Indonesia
Gamereactor
review
Biomutant

Biomutant

Gunakan sebuah gaya bela diri baru untuk menyelamatkan atau menghancurkan dunia di fabel Kung-Fu karya Experiment 101 ini.

HQ

Akan sulit bagi saya untuk menulis review ini dan tidak mengatakan bahwa selama beberapa waktu saya khawatir tentang game ini. Experiment 101 pertama kali mengumumkan Biomutant pada Agustus 2017, dan selama empat tahun, kita tidak banyak mendengar tentangnya. Tetapi, pujian harus diberikan karena studio kecil asal Swedia itu berhasil merilis game ini ke PC, PS4, dan Xbox One. Setelah menghabiskan banyak waktu untuk menghabiskan apa yang ditawarkan oleh Biomutant, pada akhirnya saya memiliki penilaian yang beragam.

HQ

Ceritanya berlatar di dunia pascabencana, sebuah dunia di mana sisa-sisa peninggalan manusia hanyalah puing-puing bangunan dari peradaban yang telah punah. Kini dunia dihuni oleh makhluk-makhluk aneh, menakjubkan, dan tak jarang menakutkan. Kamu bermain sebagai seekor mutan, satu makhluk yang ahli dalam sebuah gaya bela diri baru yang menggabungkan pertarungan jarak dekat, jarak jauh, dan berbasis jurus bernama Wung-Fu. Menggunakan kekuatan ini, kamu harus menjelajah melalui dunia terbuka yang luas untuk bertemu karakter-karakter eksentrik dan membantu mereka mengalahkan empat makhluk perkasa dan ganas bernama World Eaters yang mengancam Tree-of-Life yang sakral di tengah-tengah peta. Dengan setiap keputusanmu memiliki potensi untuk memberikan pengaruh di luar apa yang sudah jelas, menjadi tugasmu untuk menyelamatkan dunia atau menjadi instrumen kehancurannya.

Di awal game, kamu akan membuat mutan kecilmu sendiri dengan mengutak-atik opsi kustomisasi yang cukup banyak. Pertama-tama, kamu harus memilih jenisnya, di mana terdapat enam pilihan, dan masing-masing memiliki kelebihan di bidang tertentu. Misalnya ada yang memiliki tenaga lebih besar atau ketahanan lebih tebal. Ketika kamu telah memilih jenis, kamu bisa memilih atribut mana yang ingin ditingkatkan dengan menggeser slider hingga kamu mendapatkan keseimbangan yang diinginkan antara lima atribut yang ada. Mereka adalah strength, agility, charisma, intellect, dan vitality. Setelah ini, kamu bisa mengutak-atik ketahanan sang karakter terhadap elemen-elemen tertentu. Contohnya, kamu dapat lebih tahan terhadap api tetapi lemah terhadap dingin. Lalu kamu bisa memilih tampilan bulumu dan memilih skema warna. Terakhir adalah memilih tipe kelas yang ada lima, masing-masing menawarkan keunikannya. Sebagai contoh, Dead-eye bagus dalam senjata jarak jauh, sementarak Psi-freak merupakan pengguna kekuatan yang lebih serbabisa.

Sistem ini jauh lebih beragam dibanding yang saya duga sebelumnya dan memungkinkan kamu untuk menciptakan karakter yang benar-benar unik, bahkan meskipun kebanyakan terlihat seperti makhluk aneh yang bisa membuat Dr. Frankenstein pun bergidik. Ada banyak yang perlu dipelajari sejak awal game, dan semua stats dan ciri khas RPG itu membuat segalanya sulit dipahami di awal.

BiomutantBiomutant

Terdapat berbagai macam mekanika RPG yang sebenarnya sedikit membuat kewalahan, dan akan lebih baik jika beberapa disederhanakan. Tidak hanya kamu harus meningkatkan atribut inti dari karaktermu ketika ia naik level, tetapi kamu juga memiliki opsi untuk membuka sejumlah kekuatan dan skill yang membuka kombo dan gerakan baru. Tapi untuk alasan tertentu terdapat tiga tipe upgrade point berbeda yang harus didapatkan untuk bisa membuka gerakan-gerakan dan kekuatan yang terlihat sangat mirip.

Kamu mungkin berpikir semua ini akan menghasilkan sebuah sistem pertarungan yang terasa unik, dan secara teori memang demikian. Akan tetapi, pertarungannya begitu mudah dan musuh-musuh biasanya di bawah harapan, sehingga sulit untuk membuat waktu yang dihabiskan dalam membuka kekuatan baru menjadi sepadan ketika senjata api dan pedang saja sudah cukup. Ini tanpa diragukan lagi adalah salah satu gangguan terbesar saya dari Biomutant, karena semua sistem RPG ini mengalir melalui pertarungannya, tetapi pertarungan itu sendiri tidak menantang dan tidak pernah meminta kamu untuk mencari cara lain selain komponen inti dari menembak dan menyabet.

Permainan tembak-menembaknya sendiri cukup bagus, meskipun pertarungan jarak dekatnya tidak begitu, tetapi keduanya mudah untuk dicerna, dan kamu tidak perlu menjadi seorang genius kombo untuk memaksimalkan teknik Wung-Fu yang membutuhkan input tertentu untuk dilaksanakan. Poin umum yang saya coba jelaskan adalah ada banyak hal yang terjadi di Biomutant, dan mudah sekali merasakan bahwa ia adalah sebuah RPG yang terlalu penuh namun cukup dangkal di dalamnya, meskipun adanya jumlah statistik dan perilaku yang absurd untuk dipelajari.

