LIVE
Live broadcast
Skip
logo hd live | Anthem - Update 1.1
Cookie

Gamereactor menggunakan cookie untuk memastikan kami dapat memberikanmu pengalaman terbaik dalam menjelajahi situs kami. Jika kamu melanjutkan, kami menganggap bahwa kamu menyetujui kebijakan cookie kami.

Indonesia
Gamereactor Indonesia
artikel
Destiny 2

Lompatan Besar Bungie: Bagaimana Nasib Mereka Setelah Berpisah dengan Activision?

Kira-kira model bisnis apa yang cocok untuk dilakukan pada Destiny? Apa yang sedang terjadi di Activision?

Destiny 2

Ada banyak hal yang bisa diperkirakan tentang apa yang akan terjadi dengan Bungie. Di sini kami memiliki banyak teori, beberapa cukup aneh. Tentu semua orang menoleh ketika kepala Xbox Phil Spencer dengan cepat menyambut keputusan mereka dengan mengucapkan selamat dan mengatakan bahwa mereka adalah "studio independen favoritnya" dan ia menunggu untuk bisa bekerja sama dengan mereka lagi. Apakah Microsoft akan melangkah kembali dan menawarkan sesuatu untuk Bungie? Kami berasumsi bahwa MS masih memiliki saham minoritas di studio tersebut yang mereka dapatkan ketika perpisahan mereka dulu. Jadi ada sebuah insentif bagi tim Xbox untuk mendukung mereka lebih dari sekadar langkah PR tersebut. Kemungkinannya kecil, tapi dengan pendekatan baru Microsoft yang lebih hangat terhadap studio pihak pertama, tentu akan menjadi sebuah penawaran yang menggiurkan untuk Bungie, jika memang ada penawaran yang terjadi.

Yang tampaknya cenderung terjadi adalah Bungie melakukan seperti yang mereka katakan, yaitu menerbitkan Destiny secara independen. Namun, hal itu bisa terjadi dengan berbagai cara. Secara logika numerik, entri berikutnya dari seri ini adalah Destiny 3, tapi itu masih jauh dan studio tersebut membutuhkan bahan bakar untuk bertahan selama mereka mengerjakannya, di mana monetisasi Destiny 1/2 sangat penting untuk itu (lebih mudah dikatakan daripada dilakukan). Alternatifnya adalah mencari penerbit lain, tapi apakah mereka tertarik untuk melakukannya mengingat tujuan mereka adalah menjadi independen? Alternatif satu lagi adalah memiliki penerbit yang berbeda di setiap region, layaknya CD Projekt Red menerbitkan game mereka. Ini bisa menjadi pilihan yang dapat memberikan fleskibilitas dalam mendekati setiap pasar.

Membawa game ini menjadi free-to-play, setidaknya di wilayah tertentu (ingat kerja sama mereka dengan NetEase), akan berpotensi membawa pemasukan. Akan banyak pula perusahaan-perusahaan yang berkenan untuk berinvestasi jika kesempatannya terbuka, karena Bungie sendiri telah memiliki nama dalam membangun game besar.

Dengan membawa Destiny ke ranah free-to-play dan meninggalkan entri berangka, studio ini dapat mengubah kedua game dan ekspansi mereka menjadi sebuah live service berkelanjutan yang berisi banyak konten. Menggunakan Warframe sebagai contoh, studio ini dapat bertransisi dari penjualan retail menjadi pengalaman yang sepenuhnya online, merilis ekspansi besar setiap tahunnya untuk menarik dan mempertahankan pemain, dan update rutin untuk menjaga pemain setia tetap sibuk. Model ini sudah terbukti berhasil dan Bungie memiliki IP yang dapat membuat hal tersebut berjalan. Tentunya jika mereka mampu mengelola transisi dengan baik.

Kita harus menunggu untuk melihat apa yang direncanakan oleh Bungie. Dengan Destiny berada di tangan mereka dan kemampuan untuk meluncurkan IP dan proyek baru, perpisahan dengan Activision ini tak begitu kacau jika dibandingkan dengan perpisahan mereka dengan Microsoft di mana mereka harus mengucapkan selamat tinggal kepada Master Chief dan Halo. Waktu yang akan menjawab apakah langkah ini adalah langkah yang benar bagi Bungie, tapi untuk sekarang kami tertarik untuk terus menyimak apa yang akan terjadi dengan developer asal Seattle ini.

Skip