Cookie

Gamereactor menggunakan cookie untuk memastikan kami dapat memberikanmu pengalaman terbaik dalam menjelajahi situs kami. Jika kamu melanjutkan, kami menganggap bahwa kamu menyetujui kebijakan cookie kami.

Indonesia
Gamereactor Indonesia
artikel
Red Dead Redemption 2

Game Terbaik 2018: Red Dead Redemption 2

Seluruh voting telah dilakukan, angka-angka telah dihitung, dan akhirnya kami siap untuk mengumumkan game terbaik pilihan kami untuk tahun ini.

  • Teks: GR Staff

Rockstar memilih waktu yang baik ketika mengeluarkan game-game baru mereka, tetapi ketika hasilnya sampai sebaik ini, siapa yang bisa menyalahkan mereka. Mulai dari kesuksesan luar biasa yang dicapai Grand Theft Auto V dan, melihat lebih jauh lagi ke belakang, Red Dead Redemption pada tahun 2010, studio ini telah bersusah payah meracik sebuah petualangan bertema dunia western yang tiada tandingannya. Mereka tidak tanggung-tanggung ketika menambahkan kekayaan dan detail ke dalam dunia terbukanya yang ekspansif.

Red Dead Redemption 2 membawa pemain ke dalam posisi seorang Arthur Morgan secara digital, seorang anggota dari geng pelanggar hukum yang melarikan diri dari para penegak hukum yang sedang mencoba untuk menaklukkan beberapa elemen dunia wild west yang paling liar. Game ini di samping mengenai kekerasan bersenjata dan eksplorasi dunia terbukanya, juga merupakan sebuah cerita mengenai modernisasi dan evolusi, mengucapkan selamat tinggal kepada hal-hal yang lama di dan di saat yang sama mencoba sebaik mungkin untuk menerima hal-hal yang baru. Tetapi kebanyakan mengenai tembak-menembak tanpa tanggung jawab dan pencarian akan ketenaran, kejayaan, dan uang yang banyak.

Rockstar telah membuat petualangan yang ekspansif ini dengan menggunakan sudut pandang yang menyerupai sebuah film, dan jika kamu adalah seorang fans dari film western Hollywood, maka kami yakin kamu akan mendapatkan lebih banyak kepuasan dalam mengeksplorasi penggalan dari dunia wild west di awal abad 20-an ini. Itu adalah sebuah waktu yang penting dalam sejarah bangsa itu dan kita bisa melihat event-event melalui mata dari orang-orang yang hidup dalam sisi sejarah yang salah, geng-geng pelanggar hukum yang mencari kebebasan itu dan the American Dream sebagai sesuatu yang didapatkan secara paksa dan bukan usaha dan kerja keras yang jujur.

Sementara ceritanya diambil dengan lensa kamera Hollywood, dunianya sendiri digambarkan dengan detail terperinci yang superlatif. Rockstar telah bersusah payah menambahkan lapisan detail ekstra ke dalam kerja keras mereka. Dan perhatian terhadap detail itulah yang telah menjual visi dari studio tersebut. Berkat tambahan elemen yang terasa nyata tersebut, para pemain merasa lebih dekat dengan event-event yang terjadi, bukan hanya karena tampilan visualnya yang spektakuler, maupun musiknya yang terus terngiang, tetapi karena ada hubungan yang kuat antara aksimu dan dunia di sekitarmu. Kami merasa terhubung dengan aksinya lebih dari game lainnya di tahun ini, merasa terlibat dalam setiap momennya.

Level penulisan seperti itu terasa semakin luar biasa ketika kamu mengingat dunia terbuka yang dimiliki oleh Red Dead. Banyak game-game yang hebat bisa seperti itu karena developer mereka bisa mengatur dengan ketat dan memberikan arahan dalam setiap langkah yang akan kamu ambil. Rockstar memberimu begitu banyak kebebasan akan tetapi berhasil mempertahankan hal-hal mendasar yang membuatmu tetap berada di dalam dunia alternatif ini. Ini adalah sebuah sandbox yang kaya dan terperinci yang kaya akan konten, dan memerlukan waktu yang banyak sampai kamu bisa melihat semua yang bisa diperlihatkan game ini kepadamu.

Dan itu bahkan belum memperhitungkan Red Dead Online, komponen multiplayer yang diluncurkan tidak lama setelah game utamanya. Dengan membandingkan pendahulunya, GTA Online, rasanya cukup masuk akal untuk memperkirakan bagian game yang ini masih dalam masa mudanya, dan para pemain bisa mengharapkan konten-konten baru yang menantang dalam bulan-bulan dan tahun-tahun ke depan. Opus dari Rockstar telah hadir dengan cukup banyak pengalih perhatian dan sesuatu yang membuat penasaran yang bisa memuaskan seluruh gamer yang paling menuntut dan haus akan konten-konten (setidaknya untuk beberapa waktu, beberapa orang tidak pernah merasa cukup akan konten baru).

Salah satu elemen yang benar-benar menonjol adalah keberagaman dan kualitas dari soundtrack yang ditulis oleh Woody Jackson, yang perlu diingat juga bekerja sama dengan sejumlah kolaborator dan musisi berbakat. Di bawah bimbingannya, rangkaian musik dari Red Dead Redemption 2 menjadi salah satu atau bahkan yang terbaik di tahun ini, dan ada beberapa aransemen yang akan mendampingimu dalam momen-momen kontekstual dari game ini.

Visi Rockstar dalam hal sinematik diwujudkan dalam pemandangan yang benar-benar memukau dan penampilan yang menakjubkan. Mereka tak tanggung-tanggung dalam menghidupkan bagian ini, dan kami suka menjelajahi dunianya dan menemukan semua detail-detail kecil yang bisa kami temukan. Sementara sandboxnya sendiri tidak diragukan lagi istimewa dalam banyak hal, semua itu bisa diwujudkan berkat arahan yang berkualitas dan hasil kerja yang baik dari para aktor seperti Roger Clark (Arthur Morgan) dan Benjamin Byron Davis (Dutch van der Linde) yang benar-benar memberikan perwujudan dari dunia wild west ini. Clark secara khusus memberikan sebuah penampilan yang natural dengan banyak momen-momen kuat yang dipertegas oleh semua aksi tembak-menembak itu.

Berkat desain audio-visual yang sangat baik itu, beberapa penampilan hebat dari para aktornya, dan sejumlah konten reaktif yang didesain dengan cerdik, Red Dead Redemption 2 adalah sebuah petualangan yang tak terlupakan dan benar-benar sebuah video game yang brilian. Rockstar telah membuat sebuah action-adventure third-person western yang fantastis. Dan itu adalah kenapa kami menjadikannya sebagai game terbaik untuk tahun 2018. Dan mengingat persaingan yang ada, itu adalah sebuah hasil yang didapatkan melalui sebuah perjuangan.

Red Dead Redemption 2