BiomutantBiomutant

Anehnya, hal ini diterjemahkan ke dunia terbukanya. Peta dari Biomutant cukup besar dan memiliki beragam bioma untuk dijelajahi, masing-masing dengan beberapa tempat-tempat menarik yang berupa titik-titik, tetapi terasa lumayan kosong. Jangan salah, kamu memiliki tempat-tempat yang bisa dikunjungi dan loot yang bisa diambil untuk mengembangkan karakter lebih jauh, tetapi kecuali kamu mengikuti campaign utama atau melakukan beberapa side quest (ada banyak), petanya terasa sedikit hambar. Mungkin terasa seperti itu karena ukurannya yang cukup besar, tetapi saya tidak merasa perlu menjelajah ke area baru sama sekali ketika menyelesaikan campaign utama.

Ini membawa saya ke salah satu bagian yang paling mengecewakan dari Biomutant, yaitu alur cerita utamanya. Mengalahkan empat World Eaters mengisi sebagian besar dari cerita, dan menyelesaikan sebuah Tribe War mengisi sisanya. Para World Eater sejauh ini adalah pertarungan bos terbesar yang harus kamu hadapi, dan sayangnya mereka tidak lebih menantang dari pertarungan reguler. Tentu saja, mereka menawarkan beberapa mekanika keren yang sering kali seputar tunggangan unik (kendaraan atau hewan), tetapi meskipun menawarkan beberapa sinematik yang menawan, tidak banyak yang bisa digadang-gadangkan.

Tribe War, di sisi lain, mengajakmu mengambil alih sejumlah pos yang dikuasai oleh suku rival yang tidak mengikuti kepercayaan yang sama dengan sukumu. Kamu harus menyelesaikan sejumlah tugas untuk mengklaim pos-pos ini, untuk bisa bertemu dengan Tribe Sifu (pemimpin) untuk mendiskusikan persyaratan atau menghadapi mereka dalam pertarungan untuk menundukkan suku tersebut. Isu utamanya adalah jika kamu memilih untuk berperang, kamu akan melakukan tiga tugas yang sama ketika mengklaim pos setiap kali kami menghadapi suku yang berbeda, hanya berbeda daerah saja. Ini membuat seluruh perang ini dengan cepat terasa membosankan.

Jika itu belum cukup, Biomutant memiliki seorang narator yang mengomentari seluruh gerakan yang kamu lakukan, dalam gaya David Attenborough. Konsep ini menjadi memuakkan setelah beberapa jam. Untungnya kamu bisa menurunkan frekuensi ini di pengaturan.

HQ

Yang akan saya katakan adalah ini bukanlah sebuah game yang buruk. Biomutant terlihat hebat, dengan dunia dan makhluk-makhluk penghuninya yang aneh namun menakjubkan. Ia menawarkan sejumlah opsi kompleks yang sering terasa berlebihan, tetapi mereka memang memberikan banyak kedalaman untuk RPG ini. Lalu, terdapat dilema moral yang akan menerpamu, keputusan-keputusan yang akan memengaruhi game secara drastis, seperti apakah kamu memilih untuk mengeksekusi para Sifu dari suku rival atau menerima mereka ke suku kamu dengan tangan terbuka.

Pilihan yang kamu lakukan benar-benar membedakan game ini dengan RPG lain dan mengambil waktu untuk mempertimbangkan aksimu sangat penting, terutama jika kamu ingin menyelamatkan dunia atau melihatnya jatuh ke dalam kekacauan lebih dalam. Dan, bagi mereka yang kurang puas dengan keputusan-keputusan yang telah dilakukan, terdapat sebuah New Game+ yang tersedia ketika campaign selesai. Mode ini akan mempertahankan semua peralatan dan kemampuanmu, lalu dengan kemampuan untuk mengulang campaign dan membuat keputusan lebih baik dibandingkan pertama kali. Kamu bahkan bisa bergabung dengan suku lain selain dua awal yang disajikan kepadamu di permainan pertama.

Bisa dibilang Biomutant jauh melampaui harapan rendah saya yang penuh prasangka. Ini adalah game yang berjalan dengan baik, terlihat hebat, dan dibangun di sebuah dunia yang menarik untuk dikunjungi lagi di masa depan. Namun, ketika saya membandingkannya terhadap raksasa-raksasa RPG yang muncul akhir-akhir ini, sulit untuk menyandingkannya. Apakah Biomutant akan menyediakan sebuah pengalaman menyenangkan yang belum pernah ada sebelumnya? Ya. Tetapi apakah ia memiliki komponen yang akan mengecewakan? Juga ya.

HQ
BiomutantBiomutantBiomutant
BiomutantBiomutant
06 Gamereactor Indonesia
6 / 10
+
Game dengan latar indah dan dunia pascabencana aneh. Opsi kustomisasi sangat luas. Pilihan moral yang dibuat memengaruhi game dengan cara yang menarik.
-
Mekanika RPG terasa berlebihan. Pertarungannya di bawah harapan. Sistem naratornya menyebalkan.
overall score
ini adalah skor dari jaringan kami. Bagaimana dengan kamu? Skor jaringan adalah rata-rata dari skor setiap negara

Teks terkait

BiomutantScore

Biomutant

REVIEW. Ditulis oleh Ben Lyons

Gunakan sebuah gaya bela diri baru untuk menyelamatkan atau menghancurkan dunia di fabel Kung-Fu karya Experiment 101 ini.



Loading next content


Cookie

Gamereactor menggunakan cookie untuk memastikan kami dapat memberikanmu pengalaman terbaik dalam menjelajahi situs kami. Jika kamu melanjutkan, kami menganggap bahwa kamu menyetujui kebijakan cookie kami.