Indonesia
review
Darksiders Genesis

Darksiders Genesis

Serial Darksiders mendapatkan sebuah spin-off dengan desain bergaya Diablo. Sebaik apa Darksiders Genesis dari Airship Syndicate menyatu dengan franchise ini?

Kamu sedang menonton

Preview 10s
Next 10s
Iklan

Serial Darksiders telah melewati banyak hal sepanjang masa hidupnya yang telah mendekati sepuluh tahun. Vigil Games, developer di balik dua game pertama, ditutup tidak lama setelah rilis Darksiders 2 sebagai akibat dari tidak beroperasinya penerbit besar, THQ. Kemudian, Nordic games (sekarang THQ Nordic) mengambil hak penerbitannya, kemudian Gunfire Games mengambil alih game ini setelah rilis sebelumnya Darksiders 3 dengan headline Fury. Sekarang, hanya setelah setahun berselang, serial ini mendapatkan tambahan berupa sebuah game spin-off dari Airship Syndicate yang diberi nama Darksiders Genesis.

Kami telah mengikuti perjalanan penunggang kuda, War, Death, dan Fury - kemudian Strife bergabung ke dalam pertempuran dalam Darksiders Genesis, bertempur di samping saudaranya, War, protagonis dari game original. Game ini bersetting sebelum game pertama dan setelah pertempuran di Eden, dimana para penunggang kuda (yang disesatkan oleh The Council, yang pada waktu itu dianggap sedang bekerja untuk memulihkan ketertiban dunia) memusnahkan bangsa mereka sendiri sampai hanya empat orang yang tersisa. Objective dalam Darksiders Genesis adalah untuk menemukan, mencapai, dan pada akhirnya menjatuhkan sang raja iblis, Lucifer, yang telah mengganggu keseimbangan dengan memberikan kekuatan dahsyat pada berbagai iblis.

Tidak seperti apa yang ditampilkan dalam game lainnya di serial ini, Darksiders Genesis bukanlah sebuah game third-person tradisional. Tetapi, developer telah memilih gaya dungeon-crawler top-down yang mirip dengan serial Diablo dari Blizzard. Kemampuan untuk mengupgrade dan elemen-elemen RPG masih sangat kuat terasa, akan tetapi, begitu juga aspek eksplorasinya.

Game ini dibangun dengan cara yang menarik, dimana kamu mengendalikan duo protagonis, War dan Strife. Hanya satu diantara keduanya bisa dikendalikan dalam satu waktu dan mereka menampilkan gaya bertarung dan kemampuan yang berbeda yang bisa digunakan untuk pergi menghadapi para malaikat dan iblis yang menghalangi petualangan mereka. War adalah tipe pertarungan jarak pendek kasar dengan gaya rangkaian gerakan yang lebih hack 'n slash (akan tetapi dia tetap memiliki beberapa serangan jarak jauh walaupun kami hanya menggunakannya untuk menyelesaikan puzzle) dan kami menggunakannya untuk pertempuran jarak pendek. Sementara itu, Strife adalah sebuah karakter jarak jauh dengan sebuah charge-shot dan sebuah handgun. Serangan-serangan duo ini semakin kuat di saat kamu membunuh musuh-musuh dan keduanya memiliki kemampuan khusus yang bisa di-upgrade baik dengan menemukan sebuah power-up dalam sebuah peti di dunia multi-map, atau langsung membelinya di Vulgrim.

Darksiders Genesis

Charge attack memerlukan amunisi untuk ditembakkan, s ementara serangan dasarnya tidak terbatas. Lebih dari itu, ada banyak senjata dan tipe amunisi spesial yang bisa ditemukan di sepanjang perjalananmu (dan kemudian menggantinya ada di roda weapon/ability). Misalnya, kamu bisa menghanguskan braziers dengan berdiri di samping kobaran api dan mengayunkan pedang lontar ke arahnya, menghantam brazier dengan pedang yang menyala atau bahkan menjatuhkan tembok diganti menggunakannya, yang diperlukan untuk bisa terus melaju di beberapa area.

Di sebagian besar waktunya, kamu akan bertarung melawan bermacam-macam prajurit iblis yang mendatangimu secara bergerombol ketika kamu berusaha melewati dungeon-dungeon iblis dan area-area terbuka yang luas, tetapi game ini juga menawarkan banyak boss-fight, yang juga sama dengan yang ada dalam Diablo. Mereka didesain dengan baik dan walaupun terasa menantang, tidak pernah ada terlalu banyak mekanika yang harus selalu diingat. Kamu bisa memusnahkan kebanyakan musuh kasar dengan gerakan mengelak yang baik dan serangan pada waktu yang tepat, semuanya sementara mengambil health-globe dan amunisi dari para prajurit di medan pertempuran untuk menjaga jumlah perbekalan. Akan tetapi, jika kamu mati, kamu akan berpindah ke penunggang kuda yang lain diantara duo ini sampai pertempuran berakhir dan (semoga) kamu yang keluar sebagai pemenang. Ini membawa kami ke sebuah elemen penting dalam Genesis: permainan co-operative.

