Cookie

Gamereactor menggunakan cookie untuk memastikan kami dapat memberikanmu pengalaman terbaik dalam menjelajahi situs kami. Jika kamu melanjutkan, kami menganggap bahwa kamu menyetujui kebijakan cookie kami.

Indonesia
Gamereactor
review
Bravely Default II

Bravely Default II - Review

Bravely Default II, dengan beberapa isu kecilnya, akan tetap membuat pemain baru dan veteran terhibur dengan gaya, musik, dan pertarungannya.

HQ
HQ

Bravely Default di 3DS adalah salah satu JRPG terbaik selama satu dekade terakhir. Kombinasi pertarungan yang menakjubkan, karakter-karakter hebat, plot twist mendebarkan, dan soundtrack brilian membuatnya jadi game wajib main di konsol handheld itu. Mengambil inspirasi dari game Final Fantasy klasik, Bravely Default merupakan sebuah game yang menunjukkan sebuah adonan unik antara lama dan baru, mengambil resep-resep jaminan mutu dari genre itu dan menambahkan bumbu-bumbu baru untuk membuatnya sesuai dengan selera zaman.

Sekuel langsungnya, Bravely Second: End Layer, terasa menyenangkan meskipun hanya memiliki sedikit inovasi dan plot yang tidak berkesan. Lalu mereka juga merilis game Switch bervisual HD-2D yang indah, Octopath Traveller yang mengadopsi beberapa mekanika pertarungan Bravely Default. Kini tim yang sama sudah siap untuk merilis Bravely Default II ke Switch. Jika namanya membuatmu bingung, ini sama dengan game Final Fantasy. Elemen-elemen dari game sebelumnya mungkin masih ada, tetapi Bravely Default II dihiasi oleh cerita yang sama sekali baru dan latar yang tidak memerlukan pengetahuan akan pendahulunya (sementara itu, Bravely Second: End Layer adalah kelanjutan langsung dari kejadian di Bravely Default).

Bravely Default II
Ini adalah iklan:

Cerita kami bermula dengan Seth sang pelaut yang terdampar di Kerajaan Halcyonia setelah sebuah badai yang ganas. Di sana ia ditemukan oleh Gloria, putri Musa yang terusir, dan pengawalnya Sloan. Di sini Seth diberitahu tentang empat kristal elemental, yang menjaga alam tetap seimbang. Namun, setelah Musa diserang tiga tahun lalu oleh negara Holograd, kristal bumi, air, dan api telah hilang. Kini, hanya tinggal menunggu waktu saja untuk kehancuran dunia, dan tugas Gloria lah untuk mengembalikan kristal-kristal itu. Bersama Seth, Gloria juga ditemani oleh Adelle sang tentara bayaran yang mencari saudarinya, lalu ada Elvis sang ilmuwan, yang meneliti batu-batu misterius bernama Asterisk.

Cerita berkisar tentang pengembalian keempat kristal elemental mungkin seperti pernah terdengar di dalam game Final Fantasy apapun dari tahun 80-an hingga 90-an, dan narasi besar dari Bravely Default II memang tidak begitu revolusioner. Lalu empat karakter utama ini juga terasa tidak seimbang. Elvis dan Adelle akan memberimu tawa dan senyum di beberapa waktu, sementara Seth dan Gloria terlihat agak kaku, membosankan, dan kurang berkesan secara karakter.

Masalah dalam karakterisasinya lebih terasa lagi pada para karakter pendukung, terutama beberapa penjahat yang tidak punya motif selain karena mereka adalah orang jahat. Untungnya, terdapat pula bagian-bagian bagusnya. Beberapa bab benar-benar memikat berkat alur ceritanya yang gelap dan kompleks, dan terdapat beberapa karakter menyenangkan dan berkesan yang akan kamu temui selama perjalanan. Mempertahankan tradisi, game ini juga memberikan sejumlah plot twist menarik, yang memperkuat kualitas narasi dari game ini. Meskipun kualitas narasi dan pengembangan karakternya terasa kurang di sedikit area, Bravely Default II tetap bisa menghibur pemain selama permainan. Ia mungkin tidak memiliki kualitas setara pendahulunya, tetapi bukan berarti pemain tidak akan terhibur ketika memainkannya.

