Gamereactor / Dansk / Svenska / Norsk / Suomi / English / Deutsch / Italiano / Español / Português / Français / Nederlands / 中國 / Polski
Gamereactor Close White
Log in member






Lupa password?
Saya bukan member, tapi saya ingin bergabung

Atau log in menggunakan akun Facebook
Gamereactor Indonesia
artikel
Assassin's Creed Odyssey

8 Hal yang Hilang di Assassin's Creed Sejak Hadirnya Origins dan Odyssey

Perubahan yang telah dilakukan oleh seri Assassin's Creed dalam beberapa tahun ini telah membuat kita merindukan elemen-elemen lama...

Facebook
TwitterRedditGoogle-Plus

Seri Assassin's Creed telah berlangsung sejak lama. Seiring berjalannya waktu hingga kehadiran serinya yang ke-10, saga action adventure bertemakan pembunuhan ini telah beralih menjadi sebuah RPG ketimbang sebuah stealth adventure sebagaimana harusnya. Dengan segala perubahannya, beberapa orang melihatnya sebagai sesuatu yang baru, sedangkan sebagian orang lainnya merindukan Assassin's Creed original yang mereka cintai selama bertahun-tahun. Tidak akan pernah selesai jika memperdebatkan apakah perubahan ini merupakan perubahan yang baik atau tidak, karena jawaban masing-masing orang akan berbeda. Hal ini juga yang telah didiskusikan di antara tim editorial kami, khususnya hal-hal yang kami rindukan dari Assassin's Creed sejak hadirnya Origins.

Hidden Blade yang Mematikan

Hidden blade tanpa diragukan lagi merupakan hal yang paling membedakan seri ini dari game lain. Senjata ini telah membunuh musuh dalam jumlah banyak. Namun, sejak Origins, hidden blade telah kehilangan kesaktiannya (dan di Odyssey, hidden blade digantikan dengan tombak). Hal ini adalah bukti perubahannya menjadi sebuah RPG, di mana angka dan statistik menentukan serangan yang mematikan dan yang tidak. Karenanya, musuh-musuh kuat sudah jarang terbunuh dengan hidden blade.

Assassin's Creed Odyssey

Hal ini tidaklah ideal menurut kami. Yang kami sukai dari Assassin's Creed adalah bagaimana kami bisa membunuh musuh diam-diam, dan perubahan pada formula ini tidak mendukung hal itu lagi. Bayangkan kamu berada dalam situasi di mana kamu harus melakukan pembunuhan diam-diam untuk mendapatkan imbalan. Jika kamu ketahuan saat sedang menguntit musuhmu, itu tak masalah; itu kesalahanmu dan kemudian harus bertarung secara terbuka. Namun, sebelum kesalahan tersebut terjadi, hidden blade seharusnya menjadi senjata penghabisan. Kamu tetap bisa menyelesaikan misi di Origins dan Odyssey secara diam-diam, tapi itu terjadi hanya karena kamu bisa menghindar dari pertarungan. Ketika kita mencoba melawan musuh Elite... hasilnya tidak pasti dan seringkali hanya mengurangi setengah dari nyawa musuh, atau bahkan kurang dari itu. Bahkan pilihan kemampuan yang tepat pun tidak membantu, karena kemampuan musuhmu juga ikut meningkat. Pembunuhannya tidak lagi semudah membunuh secara diam-diam dan menusuk musuhmu dari belakang.

Mengelola Brotherhood

Brotherhood, sekelompok bajak laut, atau apapun kita menyebut mereka, merupakan aspek lain yang sudah tidak ada lagi (sekalipun Odyssey kembali ke formula awal dalam bentuk yang lebih sederhana; kamu akan menemukan kapten yang membantumu meningkatkan kualitas kapal). Sayangnya, selain pertempuran langsung, mereka agak kurang berguna ketika kamu memanggil mereka untuk bertempur menggunakan skill Call to Arms.