Walaupun game ini bisa dimainkan sendirian, kamu juga bisa memilih untuk memainkannya bersama seorang teman, yang menurut kami adalah sebuah cara yang "tepat" untuk bermain. Kamu akan sering menemukan pilar-pilar dimana kamu bisa memanggil Vulgrim supaya bisa memeriksa peralatannya dan memulai sebuah sesi co-op, yang bagi kami membuat game ini seperti ingin mengarahkan kami dari bermain dalam mode single-player ke multiplayer, dan itu cukup masuk akal. Bukannya harus berganti-ganti di antara karakter-karakter dan terpaksa berganti dengan karakter lain yang masih hidup, secara berpasangan kamu bisa berjalan-jalan sebagai keduanya sekaligus, mengeksplorasi area-area berbeda untuk menghemat waktu dan membangkitkan satu sama lain ketika terjatuh. Pada intinya, Darksiders Genesis berdasarkan pada elemen-elemen co-operative, dan dengan demikian, rasanya kurang lengkap jika bermain sendiri (hanya saja, jangan mencoba untuk memainkannya dengan menggunakan mouse dan keyboard jika kebetulan ada teman kamu, game ini dibatasi tidak bisa dimainkan tanpa sebuah kontroler dan kami sarankan kamu mendengarkan peringatan developer ini).

Darksiders Genesis

Walaupun menawarkan akting suara yang hebat, grafik yang baik, dan efek pencahayaan yang atmosferik, game ini sepertinya memiliki beberapa bug. Perlu dicatat bahwa bahwa memainkannnya kembali setelah adanya patch pre-release, semuanya berjalan dengan mulus, tetapi masih ada beberapa hal yang harus diperbaiki sebelum bisa dikatakan bebas bug, seperti permasalahan crashing dan cutscene yang tak bergerak.

Di luar hal-hal ini, nuansanya sedikit terasa terpencar, seolah-olah developer tidak mengetahui apakah harus membuat game dengan nuansa komedi ataukah atmosfer gelap yang suram, dan ketidak selarasan ini kadang-kadang mengganggu keseruannya. Akan tetapi, itu bukanlah sebuah permasalahan besar, dan game ini masih tetap bisa dinikmati karena gameplaynya masih mengkilap, terutama pada saat-saat yang sangat intens. Menghadapi sekelompok musuh yang lebih tangguh, dan mampu melancarkan serangan sempurna sementarbergerak menghindari peluru-peluru yang berdatangan ketika semua yang ada di sekitarmu meledak terasa sangat memuaskan.

Darksiders Genesis adalah sebuah tambahan yang cukup baik pada sebuah franchise yang menjadi kesayangan, dan sudut pandang baru itu juga ikut memperkuatnya. Ceritanya cukup baik, akting suaranya hebat, karakter-karakternya ditulis dengan baik, dan opsi untuk memainkannya bersama seorang teman terasa menyenangkan. Kami ingin melihat beberapa permasalahan ditangani, tetapi secara keseluruhan, game ini berjalan dengan mulus, terlihat hebat, dan menyenangkan untuk dimainkan.

Kamu sedang menonton

Preview 10s
Next 10s
Iklan
Darksiders GenesisDarksiders GenesisDarksiders Genesis
07 Gamereactor Indonesia
7 / 10
+
Gameplay yang menyenangkan,opsi co-op yang hebat, karakter-karakter yang baik, setting prekuel yang baik, cerita yang cukup baik.
-
Ada sedikit bug, nuansa game yang terasa acak, sangat sulit dimainkan dengan sebuah keyboard dan mouse, beberapa kejadian crashing.
overall score
ini adalah skor dari jaringan kami. Bagaimana dengan kamu? Skor jaringan adalah rata-rata dari skor setiap negara

Teks terkait

Darksiders GenesisScore

Darksiders Genesis

REVIEW. Ditulis oleh Lisa Dahlgren

Serial Darksiders mendapatkan sebuah spin-off dengan desain bergaya Diablo. Sebaik apa Darksiders Genesis dari Airship Syndicate menyatu dengan franchise ini?



Loading next content


Cookie

Gamereactor menggunakan cookie untuk memastikan kami dapat memberikanmu pengalaman terbaik dalam menjelajahi situs kami. Jika kamu melanjutkan, kami menganggap bahwa kamu menyetujui kebijakan cookie kami.