Bravely Default IIBravely Default II
Ini adalah iklan:

Nilai hiburan utama dari game ini bisa ditemukan dari pertarungan dan sistem kelasnya. Para veteran akan langsung terbiasa sejak awal, sementara pendatang baru harus mempelajari terlebih dahulu struktur dari sistem Brave dan Default yang menjadi ciri khas seri ini. Semua pertarungan di Bravely Default II berupa giliran, tetapi ketika pemain mendapat giliran, mereka bisa menggunakan Brave untuk melakukan lebih dari satu aksi per giliran. Semua karakter secara otomatis akan mendapatkan satu Brave per ronde. Jika kamu memilih Default, yang merupakan istilah game ini untuk bertahan, poin Brave akan disimpan untuk digunakan nanti. Ketika karaktermu mendapatkan giliran lagi, kamu bisa menggunakan poin Brave yang telah terkumpul. Kamu juga bisa melakukan lebih banyak aksi dari nilai Brave, tetapi akibatnya kamu tidak akan bisa bergerak selama beberapa ronde. Kunci dari semua pertarungan di Bravely Default II adalah mengetahui kapan melakukan Default dan bertahan dari serangan terkuat musuh, dan kapan menekan tombol Brave layaknya besok kiamat dan menghujani serangan ke musuh yang rentan dengan harapan itu sudah cukup untuk mengalahkannya.

Melawan seorang bos seringkali menghadiahkan kamu sebah Asterisk baru, yang akan membuka sebuah Job baru, istilah game ini untuk kelas. Game ini dimulai dengan kelas-kelas standar seperti Black Mage, White Mage, dan Monk, tetapi tidak perlu waktu lama sebelum kamu membuka beberapa kelas yang lebih unik dan menarik. Ketika sebuah Job dipilih sebagai Job utama, karaktermu akan mendapatkan poin Job selain poin experience biasa. Peningkatan level Job akan membuka akses ke skill baru, beberapa ada yang kuat dan menjadi penentu antara kemenangan dan kekalahan. Job juga bisa juga dipilih sebagai sub-Job, yang memberikanmu akses ke skill yang telah dibuka, tetapi kamu tidak akan mendapatkan poin Job untuknya.

Skill pasif bisa diatur di menu karakter (kamu bisa menggunakan hingga lima) dan dipilih apapun Job utama dan sekunder yang telah kamu pilih untuk karakter tersebut. Mudahnya mendapatkan skill, kekuatan, dan Job baru, plus sistem pertarungan Brave dan Default yang seru adalah pendorong utama dari Bravely Default II. Kamu akan terus maju untuk mendapatkan Job berikutnya, memaksimalkan kekuatan karakter dan menyeimbangkan kelompokmu dengan kombinasi terbaik untuk tantangan mendatang, yang banyak menanti tentunya. Bravely Default II tidak takut untuk memberimu tantangan berarti, dan ketidakmampuan untuk beradaptasi terhadap musuh baru akan menghasilkan kematian yang cepat.

Ketika tidak sedang bertarung, kamu akan menjelajahi lokasi-lokasi eksotis, dungeon dalam, dan peta overworld. Yang terakhir, sayangnya, disajikan dengan buruk dengan kamera yang mengganggu, membuat pemain hampir tidak mungkin untuk melihat sekitar secara utuh dan mendeteksi semua monster yang berkeliaran (tapi keberadaan monster yang terlihat di peta adalah sebuah perubahan positif bagi kami). Berjalan di dunia terbukanya merepotkan, dan sebaiknya kamu berjalan ke lokasi berikutnya sesegera mungkin. Di kota-kota dan dungeon, kameranya akan statis dan berjarak, dan gamenya lebih baik begini. Plus, di sini kamu akan menemukan tantangan-tantangan baru untuk B 'n' D, sebuah mini game berbasis kartu yang pada dasarnya adalah Othello dengan kartu berangka. Jika kamu merindukan mini game lama seperti Triple Triad atau Tetra Master, ini cocok untukmu.

