Indonesia
review
Assassin's Creed Odyssey

Assassin's Creed Odyssey

Petualangan Yunani yang besar dan padat.

Kamu sedang menonton

Preview 10s
Next 10s
Iklan

Franchise Assassin's Creed telah mengalami perubahan selama bertahun-tahun. Sejak franchisenya dimulai, perubahan terbesar terjadi pada Origins yang rilis tahun lalu. Odyssey melanjutkan di jalur yang sama dengan menambah beberapa fitur baru yang mengalihkan gaya permainan lebih jauh dari akar adventure yang berfokus pada stealth. Stealth masih ada di dalamnya, masih juga berupa petualangan, tapi secara keseluruhan game ini merupakan sebuah action-RPG open-world dan sejujurnya perubahan ini sangat kami terima.

Assassin's Creed Odyssey melangkah mundur lebih jauh dari waktu sebelumnya, sebelum Bayek menemukan brotherhood. Dengan kata lain, game ini menawarkan wawasan lebih pada "first civilisation" (peradaban pertama) secara menyeluruh. Dan dengan sedikit kejutan, para penggemar setia akan sangat tertarik bukan hanya dengan latar sejarahnya (yang luar biasa), tapi juga dengan cerita peradaban pertamanya. Terdapat tiga rangkaian utama dari cerita dan semuanya terjalin untuk menciptakan narasi yang secara mengejutkan telah berhasil, sekalipun game ini memang sudah besar dalam hal konten, karakter, dan cakupan dunianya.

Pertama, cerita utama dari game ini, sama seperti Origins, adalah tentang keluarga - sebuah tragedi Yunani. Kedua, ceritanya tentang menjatuhkan mereka yang bertanggung jawab atas tragedi tersebut (Sekte) dan mempelajari banyak hal tentang peradaban pertama (yang diceritakan setengah jalan dari permainan). Peradaban pertama sendiri merupakan bagian utama dari kepentingan yang ada di zaman modern (seperti biasa, di sini kamu "bertualang" menuju masa nenek moyang dari masa depan), tapi seperti dalam Origins, ia sedikit, singkat, dan saling berjauhan. Seperti yang kamu harapkan dari seri ini, game ini adalah perpaduan dari masalah yang serius, hal yang lebih ringan, dan beberapa intrik keluarga yang akan membuat penulis dari The Bold and The Beautiful cemburu. Bagi kami, karakter-karakter yang ada telah membuat Odyssey dapat kami nikmati.

Assassin's Creed OdysseyAssassin's Creed Odyssey
Layla kembali, dan kamu memiliki banyak pilihan untuk mengkustomisasi penampilan dan gaya permainan karaktermu termasuk penampilan tudung non-Creed.

Hal utama dari inovasi terbaru ini adalah pilihan pemain, bukan hanya dari sisi dialog, tapi juga dari sisi aksi. Mulai dari memilih protagonis antara saudara kandung Alexios dan Kassandra. Walaupun kamu harus memilih, sebenarnya siapapun yang kamu pilih akan menjadi saudara kandung yang lebih tua dalam cerita. Kamu akan mendapatkan konsekuensi dari setiap pilihanmu nantinya. Contohnya, terdapat quest sekte di mana kamu dapat memilih untuk menyelamatkan seseorang, tapi hanya jika kamu sebelumnya telah memutuskan untuk membunuh target diam-diam ketimbang menjadi tontonan publik. Pilihan-pilihan tersebut juga menjadi warna dalam dialog dengan orang-orang penting. Apakah kamu memilih untuk menjadi religius atau memilih gaya modern yang lebih pragmatis, pilihanmu akan membentuk alur cerita Alexios atau Kassandra. Jika kamu memilih kekerasan pada adegan-adegan utama, hal ini juga terkadang menjadi faktor. Hal ini bisa terasa langsung atau tidak, tapi secara keseluruhan semua berjalan dengan baik dan telah menjadi sesuatu yang melekat pada Assassin's Creed, jadi sulit untuk dibayangkan jika ke depannya tidak ada fitur ini lagi ke depannya.

