Cookie

Gamereactor menggunakan cookie untuk memastikan kami dapat memberikanmu pengalaman terbaik dalam menjelajahi situs kami. Jika kamu melanjutkan, kami menganggap bahwa kamu menyetujui kebijakan cookie kami.

Indonesia
Gamereactor Indonesia
artikel

Jadwal Rilis Game Indie Tahun 2019 #1

Kami telah mengumpulkan segerombolan game indie yang tak sabar ingin kami coba tahun ini.

  • Teks: GR Staff

Sunless Skies (PC) - 31 Januari
Developer: Failbetter Games

Failbetter games adalah para master dalam menciptakan dunia yang sangat menarik melalui tampilan visual dan penulisan yang memukau. Jadi sebuah lanjutan dari game roguelike mereka di tahun 2015, Sunless Sea membuat kami sangat tertarik. Dengan sebuah sistem pertempuran yang ditingkatkan dan sebuah cerita yang baru untuk diungkap oleh para pemain, mereka akan memiliki banyak hal yang bisa dieksplorasi melalui lokomotif penjelajah luar angkasa mereka.

Super Meat Boy Forever (PC, PS4, Switch, Xbox One) - April 2019
Developer: Team Meat

Sekuel dari game yang sukses di tahun 2012, Super Meat Boy, Tim Meat boy telah menghadirkan kembali Meat Boy dan Bandage Girl untuk menyelamatkan anak mereka dari Dr Fetus yang tidak bermoral. Berubah dari platformer 2D ke sebuah runner, game ini menjanjikan tingkat kesulitan yang sama dengan apa yang kita cintai bertahun-tahun yang lalu, tetapi dengan beberapa lika-liku yang baru.

The Hong Kong Massacre (PC, PS4) - 2019
Developer: VRESKI

Sebuah top-down shooter yang menyerupai Hotline Miami, game ini cerita seorang polisi yang ingin membalas dendam untuk partnernya. Dengan sangat terinspirasi oleh film-film aksi Hong Kong, pemain akan melakukan aksi tembak-tembakan di seluruh kota, melalui level-level yang mendalam yang kami ingin segera mainkan.

ToeJam & Earl: Back in the Groove (PC, PS4, Switch, Xbox One) - 1 Maret
Developer: HumaNature Games

Setelah mendapatkan dana pada tahun 2015 melalui Kickstarter, reboot dari game roguelike alien funky yang klasik ini telah bertahan dari beberapa masalah di sepanjang jalannya, tetapi HumaNature telah bergerak melewati hambatan-hambatan ini. Kita akhirnya siap mendapatkan lebih banyak dari ToeJam, Earl, Latisha, dan ibunda dari Earl di saat kita mencoba mengumpulkan hadiah dan mengirimkan bagian-bagian dalam level-level yang dipenuhi makhluk-makhluk bumi yang menjengkelkan dan banyak rahasia.

Tunic (PC, Xbox One) - Hopefully 2019
Developer: Andrew Shouldice

Art style yang unik dan tampilan isometrik dari Tunic karya Andre Shouldice (yang sebelumnya dikenal sebagai Secret Legend) tetap bertahan. Game ini telah membuat kami terpukau di E3 tahun lalu, yang merupakan bagian dari game-game ID@Xbox yang ditampilkan Microsoft. Petualangan aksi yang terinspirasi dari Zelda ini memberimu kendali dari seekor rubah yang mungkin paling imut sepanjang masa.

Untitled Goose Game (PC, Switch) - 2019
Developer: House House

Jika ada hal yang diajarkan oleh Hot Fuzz, itu adalah bahwa burung-burung bisa menciptakan kekacauan di desa-desa yang tenang, dan itu adalah yang akan kamu lakukan ketika kamu menjadi seekor angsa dalam Untitled Goose Game. Tugasmu adalah menciptakan kekacauan dengan suara, lelucon-lelucon, dan pencurian, seperti sebuah Hitman yang ramah keluarga dari bangsa unggas. Ini adalah sebuah game yang secara khusus membuat kami tertarik, jadi mudah-mudahan semuanya berjalan dengan baik.

Wargroove (PC, PS4, Switch, Xbox One) - Q1 2019
Developer: Chucklefish

Dengan Nintendo menolak untuk membuat game Advance Wars lainnya, sekarang tergantung kepada para developer indie untuk mengisi kekosongan itu, dan Chucklefish (Starbound) sangat bersemangat untuk tampil melalui Wargroove. Tetapi itu belum semuanya, karena Wargroove menambahkan beberapa lapisannya sendiri ke dalam adonannya, dan setting fantasi yang aneh itu telah membuat kami tertarik. Cakupan dari game ini juga mengesankan dengan sebuah map editor, mode puzzle, dan permainan online.

Winter Hall (PC, PS4, Xbox One) - 2019
Developer: Lost Forest Games

Kami memainkan karya yang berkualitas ini di Rezzed tahun lalu dan mengagumi konsep yang dibawanya, membawa kami maju dan mundur dalam waktu di saat kami menyelidiki sejarah Winter's Hall dengan wabah yang ada di dalamnya, melihat bagaimana lokasi pedesaan tersebut berubah seiring waktu ketika kami melakukannya. Ini benar-benar sesuatu yang layak untuk membuatmu meluangkan waktu, terutama jika kamu adalah seorang fans dari sebuah petualangan first-person yang mengasah otak dan drama sejarah.