Cookie

Gamereactor menggunakan cookie untuk memastikan kami dapat memberikanmu pengalaman terbaik dalam menjelajahi situs kami. Jika kamu melanjutkan, kami menganggap bahwa kamu menyetujui kebijakan cookie kami.

Indonesia
Halaman depan
preview
Borderlands 3

Borderlands 3 - Impresi Hands-On

Kami berkesempatan untuk memainkan game terbaru dari Gearbox Software ini di sebuah acara preview di Los Angeles.

Kamu sedang menonton

Preview 10s
Next 10s
Iklan

Pengumuman Borderlands 3 di PAX East beberapa waktu lalu membuat para penggemar seri ini bersorak kegirangan. Banyak di antara mereka yang menunggu untuk edisi ketiga sejak game keduanya muncul jauh di 2012 lalu untuk PS3 dan Xbox 360. Kini kami mendapatkan kesempatan untuk menjajal game yang ditunggu-tunggu itu sebelum ia dirilis ke pasaran pada 13 September 2019 nanti.

Kami diundang ke Los Angeles untuk melihat langsung pengungkapan gameplay begitu juga memainkan langsung Borderlands 3 selama 180 menit. Setelah kami memainkannya selama 3 jam, pastinya kami memiliki beberapa informasi menarik yang bisa kami bagikan kepada kamu semua.

Pada saat memasuki gedung acara ini, yang dihiasi dengan topeng psycho dari lantai hingga langit-langit, kami dipandu ke tempat duduk masing-masing untuk presentasi penampilan gameplay (pengungkapan gameplay resminya bisa kamu lihat di saluran Twitch resmi Borderlands jika kamu tertarik). Pada sesi ini, kami bisa melihat karakter Amara, seorang Siren kuat, di awal game. Ia segera dihampiri oleh Commander Claptrap, yang terlihat menyebalkan/menggemaskan seperti biasa.

Setelah mempelajari kontrol dasarnya, Amara berangkat untuk menginfiltrasi sebuah markas dari sekte Children of the Vault bersama rekan robotnya yang tak berguna. Sekte ini menarik karena berhubungan dengan dua antagonis baru yang terinspirasi oleh streamer (atau di Borderlands 3 mereka menyebutnya sebagai live-screamer dengan kalimat, "don't forget to like, comment, and obey") yang akan mengganggumu di sepanjang game, yaitu si kembar Calypso Tyreen dan Troy. Sekte ini melihat kedua kembar itu sebagai dewa dan menganggap vault yang tersebar di seluruh semesta sebagai hak lahir mereka. Tapi, sebagai seorang vault hunter, tentu saja kamu tak bisa membiarkan mereka begitu saja. Sebagai Amara, kamu akan bergabung dengan Crimson Raiders - dipimpin oleh veteran Borderlands Lilith - dan meski kembar Calypso ini tampak mampu menghasilkan kekacauan, kelompok Crimson Raiders benar-benar super keren.

Borderlands 3

Pada sesi pengungkapan gameplay, Amara dapat terlihat menghajar para Psycho dengan berbagai senjata gila yang ada di koleksinya, menggonta-gantinya setiap lima menit karena tentu saja, semakin banyak kekuatan semakin seru pula pertarungan.

Di sini jelas bahwa senjata-senjata ini telah dipikirkan matang-matang, lebih baik lagi dari game pendahulunya. Banyak senjata api, sebagai contoh, memiliki firing mode yang berbeda. Beberapa memberikanmu pilihan untuk mengubah senapan burst fire menjadi otomatis penuh, dan bahkan mengubah elemen dari pelurunya. Yang lain menawarkan granat di mode yang satu dan peluru kendali di mode lainnya. Favorit kami adalah senapan yang ketika diisi ulang, sang karakter akan melempar senapan itu ke depan, membuat sebuah senapan kecil di kaki, dan menembaki semua di depannya. Di sini banyak senjata yang tersedia dan kami dapat memastikan kepadamu bahwa penggemar Borderlands tidak akan kecewa.

Borderlands 3

Untuk loot sendiri, kami diberitahu tentang sistem loot opsional. Sistem ini memberikan solusi terhadap teman yang rakus atas loot dan didesain untuk menghentikan seseorang dari mencuri senjata keren yang ada di depan matamu. Jadi, di sistem baru ini pemain co-op akan diberikan loot yang terpisah. Itu artinya karakter dengan level yang lebih tinggi yang bermain dengan pemain dengan level lebih rendah akan dijamin mendapatkan senjata yang sesuai dengan levelnya, begitu juga dengan sang rekan co-op.

