Cookie

Gamereactor menggunakan cookie untuk memastikan kami dapat memberikanmu pengalaman terbaik dalam menjelajahi situs kami. Jika kamu melanjutkan, kami menganggap bahwa kamu menyetujui kebijakan cookie kami.

Indonesia
Halaman depan
teks gadget

Bose Frames

Bose telah mengombinasikan kacamata hitam dengan headphone, lalu bagaimana hasilnya?

Kami cukup yakin bahwa Bose akan memaafkan kami karena membuka review dari Bose Frames ini dengan sebuah pengumuman yang agak keras. Pemikiran awal kami terkait ide penggabungan antara kacamata hitam dan headphone adalah skeptis, dan hal itu bukan tanpa alasan. Kekhawatiran utama kami adalah kenyataan bahwa orang-orang yang memainkan sebuah DJ Master Mix yang mengganggu melalui speaker ponsel mereka adalah monster. Jujur saja, itu bisa terjadi kepada gawai ini. Akan tetapi, Bose Frames tidak menawarkan sama sekali gangguan itu.

Kami tidak membicarakan tentang mereka ulang Google Glasses sama sekali, atau sesuatu tentang AR. Ini lebih kepada sebuah alternatif atas headphone in-ear ketika kami sedang berjalan-jalan di bawah terik matahari sembari mendengarkan podcast atau ketika kamu hanya ingin mendengarkan lagu itu ketika sedang di luar. Bose telah menemukan sebuah cara menggabungkan elektronik konsumen dengan sesuatu yang sering kita gunakan pada hari yang cerah, dan konsep ini adalah satu yang menarik. Melalui Frames, Bose tidak bertujuan untuk menghadirkan musik bising yang orang-orang bisa dengar ketika kamu berjalan-jalan, tetapi lebih kepada menggabungkan dua benda fungsional menjadi satu paket.

Bose Frames

Melihat desain dari Bose Frames, tanpa mempertimbangkan "lengan"-nya, mereka terlihat seperti kacamata hitam Ray-Ban yang sudah ketinggalan zaman. Kami tidak mengkritik desainnya, tetapi lebih menyatakan bahwa Bose ingin mengambil selera seluas mungkin dengan menggunakan sebuah rangka dengan gaya klasik. Hal ini membuatnya tidak terlalu menonjol. Dalam hal ini, ia membantu untuk menyembunyikan beberapa fungsionalitas dan kami dapat mengkonfirmasinya bahwa Bose telah melakukannya dengan sangat baik. Meski begitu, intensitas kacanya sedikit lemah. Kami dapat melihat mata penggunanya dengan jelas melalui lensa itu, yang tentunya bukan selera semua orang. Lensanya sendiri memang memiliki proteksi 99% UVA/UVB begitu juga "tahan pecah dan gores".

Bahannya sendiri memiliki kualitas yang sangat baik. Tentunya, apa yang kamu lihat ini terbuat dari plastik, tetapi ketika kami bermain-main dengannya ia tampak tahan banting, seperti yang seharusnya dari sebuah kacamata hitam. Lalu, ketika kamu melihat bagian bawah bingkainya, maka terlihatlah bagian yang benar-benar membedakan kacamata ini dengan yang lainnya. Supaya bisa memasukkan speaker dan mikrofon yang digunakan untuk menangkal bunyi eksternal, lengannya sangat tebal. Jika hal ini terlihat, ketidakmenonjolannya langsung hilang karena bagian sampingnya jelas menonjol. Tampaknya terdapat pula alat bantu pendengaran di dalam bingkainya.

Bose FramesBose Frames

Dari segi visual, semuanya tergantung selera pribadi. Dengan begitu, teknologinya lah yang harus menjadi penentu apakah Frames akan tersisihkan dan menjadi sebuah proyek ambisius yang dikutuk oleh eksekusi buruk. Nyatanya, teknologi ini mampu menggantikan kekurangan visualnya.

Tersembunyi di bawah lengannya yang tebal, Frames memiliki sepasang speaker terdedikasi yang terarah langsung ke telinga. Melalui sebuah pemasangan sederhana dengan ponselmu, kamu bisa mendengarkan baik musik dan podcast dalam perjalanan tanpa harus menggunakan headphone berat atau earbud yang mengganggu. Speaker ini bahkan terdengear fantastis. Tentunya, suara bas di sini tidak sebagus sebuah headset high-end atau sebuah subwoofer, tetapi semua orang di kantor kami terkesan dengan kualitas dari musik, audio podcast, dan audio video ketika kami mencobanya. Di waktu yang sama, mikrofonnya meminimalkan audio yang bisa didengarkan oleh orang lain di dekat sang pengguna. Jika kamu mengencangkan volumenya, orang di dekatmu tentu akan mendengar esensi dari melodinya, tetapi kami terkesan akan betapa terisolasinya suara yang dihasilkan. Gangguan suara ekstrem dari luar akan kurang lebih menelan musiknya, jadi Frames bukanlah pilihan terbaik jika digunakan di jalur kereta yang sibuk atau sejenisnya.

Bose Frames

Ketika menggunakan Frames, kamu juga bisa menerima panggilan dan berbicara kepada Siri atau Google Assistant, dengan kualitas panggilan yang secara mengejutkan bagus. Dengan waktu 3,5 jam pemakaian dalam sekali isi ulang, terdapat banyak waktu untuk melakukan sebuah panggilan panjang atau mendengarkan lagu di sebuah perjalanan.

Bose Frames sendiri dibanderol dengan harga 199,95 GBP (sekitar Rp3,5 juta) yang terlalu mahal jika dibandingkan dengan fungsionalitas yang didapat. Idenya bagus, dan mengombinasikan dua gawai sehari-hari menjadi satu adalah sesuatu yang kami sambut dengan baik. Selain itu, kualitas bahannya baik dengan suara yang bersaing dengan Apple AirPods. Meski begitu, ide ini belum berhasil mencapai garis finish sepenuhnya.

07 Gamereactor Indonesia
7 / 10
overall score
ini adalah skor dari jaringan kami. Bagaimana dengan kamu? Skor jaringan adalah rata-rata dari skor setiap negara