Assassin's Creed Odyssey

Kami merindukan pengelolaan brotherhood. Merencanakan misi, memilih orang-orang yang tepat, dan mempertimbangkan risiko dalam tantangan, membuat kami merasa menjadi bagian dari mereka. Terutama semenjak Revelation, di mana Ezio dapat merekrut anggota untuk menjalankan misi spesial dan, sebagaimana layaknya seorang mentor, memberikan mereka masukan dan nasihat. Assassin's Creed III bahkan mungkin lebih baik lagi dalam hal ini karena mereka membuat brotherhood terasa lebih personal. Setiap anggotanya memiliki sejarah dan kemampuan unik, yang memudahkannya membangun hubungan antar satu sama lain. Kami berharap di sekuelnya, Brotherhood akan kembali dalam bentuk yang sama atau bahkan lebih luas lagi.

Rumahku Istanaku>

Kami juga merindukan tempat seperti rumah. Ezio dengan vilanya, Connor dengan desanya, Edward dengan pulaunya, dan Frye bersaudara dengan keretanya (keren sekali, kan?!). Kapal di Odyssey memang hadir sebagai markas atau semacamnya, tapi di sana tidak terasa seperti rumah. Beberapa orang bilang bahwa tempat-tempat tersebut tidak terlalu memiliki fungsi, dan dalam hal mekanik, tempat tersebut hadir hanya sebagai sebuah tempat untuk menyimpan penghargaan dan tempat berbelanja. Walaupun begitu, tempat-tempat tersebut adalah sebuah hiburan dalam game-nya sendiri, sebuah selingan antar misi, sesuatu yang seharusnya dapat hadir di game-game terbaru.

Assassin's Creed Odyssey

Bahkan kapal milik Edward memberikan lebih banyak pilihan dengan kabinnya. Mungkin tidak berfungsi terlalu banyak selain sebagai sebuah tempat untuk melakukan upgrade, tapi sesuatu yang diberikan oleh tempat ini tentunya akan membawa kita lebih jauh ke dalam dunia game-nya. Dan hal-hal seperti ini juga dapat ditemukan di RPG lain. Seperti pada Suikoden, ada satu titik di mana kita akan memiliki istana, istana yang seiring dengan progres petualanganmu akan terisi dengan orang-orang dan beberapa upgrade. Sangat menyenangkan untuk memiliki tempat untukmu mengasah kekuatan dan merasa nyaman berada di dunia game-nya. Dan, game yang paling menarik dalam hal ini adalah game ketiga dari seri ini. Di sana kita tidak hanya bisa mengajak karakter penting ke desa kita tapi juga melakukan serangkaian misi untuk mereka, untuk memperkuat kelompok kita.

<h3>Zaman Sekarang

Kita tidak memiliki misi zaman sekarang yang mantap sejak masa Desmond. Zaman tersebut hadir kembali di Origins, yang memperkenalkan jagoan baru dari game-nya, tapi peran pemain dalam event-event yang berkaitan dengan Layla Hassan sendiri hanya sedikit. Odyssey sedikit lebih menarik dalam hal ini, karena para pemain dapat menjalin ikatan dengan Layla lewat interaksi dengan lingkungan sekitar dan kebebasan yang lebih besar.

Assassin's Creed Odyssey

Hal ini tentunya merupakan sebuah arah perkembangan yang baik dan kami harap kali ini kita dapat membangun ikatan yang lebih lama. Selain itu, organisasi yang kita pimpin menawarkan lebih banyak hal yang bisa kita lakukan. Dan karena kita tidak membicarakan orang terpilih dalam beberapa game, kami harap Layla tidak akan menjadi satu-satunya jagoan yang bisa kita kendalikan. Setidaknya terdapat beberapa kandidat untuk peran ini, dan mungkin pada akhirnya kita dapat kembali ke babak-babak di zaman sekarang yang mantap dan betul-betul mengembangkan cerita secara menyeluruh.

Assassin's Creed Odyssey
Assassin's Creed Odyssey
Assassin's Creed Odyssey
Assassin's Creed Odyssey