Co-op tidak diharuskan, kamu bisa memainkan game ini sendiri jika mau. Tapi jika kamu membutuhkan bantuan dari pemain lain, kamu bisa melepaskan kekacauan bersama menggunakan split-screen atau secara online. Fitur co-op, yang belum sempat kami mainkan pada sesi hands-on, tampaknya merupakan cara terbaik untuk memainkan game ini, apalagi jika melihat game-game sebelumnya. Pada presentasi gameplay terdapat dua developer yang melawan para Children of the Vault bersama-sama, memainkan dua kelas yang berbeda tampaknya berfungsi dengan baik ketika dipasangkan. Mereka berdua mengeksekusi rencana taktik mereka untuk mendapatkan keuntungan ketika bertarung.

Kamu sedang menonton

Preview 10s
Next 10s
Iklan
Borderlands 3

Kembali lagi ke Amara. Selain dari senjata-senjata, tentunya terdapat kemampuan-kemampuan menyenangkan yang bisa digunakan. Kami pun mendapat kesempatan untuk mencobanya. Amara, sang Siren, memiliki tiga skill tree berbeda atau sebut saja class. Semuanya memiliki "ultimate" masing-masing atau kekuatan utama dari class-nya, upgrade, dan augment. Kekuatan utama class Siren adalah kemampuan slam di mana Amara melompat dan menghantam di bawahnya, memberikan damage dan stun kepada musuh-musuh; sebuah lingkaran yang menarik musuh ke atas, membuat mereka tak berkutik; dan semacam pengisian kekuatan di mana ia melontarkan sebuah proyektil energi ke musuh, memberikan damage dalam garis lurus di depannya. Kamu bisa meningkatkan kemampuan-kemampuan ini begitu juga dengan stats dasar yang ada di skill tree dari class pilihanmu dan membuka upgrade baru. Meski kebanyakan upgrade bersifat pasif, augmen sendiri memiliki slotnya. Perlu diketahui juga bahwa meski Amara hanya bisa menggunakan salah satu class skill saja, Zane bisa menggunakan dua, dengan satunya bisa ditukar dengan slot granat di bumper kanan (dalam hal skill, ia lebih kepada jack-of-all-tades alias bisa semuanya).

Ketika dalam pertarungan, yang terasa sangat mulus, kamu akan menembaki kepala para bandit, meluncur ke sana kemari untuk menghindari tembakan musuh, menendangi tong elemental untuk memberikan damage besar (baik kepada musuh dan dirimu sendiri jika kamu tidak hati-hati), meledakkan musuh yang ada di balik perlindungan, dan bahkan menembaki pipa yang membuat minyak atau cairan radioaktif keluar dan bisa kamu manfaatkan. Pergerakan pemain terasa cair dan memanjat serta melompat ke bawah untuk mengejutkan lawan dari belakang akan membantumu. Intinya adalah, terdapat banyak mekanika baru yang menarik di sini.

Hal lain yang sangat menarik tentang game ini adalah markasmu yang berada di luar angkasa. Sanctuary 3 adalah sebuah kapal luar angkasa raksasa di mana kamu akan bertemu dengan semua temanmu, lama dan baru, nongkrong di kamar pribadimu, dan mengambil misi. Ngomong-ngomong tentang misi yang diambil di Sanctuary 3, kamu tak akan bertualang di Pandora saja, Borderlands 3 membawamu ke berbagai sistem lain. Meski kami belum mengetahui berapa banyak lokasi yang bisa kamu kunjungi, bisa dibilang Borderlands 3 mengembangkan franchise ini baik dalam hal ukuran dan inovasi.

Borderlands 3

Lingkungan dan berbagai lokasi yang kamu bisa jelajahi, karena adanya perjalanan angkasa, cukup bervariasi. Meski kami hanya melihat sebagian saja, kami sempat melihat estetika cyberpunk-neon, padang tandus, pabrik-pabrik berteknologi tinggi, dan "holy broadcast center" (ya, kamu tak salah baca). Jadi tak diragukan bahwa Borderlands 3 akan menghadirkan banyak variasi yang bisa dinikmati pemainnya. Ketika kamu berada di sebuah planet, kamu bisa menjajal aksi di atas kendaraan, pertarungan hebat, lingkungan dengan penampilan fantastis, dan misi utama serta side quest - semuanya diwarnai dengan komedi dan grafis ekstra renyah.

Jika kamu belum puas dengan hasil liputan ini, jangan khawatir, kami memiliki beberapa gameplay yang bisa kamu simak di situs ini. Kami juga akan memberikan informasi lebih banyak seiring semakin dekatnya perilisan game ini di PC, PS4, dan Xbox One pada September ini.

Kamu sedang menonton

Preview 10s
Next 10s
Iklan

Teks terkait

Borderlands 3Score

Borderlands 3

REVIEW. Ditulis oleh Kieran Harris

Entri ketiga yang ditunggu-tunggu dari franchise Borderlands telah hadir, apakah ini yang terbaik?



Loading next content