Bagian yang juga ada di Origins, tapi hanya pada bagian yang ditulis skrip (dan mungkin adalah bagian yang tidak terlalu kami sukai), adalah pertempuran laut. Dilihat dari geografi Yunani, sangat wajar jika banyak terjadi pertempuran di laut. Tapi di sini semuanya terikat pada satu open world, seperti Black Flag. Sementara sebagian besar game berlangsung di daratan Yunani dan pulau-pulau sekitarnya, dapat dikatakan bahwa pertempuran kapalnya menyenangkan dan dibuat dengan baik. Sistem keseluruhan untuk meningkatkan kualitas kapalmu (Adestria) dan merekrut awak kapal cukup mendalam. Seringkali kamu akan mendapatkan tamu di atas kapal yang akan memberikanmu update seputar misi yang sedang kamu jalani. Barnabas, yang dengan senang hati menyerahkan posisi kapten padamu setelah kamu menyelamatkannya, juga selalu ada di kapal. Ia sangat senang membicarakan petualangan yang telah kamu lewati di daratan.

Pertempurannya mungkin agak terlihat sama dengan Origins, tapi tambahan kemampuan (yang kamu letakkan di tombol controller) dan perisai yang dienyahkan (pilihan yang cukup aneh untuk sebuah game tentang orang Spartan buangan), membuatnya sangat berbeda, khususnya nanti jika kamu telah cukup jauh memainkannya. Kamu sangat kuat di pertempuran langsung berkat kemampuanmu. Kemampuan untuk menyembuhkan diri juga sangat mengubah caramu menaklukkan musuh. Pengelakan dan pengalihan serangan menggantikan tangkisan dan membuat pertarungannya lebih agresif dan ofensif. Kami juga mengapresiasi mungkinnya pengalokasian poin skill yang bebas, membuatmu bisa menyesuaikannya dengan pertempuran tertentu atau sesederhana jika kamu ingin memfokuskan karaktermu pada jenis skill tertentu (Hunter, Assassin, Warrior). Sebagian besar pemain kemungkinan akan membuat gabungan antara kemampuan pasif dan aktif. Tapi di luar itu, keleluasaan untuk mengganti penggunaan poin skill pada kemampuan yang tidak kamu gunakan selalu menjadi hal yang bagus.

Kamu sedang menonton

Preview 10s
Next 10s
Iklan

Satu hal yang membuat kami bingung dengan persenjataan adalah mahalnya biaya yang dibutuhkan untuk melakukan upgrade senjata. Sangat menyenangkan ketika kamu tidak perlu mengeluarkan terlalu banyak koin di Origins untuk dapat meningkatkan level senjata favoritmu tanpa banyak masalah. Di Odyssey, koin saja tidaklah cukup, kamu membutuhkan banyak bahan lain (jumlah yang sangat banyak bahkan) untuk dapat meningkatkan level perlengkapanmu. Jadi kamu kemungkinan besar akan sering mengganti perlengkapanmu agar levelnya tepat untuk bertempur. Satu hal yang meringankan hal ini adalah fitur engraving (juga dapat dilakukan di tukang pandai besi) yang memungkinkanmu untuk menambahkan bonus tertentu pada senjata, entah perk pada armor, warrior damage, atau racun yang lebih kuat. Hal ini memungkinkanmu untuk memberikan beberapa penyesuaian pada senjata dan kamu tak perlu lagi fokus menaikkan level pada beberapa senjata favorit saja. Tetap saja, sistem ekonomi baru ini cukup membatasi kebebasan pemain dan menghabiskan 400 kayu (seukuran hutan yang cukup luas) untuk meng-upgrade sebuah panah sangat tidak masuk akal. Kami berasumsi iming-iming dari microtransaction adalah pelakunya.