Bravely Default IIBravely Default II

Seri Bravely selalu memiliki tampilan dan gaya visual khas, dan salah satu keuntungan akan kehadirannya di Switch adalah kemampuannya untuk menyajikan visual yang lebih bagus. Lokasi-lokasi di game ini sungguh indah, terutama kota-kotanya. Beberapa orang mungkin akan menganggap desain karakternya terlalu aneh. Tetapi jika kamu seperti saya, yang merindukan desain karakter gaya lama sebelum JRPG berubah menjadi penuh waifu dan fan-service (ya, Xenoblade Chronicles 2, kamu yang saya maksud!), maka gaya visual ini akan menjadi angin segar. Ia sederhana, tetapi juga kaya detail. Efek cahaya dan bayangan yang mampu Switch hadirkan menambahkan gaya ini lebih hidup lagi. Namun, game ini memang kadang memiliki masalah performa, dengan penurunan frame rate yang terlihat jelas dan pemuatan tekstur yang terlambat. Apakah ia akan menghancurkan pengalaman? Mungkin tidak, tetapi hal itu jelas terlihat.

Sesuatu yang akan kamu dapati selama permainan adalah soundtrack-nya yang menawan, yang digubah oleh Revo, yang terkenal akan lagu pembukaan Attack on Titan. Suasana dan suara audio di Bravely Default tidak seperti JRPG lainnya, dan Bravely Default II mengikuti tren itu. Meskipun musik di game pertama secara umum lebih baik, tetapi ada beberapa lagu yang keren di sini, yang terdiri dari berbagai genre dan instrumen. Jika kamu ingin sebuah soundtrack video game dengan flamenco, nada folk dengan suling dan gitar akustik, atau heavy prog rock dengan ritme berubah-ubah, semua ada di sini (dan sebagai pemain akordion bertalenta, Revo tentu saja memasukkan beberapa track akordion hebat di sini). Tema-tema berbeda yang disajikan benar-benar menakjubkan, dan terdapat beberapa referensi ke game pertama juga di sini, yang akan diapresiasi oleh pemain lama.

Bravely Default II

Bravely Default II memiliki kombinasi elemen lama dan baru yang pas. Ini adalah sebuah persembahan untuk zaman keemasan Final Fantasy, tapi sekaligus menyajikan sesuatu yang baru dan modern untuk pemain masa kini. Game ini memiliki beberapa isu kentara terkait performa, narasi besarnya, dan beberapa karakter (terutama para penjahatnya). Namun, sistem pertarungan dan kelasnya, lalu presentasinya sudah lebih dari cukup untuk membuatnya memuaskan. Seri Bravely mungkin bukan selera semua orang, tetapi Bravely Default II punya kualitas yang cukup untuk menarik hati para penggila JRPG klasik.

08 Gamereactor Indonesia
8 / 10
+
Sistem pertarungan yang mendalam dan menghibur. Gaya visual yang indah. Soundtrack renyah. Beberapa bagian cerita sangat berkesan. B 'n' D adalah mini game yang keren.
-
Peta overworld dan sistem kamera yang buruk. Perkembangan karakter dan cerita yang tidak seimbang. Masalah teknis minor.
overall score
ini adalah skor dari jaringan kami. Bagaimana dengan kamu? Skor jaringan adalah rata-rata dari skor setiap negara

Teks terkait

0
Bravely Default II - ReviewScore

Bravely Default II - Review

REVIEW. Ditulis oleh Ingar Takanobu Hauge

Bravely Default II, dengan beberapa isu kecilnya, akan tetap membuat pemain baru dan veteran terhibur dengan gaya, musik, dan pertarungannya.



Loading next content