Gamereactor Close White
Log in member






Lupa password?
Saya bukan member, tapi saya ingin bergabung

Atau log in menggunakan akun Facebook
Gamereactor Indonesia
artikel

InXile & Obsidian - Duo alumni Interplay yang bertemu kembali di Microsoft

Dua developer RPG besar bergabung dengan keluarga Microsoft Studios, mari kita tilik kembali sejarah dari kedua studio yang saling bertautan ini.

  • Teks: Bengt Lemne
Facebook
TwitterReddit

Microsoft telah merangkul sekaligus dua developer RPG premium dengan masa lalu yang berhubungan, menghadapi tantangan yang di masa lalu, yang dengan caranya sendiri bangkit kembali oleh Kickstarter dan sekarang menjadi jawara dalam pengalaman RPG old-school.

Sebuah artikel tentang InXile Entertainment dan Obsidian Entertainment harus diawali dengan Interplay Productions. Lagi pula, inilah perusahaan yang didirikan oleh Brian Fargo sebelum InXile dan tempat di mana dia menghabiskan hampir dua dekade mengerjakan dan menerbitkan berbagai game, termasuk game dari Black Isle Studios yang dipimpin oleh co-founder dari Obsidian Entertainment, Feargus Urquhart. Entah bagaimana, Microsoft menggabungkan inti dari apa yang dulunya adalah Interplay. Kini tinggal mendapatkan nama dan beberapa hak atas IP terakhir yang dimiliki oleh Interplay saja agar semuanya kembali. Ya, mungkin minus Chris Avellone yang telah mengatakan hal-hal yang kurang bagus mengenai kedua mantan bosnya di Obsidian.

Star Wars: Knights of the Old Republic II memang hebat, tetapi sayangnya entah kenapa game ini terburu-buru, diharapkan selesai dalam 9 bulan.

Brian Fargo adalah orang pertama yang meninggalkan Interplay dan mendirikan InXile Entertainment pada tahun 2002. Permasalahan Interplay mulai muncul pada akhir tahun 90-an walaupun berhasil mencetak hits seperti Fallout dan Fallout 2, dan kemudian Baldur's Gate: Dark Alliance, mereka tidak pernah benar-benar pulih dan sedikit demi sedikit semuanya mulai tercerai-berai. Setahun kemudian divisi RPG mereka, Black Isle, yang dipimpin oleh Feargus Urquhart ditutup, yang kemudian mendirikan Obsidian Entertainment.

Kedua studio ini memulai kembali apa yang belum mereka selesaikan. Game pertama Inxile Entertainment adalah The Bard's Tale, sebuah action-RPG yang mengambil salah satu game pertama Brian Fargo di Interplay dan menggunakan engine Dark Alliance. Sementara Obsidian Entertainment diberikan sedikit waktu untuk melanjutkan game yang menjadi hit dari Bioware, Star Wars: Knight of the Old Republic, dengan Black Isle mempublikasikan game Baldur's Gate dari Bioware beberapa tahun sebelumnya. Untuk Obsidian, ini adalah sebuah permulaan dari banyak proyek yang serupa, mengerjakan sebuah sekuel dari game yang diciptakan oleh developer lain, termasuk Neverwinter Nights II, Dungeon Siege III, dan Fallout: New Vegas. Tentu saja New Vegas adalah kesempatan bagi banyak orang di dalam tim untuk berjumpa kembali dengan Fallout setelah Interplay membatalkan game ketiga dari serial ini ketika Black Isle ditutup.

The Bard's Tale adalah sebuah spin-off yang menggunakan engine Dark Alliance dan menawarkan action-RPG yang ramah konsol.

Inxile telah mendapatkan kesuksesan dengan game-game yang lebih kecil seperti Line Rider 2 dan Fantastic Contraptions. Akan tetapi proyek besar mereka yang selanjutnya, Heist, dibatalkan pada tahun 2010 karena penerbit Codemasters ingin fokus pada "game kualitas tinggi". Aduh!

Obsidian mencoba-coba menciptakan IP baru dengan tema dunia mata-mata, Alpha Protocol, sebuah game yang mendapatkan review yang beragam, tetapi memiliki beberapa fans yang sudah seperti pengikut setia. Alpha Protocol diterbitkan oleh Sega, tetapi proyek berikutnya bersama Sega dibatalkan bahkan sebelum ditampilkan dengan layak, sebuah RPG yang berdasarkan pada IP Alien. Proyek berikutnya yang dikerjakan oleh Obsidian, Stormlands juga pada akhirnya dibatalkan (bahkan, game ini rencananya akan diterbitkan oleh Microsoft) dan tiga tahun telah berlalu sejak dungeon Siege III sampai dirilisnya South Par: The Stick of Truth (game bermasalah lainnya yang berganti penerbit dari THQ yang bangkrut ke Ubisoft).

Banyak fans lebih menyukai Fallout: New Vegas dibandingkan Fallout 3 yang dikembangkan oleh Bethesda. Tetapi game ini kehilangan satu atau dua poin rating metacritic yang menyebabkan hubungan yang kurang baik sampai dibatalkannya sebuah sekuel atau spin-off kedua yang dikembangkan oleh Obsidian.