Assassin's Creed memiliki riwayat yang cukup bermasalah dengan beberapa game sebelumnya yang rilis dalam kondisi belum selesai. Unity adalah merupakan contoh utama dari sebuah game yang seharusnya memiliki waktu 2-3 bulan lebih lama dalam pengembangan. Sementara Origins adalah langkah yang besar di arah yang juga tepat, sayangnya Odyssey tidak semulus pendahulunya. Ini bukanlah bug besar yang kamu temukan di Unity, tapi terdapat cukup banyak masalah kecil di sini; tekstur yang keluar, sedikit freeze ketika kamu bergerak dengan cepat melalui area dengan kuda (sebelum wilayahnya selesai dimuat mungkin), percakapan tampaknya menggunakan baris yang salah beberapa kali tergantung pilihan sebelumnya (setidaknya terasa aneh), dan sesekali kudanya mengapung dan tingkah laku AI yang aneh (hal ini terjadi juga di Origins). Waktu loading-nya di PlayStation 4 Pro (pada unit yang kami coba) juga terlampau banyak. Kami mewajarkan waktu loading yang dibutuhkan untuk game sebesar ini, tapi kami tidak menemukan alasan kenapa di setiap potongan adegan juga terdapat loading yang cukup sering. Bahkan untuk memuat peta pun terkadang membutuhkan beberapa detik. Oleh karena itu kami berpikir, jika kami tidak segera menyelesaikan review ini, kami harus menunggu beberapa patch turun sebelum memainkan game. Hal-hal ini bukanlah masalah kerusakan game, tapi cukup banyak gangguan kecil pada game ini yang mempengaruhi impresi keseluruhan.

Assassin's Creed OdysseyAssassin's Creed Odyssey
Kamu akan menggunakan kapal untuk menjelajahi wilayah dan pulau (kamu juga bisa menggunakan fast travel seperti biasa), tapi sebagian besar konten di laut adalah opsional.

Yunani kuno adalah tempat yang megah. Keberagaman geografis, kebun zaitun, gunung, pulau, laut, gua, pantai, dan dataran: semuanya terlihat mengagumkan. Walaupun sebagian dari keagungan Mesir dengan piramida dan padang pasirnya yang luas itu hilang, patung-patung dewa yang sangat besar dan kuil-kuil telah mewakili sebagian dari keagungan tersebut. Game ini hadir dalam dua mode, Guided dan Exploration. Mode Exploration beroperasi seperti Origins di mana kamu harus menggunakan peta untuk menemukan lokasi-lokasi dan menggunakan elangmu (Ikaros) untuk mengintai. Mode Guided beroperasi lebih seperti AC terdahulu di mana kamu mendapatkan arah persis ke lokasi yang harus kamu tuju. Sama seperti mencari jalanmu sendiri ke suatu tempat atau menggunakan bantuan Google Maps.

Perang Peloponnesia terjadi pada 431 SM. Di sini sebuah sistem akan kamu temukan di mana kamu dapat membantu menggulingkan atau mempertahankan golongan yang mengendalikan berbagai wilayah. Pada dasarnya, kamu akan menjalani beberapa tugas untuk membuat kerusuhan di sebuah wilayah; membunuh pasukan, menjarah peti harta karun, membakar beberapa persediaan, dan membunuh pemimpinnya. Hal ini, secara bergantian, membawamu ke Conquest Battle, tambahan baru di seri ini di mana kamu akan memasuki arena pertempuran dengan pasukan lainnya dan menghabisi musuh, kapten, dan semacamnya untuk meraih kemenangan kelompokmu. Mode ini beroperasi dengan baik, sesuai dengan kehidupan seorang tentara bayaran, tapi membuatnya tidak terasa seperti Assassin's Creed. Bagian opsional ini bukan mode yang terlalu kami sukai seperti bagian lainnya.

Yang perlu diingat, dengan pengecualian dari beberapa misi cerita utama, adalah bahwa bagian ini opsional. Objektifnya bukan untuk memenangkan perang bagi satu pihak, tapi untuk mencari tahu tentang nasib keluargamu dan menjatuhkan sekte. Jika kamu senang dengan hal ini, ada hadiah yang cukup bagus berupa perlengkapan dan poin experience yang bisa kamu dapatkan.

