Gamereactor Close White
Log in member






Lupa password?
Saya bukan member, tapi saya ingin bergabung

Atau log in menggunakan akun Facebook
Gamereactor Indonesia
artikel

Mengenang Telltale Games dan game terbaik mereka

Dengan ditutupnya sebagian besar dari Telttale Games, mari kita lihat kembali sepak terjang mereka di dunia game yang fana ini.

  • Teks: Bengt Lemne
Facebook
TwitterReddit

Meski "penutupan sebagian besar" tak sama dengan kebangkrutan atau "penutupan total", keputusan untuk mem-PHK seluruh pegawai kecuali 25 orang sekaligus (mereka tadinya memiliki 400 pegawai) merupakan sebuah pertanda berakhirnya suatu era. Tergantung dari apa yang terjadi ke depannya, masih ada pula kemungkinan perusahaan ini mengajukan kebangkrutan atau tutup total.

Setelah kejadian tersebut, sepertinya ini saat yang tepat untuk melihat kembali sejarah dari studio ini, berbagai game yang telah mereka rilis di sepanjang tahun yang membawa inovasi, dan berbagai topik luas yang mereka angkat di setiap game mereka. Perlu dicatat pula bahwa Telltale Games juga memiliki cabang yang mengurus penerbitan (yang saat ini tak berjalan). Artikel ini sendiri akan fokus kepada game yang dikembangkan oleh mereka sendiri.

Awal yang sederhana - Era pasca LucasArts

Telltale Games didirikan oleh tiga mantan pimpinan LucasArts: Kevin Bruner, Dan Connors, dan Troy Molander, pada tahun 2004. Trio ini bersama membangun game Sam & Max di LucasArts ketika akhirnya dibatalkan pada awal 2004. Maka mereka pun membuat studio sendiri.

Game pertama mereka adalah Telltale Texas Hold Em, yang ditujukan untuk menguji Telltale Tool, sebuah engine yang akhirnya mendefinisikan studio tersebut. Sangat jelas sejak awal bahwa lisensi merupakan komponen penting dari formula Telltale. Mereka melisensi Bone, komik dari Jeff Smith, dan membuat dua game. Lalu mereka bekerja sama dengan Ubisoft untuk merilis empat game CSI (2006, 2007, 2009, dan 2010). Mungkin yang paling menonjol adalah kesepakatan mereka dengan LucasArts untuk melisensi Sam & Max, yang menelurkan tiga game. Mereka juga bekerja sama kembali dengan mantan perusahaan mereka untuk membuat game episodik dari seri Monkey Island.

Game Sorotan: Sam & Max Save the World (2007)

Sam & Max membuktikan bahwa Telltale dapat membuat game lisensi yang bagus. Meski tak dapat dibandingkan dengan game orisinal dari LucasArts, Telltale berhasil membawa jiwa dari franchise ini ke dalam game mereka. Setelah mengambil alih hak cipta menyusul dibatalkannya Freelance Police oleh LucasArts, Telltale terus membuat hingga tiga seri episodik dari detektif anjing dan asisten kelincinya.

Kesuksesan Komersial dan Strategi Lisensi Baru

Lisensi merupakan bagian besar dari strategi Telltale, namun kesepakatan dengan Universal untuk membuat game episodik dari Back to the Future dan Jurassic Park menaikkan level mereka lebih tinggi lagi. Semerta-merta, pertaruhannya lebih tinggi. Jika sebelumnya Telltale sudah bisa berbangga hati ketika mengumumkan penjualan game mereka mencapai 100.000, bekerja sama dengan talenta Hollywood dan lisensi besar mengubah itu semua.

Game Sorotan: Back to the Future (2010/2011)

Trilogi Back to the Future merupakan salah satu franchise penting di tahun 1980-an (meski film ketiga mendarat pada tahun 1990). Film ini memberikan gambaran yang brilian dari masa depan dan masa lalu di mata orang-orang di masa itu. Michael J. Fox memberikan penampilan terbaiknya untuk karakter Marty McFly. Tanpa harapan untuk film keempat, hal terdekat yang kita dapatkan untuk itu adalah game Telltale yang merupakan kolaborasi antara salah satu kreatornya Bob Gale dan menghadirikan artis-artis orisinal (Fox hadir dalam beberapa kameo, tapi tidak mengisi suara Marty McFly yang utama). Ini merupakan game adventure tradisional dan cukup ringan dalam elemen puzzle-nya.

Jalan Mulai Terbuka - The Walking Dead

Momen yang terbesar bagi Telltale Games hadir bersama The Walking Dead. Dalam banyak hal, ini merupakan sebuah gebrakan di industri, karena hingga saat itu game naratif episodik yang Telltale kerjakan bisa dianggap sebagai niche saja. Namun, kini mereka telah memasuki level atas, dan The Walking kurang lebih menjadi formula bagi bagaimana desain game Telltale ke depannya, dengan pilihan sebagai mekanisme game utama.

Game Sorotan: The Walking Dead: Season One (2012)

Season pertama dari The Walking Dead menceritakan seorang lelaki bernama Lee yang mengasuh seorang anak bernama Clementine ketika kiamat zombi melanda kota. Game ini memberikan narasi yang kuat pada karakter dan hubungan. Meski ada elemen puzzle, mekanisme utamanya di sini tertumpu jelas pada pilihan yang kamu putuskan ketika berinteraksi dengan karakter lain. Game ini tak hanya mendapatkan kesuksesan secara komersial, tetapi juga mendapatkan banyak penghargaan dan menjadi nominasi Game of the Year.

Melisensi komik selalu merupakan bagian dari formula Telltale, mulai dari Bone dan Strong Bad (dari webcomic Homestar Runner), dan The Walking Dead merupakan maskot dari strategi ini. Meski begitu, kesepakatan lisensi The Walking Dead juga dibarengi dengan lisensi komik lain, yaitu Fables dari Bill Willingham pada tahun 2011.

Game Sorotan: The Wolf Among Us (2013/2014)

Game yang kurang mendapat perhatian ini mewakili beberapa karya terbaik dari Telltale. Kombinasi dari dunia yang gelap dan sarkastik, bersama pilihan-pilihan penuh arti dan karakter kuat sangat cocok dengan studio tersebut. Perlu dicatat bahwa kabar dari dalam studio mengatakan bahwa mereka cukup sulit untuk memahami konsep dari game ini dan perlu waktu sangat lama untuk membuatnya menjadi sebuah produk final yang akhirnya sangat sukses.