

REVIEW. Ditulis oleh Lisa Dahlgren

Serial Darksiders mendapatkan sebuah spin-off dengan desain bergaya Diablo. Sebaik apa Darksiders Genesis dari Airship Syndicate menyatu dengan franchise ini?



Loading next content


Cookie

Gamereactor menggunakan cookie untuk memastikan kami dapat memberikanmu pengalaman terbaik dalam menjelajahi situs kami. Jika kamu melanjutkan, kami menganggap bahwa kamu menyetujui kebijakan cookie kami.