Assassin's Creed OdysseyAssassin's Creed Odyssey
Banyak sekte yang bisa kamu buru dan akan memakan sebagian besar waktumu di Odyssey karena hal ini memenuhi hampir semua konten.

Beberapa momen terbaik di Odyssey kami dapatkan sebagiannya berkat narasinya yang bercabang. Di Mykonos, kami harus berhadapan dengan seorang perwira Spartan setelah kami tidur dengan kekasihnya dan akhirnya ia pun menolak untuk bertempur melawan pasukan Athena. Kami bisa menggunakan taktik ini, atau kami bisa memilih untuk tidak menggunakan alur percintaan. Selama misi sampingan, kami tidak sengaja membunuh ibu dari pemberi quest dan tidur dengan ayahnya. Kami pun tidak terlalu senang dengan akibat yang dihasilkannya. Struktur percabangan cerita ini mungkin masih dalam tahap awal bagi Odyssey, karena belum seberkembang game-game Bioware. Tapi ini adalah langkah awal yang bagus dan tentunya memberikan sesuatu yang baru pada game ini. Pendapat kami tentang cerita asmaranya kurang lebih sama; kami ingin melihat lebih banyak nuansa. Semuanya tetap menjadi tambahan menghibur yang membuatmu bisa memainkan sebuah peran.

Sisi sistemiknya juga bagus dengan sistem Mercenary yang mengingatkan kami pada sistem Nemesis dalam Shadow of Mordor dan Shadow of War. Kadang-kadang kami mencari-cari masalah sendiri dengan membawa tingkat wanted kami ke zona berbahaya. Tantangan kami rasakan dari tentara bayaran yang berdatangan dari berbagai arah.

Satu hal yang cukup mengecewakan adalah tomb-nya, yang terasa kurang dikembangkan sehingga kami jarang memakan waktu yang lama untuk mencapai "prasasti"-nya. Kami ingin melihat lebih banyak teka-teki daripada sekedar ular dan kegelapan dan meluncur di bawah tembok atau menghancurkannya.

Sudah lama kami tidak membaca sejarah dan mitologi Yunani kuno, dan karena Odyssey lah kami jadi tertarik kembali. Sulit untuk membayangkan sebuah tempat dan waktu dalam sejarah di mana terdapat perkembangan yang luar biasa di bidang obat-obatan, politik, filosofi, dan masyarakat, semua dalam satu tempat. Mungkin hal tersebut adalah yang terbaik dari Odyssey. Walaupun masih gagal untuk memenuhi standar tinggi seperti Origins, Odyssey masih berhasil unggul di beberapa bagiannya. Jelas bahwa Ubisoft sedang mencoba membangun Assassin's Creed yang lebih sistemik, yang akan membuatmu lebih sibuk dalam game, di mana para tentara bayaran menciptakan gameplay yang seru, dan di mana terdapat banyak hal yang bisa dilakukan selain menamatkan cerita dan mencapai level 50.

Kamu sedang menonton

Preview 10s
Next 10s
Iklan
Assassin's Creed OdysseyAssassin's Creed OdysseyAssassin's Creed Odyssey
08 Gamereactor Indonesia
8 / 10
+
Sebuah dunia yang besar dan bervariasi. Formula baru dalam bentuk pilihan keputusan. Era yang brilian untuk sebuah game. Membangun lebih lanjut dari Origins. Karakter yang sangat mudah dikenang.
-
Tingkat polesan di bawah Origins. Beberapa pemain mungkin merasa game ini terlalu jauh dari formula dasar Assassin's Creed. Upgrade senjata terlalu mahal. Tomb mengecewakan.
overall score
ini adalah skor dari jaringan kami. Bagaimana dengan kamu? Skor jaringan adalah rata-rata dari skor setiap negara

Teks terkait



Loading next content


Cookie

Gamereactor menggunakan cookie untuk memastikan kami dapat memberikanmu pengalaman terbaik dalam menjelajahi situs kami. Jika kamu melanjutkan, kami menganggap bahwa kamu menyetujui kebijakan cookie kami.