InXile telah terjun kembali ke dalam katalog lama Interplay dalam Hunted: The Demon's Forge (yang secara bebas diambil berdasarkan The Demon's Forge dari Interplay) yang diterbitkan pada tahun 2011 oleh Bethesda tanpa banyak kegiatan seremonial. Tidak lama setelahnya, setelah hebohnya Kickstarter yang mengeluarkan game seperti Double Fine Adventure (kemudian Broken Age) pada Februari 2012 dan ini memberikan Inxile ide untuk mendanai pengambangan dari Wasteland 2 (yang hak ciptanya didapatkan Fargo satu dekade sebelumnya) melalui platform crowdfunding tersebut. Obsidian yang berada pada posisi yang serupa telah memiliki dua proyek yang dibatalkan, dan ingin kembali ke akar mereka, menempatkan Project Eternity (yang kemudian menjadi Pillars of Eternity) pada Kickstarter di akhir tahun yang sama.

Kesuksesan Kickstarter memicu sebuah perubahan pada kedua perusahaan di mana mereka memiliki hubungan yang lebih dekat dengan fans mereka dan mampu membuat game-game yang mereka sendiri rindukan di mana mereka mencoba RPG untuk pemain yang lebih luas (konsol). Sebuah hal yang kadang kadang sukses, tetapi kadang-kadang juga gagal.

Dunia Numenera yang aneh dan indah dalam Torments: Tides of Numenera.

InXile mengikuti dengan Wasteland 2, lalu disusul dengan suksesor spiritual dari game klasik Interplay, dalam bentuk Torment: Tides of Numenera. Tahun ini mereka juga menghadirkan The Bard's Tale IV: Barrows Deep, sebuah pendekatan klasik dari Bard's Tale yang pernah dibuat InXile dulu.

Di lain pihak, Obsidian menemukan pekerjaan dengan My.com untuk rival World of Tanks, Armored Warfare (sampai 2017, ketika My.com mengambil alih tanggung jawab pengembangan), bersama dengan CRPG Tyranny, yang diterbitkan oleh Paradox pada 2016, begitu juga sekuel untuk Pillars of Eternity, Deadfire, yang dirilis awal tahun ini.

Pillars of Eternity 2: Deadfire adalah perilisan dari Obsidian yang paling akhir dan diharapkan segera hadir di konsol.

Kedua perusahaan telah mengalami banyak pasang surut selama beberapa tahun ini, dan mungkin turunnya minat orang-orang dalam crowdfunding membuat keputusan untuk bergabung dengan Microsoft lebih mudah. InXile bekerja sangat keras untuk Wasteland 3, sebuah game yang didanai melalui Fig.co dan akan dirilis di PS4 (kecuali Microsoft membuat semacam perjanjian dengan para investor), dan Pillars of Eternity II: Deadfire dari Obsidian didanai melalui skema yang serupa oleh penerbit Versus Evil (yang juga diharapkan untuk dirilis di PS4 dan juga Xbox One) dan dengan waktu yang berdekatan (secara resmi pada akhir 2018, tetapi itu mungkin bisa berubah).

Selain dari itu, tidak ada game yang diumumkan secara resmi, tetapi Obsidian pernah mengumumkan kemitraan dengan Private Division, label indie dari Take-Two untuk sebuah game original yang dibuat oleh tim yang dikepalai oleh Tim Cain dan Leonard Boyarsky. Mungkin inilah salah satu alasan kenapa Microsoft ingin mengambil Obsidian, dan masih harus dilihat apakah akan tetap diterbitkan oleh Private Division ataukah akan melakukan kebalikan dari Mass Effect (Microsoft menerbitkan Mass Effect yang pertama, kemudian EA membeli Bioware dan serial itu kemudian menjadi multiplatform dengan EA sebagai penerbitnya). Brian Fargo telah mengungkapkan ketertarikan untuk kembali ke semua yang dulu dimiliki oleh Interplay dan juga menciptakan sesuatu yang juga baru. Masih harus dilihat apakah sesuatu itu.

Mungkin juga Microsoft akan mengizinkan Obsidian dan InXile mengambil sendiri apa yang masih ada di IP Microsoft. Mungkin ini bukanlah jalur yang paling memungkinkan, tetapi bayangkanlah RPG Halo buatan Obsidian atau jika Inxile ingin mengerjakan sesuatu yang berhubungan dengan Shadowrun. Akan menarik juga melihat dunia Gears of Wars dijelajahi oleh salah satu perusahaan ini atau bahkan mungkin Fable (walaupun rumornya yang ini telah direboot oleh Playground Games). Mungkinkah Obsidian ingin kembali ke konsep Stormland yang dibatalkan Microsoft beberapa tahun yang lalu?

Wasteland 3 diharapkan hadir di PC, PS4, dan Xbox One tahun depan.

Dari sudut pandang Microsoft Studios, mudah melihat alasan kenapa pengambilalihan ini masuk akal. Setelah menutup sedikit studio yang fokus pada RPG yang mereka miliki (Lionhead Studios dan bahkan sebelumnya FASA Interactive), sekarang mereka mendapatkan dua developer terbaik dalam bidang CRPG di bawah mereka. Bagi kedua alumni Interplay yang bertanggung jawab atas kedua studio, ini merupakan exit yang baik, sementara studio mereka juga mendapatkan stabilitas keuangan yang sedikit lebih baik lagi. Meski begitu, kamu tidak bisa menebak kapan Microsoft akan memperkecil porsi studionya lagi. Dalam banyak hal, ini adalah sebuah win-win solution untuk keduanya, dengan mungkin fans CRPG yang bermain Steam akan dirugikan... itupun setelah Wasteland 3 nanti.